Perdana, Mendag Budi Lepas Ekspor Sepeda Elektrik dari Sidoarjo ke Amerika

- Reporter

Rabu, 4 Desember 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

ekspor perdana sepeda elektrik (E-Bike) buatan PT Insera Sena dari Sidoarjo, Jawa Timur, yang dilepas langsung oleh Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso, Selasa (3/12/2024).(Ist)

ekspor perdana sepeda elektrik (E-Bike) buatan PT Insera Sena dari Sidoarjo, Jawa Timur, yang dilepas langsung oleh Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso, Selasa (3/12/2024).(Ist)

SIDOARJO, JATIM – Produk lokal Indonesia terus menunjukkan taringnya di pasar global. Salah satu pencapaian penting adalah ekspor perdana sepeda elektrik (E-Bike) buatan PT Insera Sena dari Sidoarjo, Jawa Timur, yang dilepas langsung oleh Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso, Selasa (3/12/2024). Langkah ini menandai babak baru bagi industri sepeda elektrik di Indonesia, sekaligus menunjukkan potensi besar produk ramah lingkungan dari tanah air untuk bersaing di tingkat internasional.

Dalam sambutannya, Mendag Budi Santoso menyampaikan bahwa pemerintah terus mendorong peningkatan ekspor produk dalam negeri. “Kami mengarahkan fokus untuk memperluas ekspor melalui berbagai perjanjian kerja sama perdagangan dengan negara-negara asing,” ujarnya di sela acara pelepasan ekspor di Sidoarjo. Salah satu upaya strategis tersebut adalah melalui Indonesia-Kanada Comprehensive Economic Partnership Agreement (CEPA), yang membuka peluang pasar Indonesia ke Amerika Utara, termasuk Amerika Serikat dan Kanada.

Selain memperkuat kerja sama perdagangan, Kementerian Perdagangan juga memanfaatkan lebih dari 40 Indonesia Trade Promotion Center (ITPC) yang tersebar di berbagai negara. ITPC berfungsi sebagai kantor perwakilan promosi produk Indonesia di pasar internasional. “Ini adalah alat yang efektif bagi pelaku industri lokal untuk mengenalkan produknya ke masyarakat internasional,” jelas Mendag.

Ia menambahkan bahwa ITPC dapat menjadi jembatan strategis untuk menghubungkan produk unggulan seperti sepeda elektrik dengan pasar global yang semakin kompetitif. Melalui kolaborasi erat antara pemerintah dan industri, Indonesia berupaya memaksimalkan potensi ekspor produk inovatif.

Pada kesempatan yang sama, Mendag Budi memberikan apresiasi kepada PT Insera Sena atas kontribusinya dalam menghasilkan produk berkualitas yang mampu bersaing di pasar internasional. Merek Polygon yang dimiliki perusahaan ini telah dikenal luas, bahkan menjadi pilihan utama konsumen di beberapa negara.

“Kami bangga melihat bagaimana merek lokal seperti Polygon mampu menarik minat masyarakat dunia. Ini adalah bukti nyata bahwa kualitas produk dalam negeri tak kalah dari produk impor,” katanya.

Langkah PT Insera Sena tidak hanya memperluas akses pasar internasional tetapi juga memberikan contoh positif bagi pelaku usaha lainnya. Dengan fokus pada inovasi dan branding yang kuat, produk lokal dapat menjadi kekuatan baru di tengah persaingan global.

Dalam wawancara terpisah, CEO PT Insera Sena, Soejanto Widjaja, mengungkapkan bahwa ekspor perdana ini merupakan langkah awal untuk masuk ke pasar kendaraan ramah lingkungan di negara-negara maju. Sepeda elektrik Polygon diharapkan menjadi kendaraan pilihan bagi masyarakat global, terutama di pasar Amerika Utara dan Eropa.

“Nilai potensi global industri baterai untuk sepeda listrik saat ini mencapai USD 50 juta atau sekitar Rp 796 miliar. Kami optimistis dapat mengambil bagian dalam pasar ini,” ungkap Soejanto.

