SURABAYA, JATIM – Gubernur Jawa Timur terpilih, Khofifah Indar Parawansa, terus mengupayakan ekspansi produk agrikultur Jawa Timur ke pasar internasional. Dalam pertemuan dengan Konsul Jenderal Republik Rakyat Tiongkok (RRT) di Surabaya, ia menyoroti keunggulan komoditas unggulan Jatim seperti durian, salak, dan kelapa kopyor.
Khofifah menjelaskan kepada Mr. Xu Yong bahwa Jawa Timur memiliki produksi durian, salak, dan kelapa kopyor dalam jumlah besar dengan kualitas yang unggul. Ia berharap produk-produk ini dapat memenuhi permintaan pasar di Tiongkok.
“Jawa Timur adalah produsen durian terbesar di Indonesia. Setiap tahun, kami menghasilkan sekitar 488.356 ton durian,” ungkap Khofifah, Sabtu (1/2/2025).
Durian, Salak, dan Kelapa Kopyor Jatim Punya Potensi Besar
Durian premium asal Jatim, seperti Black Thorn, Musang Kiang, dan Bawor, disebut-sebut memiliki cita rasa yang bisa bersaing dengan durian dari negara lain.
Selain itu, produksi salak Jatim mencapai 385.830 ton per tahun, tersebar di hampir seluruh wilayah. Salak Pronojiwo dari Lumajang, misalnya, dikenal lebih unggul dibandingkan salak pondok karena dagingnya tebal, kadar air tinggi, dan rasanya lebih manis.
Sementara itu, kelapa kopyor banyak dihasilkan di daerah seperti Lamongan dan Sumenep. Keunikan kelapa kopyor yang langka dan bernilai ekonomi tinggi menjadikannya produk yang sangat diminati di pasar global.
Baca juga: Perdana, Mendag Budi Lepas Ekspor Sepeda Elektrik dari Sidoarjo ke Amerika
Tiongkok Sambut Baik Ekspor Produk Agrikultur Jatim
Khofifah mengungkapkan bahwa Konjen Xu Yong menyambut baik peluang ekspor ini dan siap membantu kelancaran prosesnya.
“Kami bersyukur karena Mr. Xu Yong sangat antusias dan siap memfasilitasi. Sebab, untuk ekspor ke Tiongkok tentu ada persyaratan dan standar tertentu yang harus dipenuhi,” jelasnya.
Pemerintah Provinsi Jawa Timur juga siap menjembatani para pelaku usaha dan petani dengan pasar internasional.
“Harapan dari semua upaya ini adalah semakin luasnya jaringan pemasaran produk agrikultur kita. Dengan begitu, kesejahteraan petani dan pelaku usaha di Jatim juga akan meningkat,” pungkas Khofifah.(Rn/Din)
Editor : Mukhyidin khifdhi












