Tuban – Kepengurusan Majelis Agama Konghucu Indonesia (MAKIN) Kabupaten Tuban masa bakti 2026–2030 resmi dilantik oleh Majelis Tinggi Agama Konghucu Indonesia (MATAKIN), Senin (09/02/2026).
Prosesi pelantikan berlangsung khidmat di Kelenteng Kwan Sing Bio, Tuban, yang menjadi pusat kegiatan keagamaan umat Khonghucu di daerah tersebut.
Sebagai bentuk rasa syukur atas pengukuhan kepengurusan baru, kegiatan juga dirangkai dengan aksi sosial pembagian paket sembako kepada para pengemudi ojek online serta penarik becak di sekitar Terminal Kebonsari.
Dasar Hukum dan Masa Bakti Kepengurusan
Pelantikan pengurus MAKIN Tuban tertuang dalam Surat Keputusan Dewan Rohaniwan/Pengurus Pusat MATAKIN Nomor 153/SKM/I/2026.
Dalam keputusan tersebut ditegaskan bahwa masa bakti kepengurusan berlaku sejak 11 Januari 2026 hingga 10 Januari 2030.
MATAKIN Pusat menyebut pengesahan kepengurusan baru didasarkan pada sejumlah pertimbangan, antara lain:
• Perkembangan umat Khonghucu yang menuntut peningkatan kualitas dan kuantitas pelayanan keagamaan.
• Kebutuhan kemandirian organisasi di daerah agar mampu menjalankan fungsi pembinaan secara optimal.
• Permohonan resmi dari Pengurus MAKIN Tuban melalui surat Nomor 003/Matakin.Tbn/XI/2025.
• Dorongan peningkatan efektivitas kerja organisasi di bidang keagamaan, pendidikan, sosial, dan kemasyarakatan.
Susunan Pengurus MAKIN Tuban 2026–2030
Untuk periode kepengurusan ini, MAKIN Tuban dipimpin oleh:
• Ketua: Wiwit Endra Setjoweni
• Wakil Ketua: Endang Winarti
• Sekretaris: Junijati
• Bendahara: Lianna Wati
Adapun jajaran Dewan Pembimbing dipercayakan kepada:
• Alim Sugiantoro
• Agus Patria (Zheng We Fung)
• Minawarti (Lwie Mien Nio)
Pesan MATAKIN: Rawat Nilai Ajaran dan Keberagaman
Ketua Umum MATAKIN, Budi Santoso Tanuwibowo, berpesan agar pengurus MAKIN Tuban mampu membimbing umat untuk semakin menghayati nilai-nilai ajaran agama Khonghucu sekaligus menumbuhkan cinta terhadap keberagaman serta kemanusiaan universal.
“Pengurus diharapkan mampu merawat budaya yang masih relevan dan mengemasnya secara menarik agar generasi muda ikut tertarik,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan pentingnya sikap terbuka untuk belajar, mampu hidup berdampingan tanpa sekat, berpikir maju, serta terus melakukan introspeksi baik saat berhasil maupun menghadapi kegagalan.
Komitmen Perkuat Kerukunan Antarumat Beragama
Sementara itu, Ketua MAKIN Tuban Wiwit Endra Setjoweni menegaskan komitmennya untuk terus membina kerukunan antarumat beragama di Kabupaten Tuban.
Menurutnya, pelantikan ini menjadi momentum penting mempererat silaturahmi lintas umat, tidak hanya di internal umat Khonghucu tetapi juga dengan pemeluk agama lain.
“Ke depan, kami akan fokus pada program-program pembinaan kerukunan bersama,” ujarnya.
Senada, Dewan Penasihat MAKIN Tuban Alim Sugiantoro berharap kepengurusan baru mampu menciptakan suasana Kelenteng Kwan Sing Bio yang semakin kondusif dan sejuk, sehingga aktivitas peribadatan umat dapat berlangsung khusyuk dan nyaman. (Az)
Editor : Kief