PT Insera Sena juga menargetkan hilirisasi industri baterai sepeda listrik dengan membangun pabrik baterai sendiri pada 2029. Pabrik ini tidak hanya akan memproduksi baterai untuk sepeda elektrik tetapi juga untuk kebutuhan sumber tenaga lainnya, seperti energi terbarukan untuk rumah tangga. “Kami berharap ini menjadi tonggak penting dalam diversifikasi produk kami sekaligus mendukung pengurangan emisi karbon,” tambahnya.

Hingga saat ini, PT Insera Sena telah mengirimkan sekitar 40% produknya ke Amerika Serikat, 40% ke negara-negara Eropa, dan sisanya sebanyak 20% untuk pasar domestik. Dengan dukungan perjanjian perdagangan seperti CEPA, potensi ekspor diproyeksikan akan meningkat signifikan dalam beberapa tahun mendatang.

Ekspor perdana ini tidak hanya membawa dampak positif bagi perusahaan tetapi juga memberikan angin segar bagi industri manufaktur dalam negeri. Sebagai salah satu produk unggulan, sepeda elektrik diharapkan dapat menjadi simbol inovasi dan keberlanjutan bagi industri Indonesia.

Ekspor perdana sepeda elektrik dari Sidoarjo ini menegaskan komitmen Indonesia untuk menjadi pemain utama di pasar global, khususnya dalam segmen kendaraan ramah lingkungan. Dengan memanfaatkan momentum ini, Indonesia diharapkan dapat meningkatkan daya saingnya di tingkat internasional.

Kerja sama antara pemerintah dan pelaku industri menjadi kunci utama untuk menciptakan ekosistem yang mendukung ekspor produk lokal. Dengan inovasi berkelanjutan, hilirisasi industri, dan promosi strategis, sepeda elektrik buatan Sidoarjo siap melaju lebih jauh di pasar global.

Langkah ini tidak hanya menguntungkan dari sisi ekonomi tetapi juga memperkuat posisi Indonesia sebagai negara yang mendukung keberlanjutan dan teknologi hijau. Ekspor ini menjadi awal dari perjalanan panjang untuk membawa produk-produk lokal ke tingkat yang lebih tinggi.

Editor : Agus Susanto

Berita Terkait

Janji PT Waskita Karya Mulai Ditagih Warga Mondokan, Drainase hingga Debu Proyek Sekolah Rakyat Jadi Sorotan
Proyek Drainase Jalan Diponegoro Tuban Garuk Pipa PDAM, Warga Sampai Mandi di SPBU
Kebakaran Hebat di Babat Lamongan, Puluhan Lapak dan 2 Motor Ludes Terbakar
Jalan Desa Jadi Jalur Tambang, DPRD Tuban: DLH-P Jangan Lempar Tanggung Jawab
Penemuan Potongan Kaki Manusia Gegerkan Warga Pesisir Palang Tuban
Waskita Klaim Upah Sudah Dibayar, Sejumlah Pekerja Proyek Sekolah Rakyat Tuban Mengaku Belum Menerima
Pemkab Tulungagung Gelar Gerakan Pangan Murah dan Produk Unggulan 2026
Diduga Kurang Hati-hati, Lansia Tewas Tertabrak Dump Truck di Merakurak Tuban Saat Menyeberang

Berita Terkait

Senin, 10 Agustus 2026 - 19:22 WIB

Janji PT Waskita Karya Mulai Ditagih Warga Mondokan, Drainase hingga Debu Proyek Sekolah Rakyat Jadi Sorotan

Senin, 10 Agustus 2026 - 19:09 WIB

Proyek Drainase Jalan Diponegoro Tuban Garuk Pipa PDAM, Warga Sampai Mandi di SPBU

Minggu, 9 Agustus 2026 - 07:21 WIB

Kebakaran Hebat di Babat Lamongan, Puluhan Lapak dan 2 Motor Ludes Terbakar

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 13:04 WIB

Jalan Desa Jadi Jalur Tambang, DPRD Tuban: DLH-P Jangan Lempar Tanggung Jawab

Jumat, 7 Agustus 2026 - 22:44 WIB

Penemuan Potongan Kaki Manusia Gegerkan Warga Pesisir Palang Tuban

Berita Terbaru