Disclaimer: Artikel ini membahas peristiwa bunuh diri untuk kepentingan informasi dan edukasi publik. Pembaca diharapkan bijak dalam menyikapi isi berita.
Tuban – Suasana tenang di Dusun Krajan, Desa Tingkis, Kecamatan Singgahan, mendadak berubah mencekam pada Minggu (09/11/2025) siang. Seorang pria muda ditemukan tewas gantung diri di dalam kamar rumah orang tuanya.
Peristiwa itu seakan menjadi potret getir dari banyaknya tekanan hidup yang tak kasat mata di tengah masyarakat.
Ditemukan Didalam Rumah
Korban diketahui berinisial MI (28), seorang wiraswasta asal Desa Talangkembar, Kecamatan Montong, Kabupaten Tuban. Ia ditemukan meninggal dunia sekitar pukul 14.10 WIB dengan tali tampar plastik kuning yang diikatkan pada blandar rumah.
Pemandangan memilukan itu pertama kali disaksikan oleh ibunya, J (47), sepulang dari bekerja. Sontak ia berteriak histeris dan meminta pertolongan warga sekitar. Tak lama, petugas Polsek Singgahan bersama tenaga medis Puskesmas tiba di lokasi.
Polisi Pastikan Tak Ada Unsur Kekerasan
Kapolsek Singgahan AKP Rukandar membenarkan peristiwa tersebut. Dari hasil olah TKP, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan.
“Korban murni meninggal dunia karena gantung diri. Dugaan sementara, penyebabnya adalah faktor ekonomi,” ujar AKP Rukandar saat dikonfirmasi Minggu sore.
Pihak keluarga pun menolak autopsi dan menganggap kejadian itu sebagai musibah yang harus diterima dengan ikhlas.
Tekanan Hidup yang Tak Terlihat
Tragedi di Singgahan ini bukan sekadar kabar duka, tetapi cermin tentang beratnya tekanan ekonomi yang dialami sebagian masyarakat.
Di tengah harga kebutuhan yang naik, peluang kerja yang terbatas, dan beban tanggungan keluarga, banyak individu terjebak dalam keputusasaan yang diam-diam menggerogoti.
Bagi sebagian orang, beban itu tak selalu terlihat di permukaan. Mereka tampak bekerja seperti biasa, bercakap seperti biasa — hingga akhirnya menyerah dalam diam.
Menjaga Harapan, Menguatkan Empati
Setiap peristiwa tragis seperti ini mengingatkan kita pentingnya hadir bagi orang lain — mendengar, peduli, dan berbagi ruang aman untuk bercerita.
Terkadang, dukungan kecil dari keluarga, sahabat, atau tetangga bisa menjadi penyelamat bagi seseorang yang tengah berada di ambang keputusasaan. (Az)
Catatan Redaksi:
Jika Anda, keluarga, atau orang di sekitar sedang merasa tertekan, kehilangan harapan, atau memiliki keinginan untuk mengakhiri hidup, segera cari pertolongan.
Hubungi layanan darurat, tokoh agama, tenaga kesehatan, atau orang terdekat yang Anda percaya.
Ingatlah, setiap masalah selalu punya jalan keluar — bunuh diri bukan solusinya.
Editor : Kief












