Promo
Selamat Menunaikan Ibadah Puasa Ramadan 1447 H 2026 M Pemerintah Kabupaten Tuban

VIRAL Porsi Minim MBG di Bancar, Pengelola Akui Ada Kelalaian

- Reporter

Jumat, 13 Februari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tampilan sajian MBG di Bancar yang dipersoalkan wali murid, (Assayid Annazili/Liputansatu.id).

Tampilan sajian MBG di Bancar yang dipersoalkan wali murid, (Assayid Annazili/Liputansatu.id).

Tuban – Keluhan sejumlah orang tua murid di Kecamatan Bancar, Kabupaten Tuban, terkait penyajian menu Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di SPPG Yayasan Kemala Bhayangkari Kayen Bancar terus bergulir. Menu yang dinilai kurang layak dan disajikan secara asal-asalan memicu pertanyaan serius mengenai pemenuhan standar gizi resmi serta alokasi anggaran per porsi dalam program tersebut.
Keluhan para wali murid ramai diperbincangkan di lingkungan sekolah hingga media sosial. Mereka menilai komposisi makanan yang diterima anak-anak tidak mencerminkan tujuan utama program MBG, yakni memenuhi kebutuhan nutrisi harian untuk mendukung tumbuh kembang siswa.
“Harusnya bergizi dan cukup, tapi yang diterima anak-anak justru terlihat sangat minim. Ini membuat kami khawatir,” ujar salah satu wali murid.

Standar Gizi MBG Seharusnya Penuhi Kebutuhan Kalori dan Protein Anak

Secara prinsip, program makan bergizi di lingkungan sekolah mengacu pada pedoman pemenuhan gizi seimbang anak usia sekolah. Dalam satu porsi makan siang, kebutuhan minimal umumnya mencakup:
• Energi sekitar 30–35% kebutuhan harian anak
• Protein dari sumber hewani atau nabati berkualitas
• Karbohidrat sebagai sumber energi utama
• Sayur dan buah sebagai sumber vitamin, mineral, dan serat
Komposisi tersebut menjadi indikator dasar apakah suatu menu layak disebut makan bergizi atau sekadar makanan pengganjal lapar.
Para wali murid menilai menu yang diterima anak-anak di Bancar belum mencerminkan komposisi tersebut, baik dari sisi jumlah, variasi, maupun kualitas bahan pangan.

Alokasi Anggaran Per Porsi Jadi Sorotan

Selain kualitas menu, perhatian publik juga tertuju pada besaran anggaran per porsi yang seharusnya cukup untuk menyediakan makanan bergizi.
Secara umum, program makan bergizi sekolah di berbagai daerah berkisar pada:
• Rp10.000 – Rp15.000 per porsi untuk paket sederhana
• Dapat lebih tinggi tergantung wilayah, harga bahan pangan, dan skema distribusi
Dengan kisaran tersebut, seharusnya menu minimal masih dapat memuat:
• Nasi atau sumber karbohidrat setara
• Lauk berprotein
• Sayur
• Buah atau pelengkap bergizi
Jika komposisi makanan jauh di bawah kelayakan, publik wajar mempertanyakan efektivitas penggunaan anggaran serta mekanisme pengawasan pelaksanaan program.

Pihak Pengelola Akui Kelalaian Pemorsian

Kepala SPPG Yayasan Kemala Bhayangkari Kayen Bancar, Bayu, membenarkan adanya keluhan dari orang tua murid. Ia menyebut persoalan terjadi pada bagian pemorsian makanan dan mengaku telah memberikan teguran internal.
“Itu kelalaian di bagian pemorsian dan sudah saya tegur. Ke depan akan kami perbaiki,” ujarnya.
Meski demikian, penjelasan tersebut belum sepenuhnya meredakan kekhawatiran wali murid, terutama terkait jaminan kualitas menu dan pengawasan berkelanjutan.

Mediasi Dilakukan, Evaluasi Menyeluruh Didesak

Danramil 0811/12 Bancar, Kapten Arm A. Ghofar, menyampaikan bahwa persoalan telah dimediasi dan akan dilakukan pengecekan lanjutan terhadap pelaksanaan MBG.
“Sudah dimediasi. Pelaksanaan program akan kami cek kembali,” katanya singkat.
Para orang tua murid berharap evaluasi tidak berhenti pada mediasi, tetapi mencakup:
• Audit kualitas menu dan standar gizi
• Transparansi anggaran per porsi
• Pengawasan rutin distribusi makanan
Mereka menegaskan bahwa program MBG menyangkut kesehatan anak sehingga tidak boleh dijalankan secara seremonial atau sekadar formalitas.

Kepentingan Gizi Anak Harus Jadi Prioritas

Program makan bergizi di sekolah pada dasarnya merupakan investasi jangka panjang bagi kualitas sumber daya manusia. Karena itu, setiap dugaan penyimpangan—baik dalam komposisi menu, pemorsian, maupun pengelolaan anggaran—perlu ditangani secara transparan dan akuntabel.
Wali murid berharap pemerintah daerah bersama pihak terkait segera memastikan bahwa pelaksanaan MBG benar-benar memenuhi tujuan utamanya: memberikan asupan gizi layak bagi anak-anak, bukan sekadar membagikan makanan tanpa standar yang jelas. (Az)

Editor : Kief

Berita Terkait

UMKM Terjepit Ekspansi Minimarket di Tuban, Pemda Akui Tak Lagi Punya Kendali
Solar Sempat Kosong di Sejumlah SPBU Tuban, Truk Mengular Antre BBM
Cerita Unik Kunjungan Wapres Gibran ke Pasar Ikan Tuban, Pedagang Sempat Mengeluh Ikan Belum Dibayar
Anggaran Capai Rp16,89 Miliar, Tambat Labuh TPI Glondonggede Tuban Tunggu Izin KKP
Pria Situbondo Diciduk Kepolisian Usai Jual Pompa Air Curian di Facebook Pakai Akun “Friska”
Wapres Gibran Pimpin Rakor Penanganan Banjir di Tuban
Wapres Gibran Tinjau Aktivitas Nelayan di Pasar Glondonggede
Ide Pengusaha Situbondo Direspons Presiden, Prabowo Terbitkan Aturan Baru Ekspor Lobster

Berita Terkait

Minggu, 8 Maret 2026 - 13:46 WIB

UMKM Terjepit Ekspansi Minimarket di Tuban, Pemda Akui Tak Lagi Punya Kendali

Sabtu, 7 Maret 2026 - 15:53 WIB

Solar Sempat Kosong di Sejumlah SPBU Tuban, Truk Mengular Antre BBM

Jumat, 6 Maret 2026 - 23:35 WIB

Cerita Unik Kunjungan Wapres Gibran ke Pasar Ikan Tuban, Pedagang Sempat Mengeluh Ikan Belum Dibayar

Jumat, 6 Maret 2026 - 19:05 WIB

Anggaran Capai Rp16,89 Miliar, Tambat Labuh TPI Glondonggede Tuban Tunggu Izin KKP

Jumat, 6 Maret 2026 - 18:48 WIB

Pria Situbondo Diciduk Kepolisian Usai Jual Pompa Air Curian di Facebook Pakai Akun “Friska”

Berita Terbaru

Advertisement
Promo Shopee
Ilustrasi LiputanSatu