Dirgahayu Republik Indonesia ke-81

Rekayasa Ring Road Tuban Bikin Waswas Pengendara

- Reporter

Kamis, 17 September 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Suasana persimpangan Jalan Ringroad dan Jalan Raya Tuban-Merakurak (gambar : Assa Annazili)

Suasana persimpangan Jalan Ringroad dan Jalan Raya Tuban-Merakurak (gambar : Assa Annazili)

Tuban — Melintas di jalur Ring Road Tuban kini bukan sekadar soal memilih gas atau menginjak rem. Pengendara juga harus pandai membaca situasi, terutama ketika memasuki ruas yang menyempit akibat pengerjaan proyek rekonstruksi jalan.

Di sejumlah titik, kendaraan masih kerap mengular. Arus lalu lintas tersendat ketika volume kendaraan meningkat, sementara sebagian pengendara justru dibuat bingung dengan pola rekayasa lalu lintas yang berlaku.

Pertanyaan sederhana pun muncul di tengah pengguna jalan, Ring Road ini sebenarnya satu arah atau dua arah? Kebingungan itu semakin terasa ketika kendaraan dari arah berlawanan tiba-tiba muncul di ruas yang sempit. Bagi pengendara sepeda motor, berpapasan dengan kendaraan besar dalam kondisi seperti itu bukan perkara sepele.

“Sering bikin bingung dan cemas saat lewat. Sebenarnya ini satu jalur atau dua jalur? Kadang kita melintas, tiba-tiba dari arah berlawanan ada kendaraan besar. Jalurnya sempit, jadi sangat waswas takut tersenggol,” ungkap Tama, salah seorang pengendara motor.

Keluhan serupa juga dirasakan sejumlah warga dan sopir kendaraan logistik. Minimnya informasi yang mudah dipahami mengenai skema pengalihan arus membuat mereka harus menebak-nebak jalur mana yang sebenarnya diperbolehkan untuk dilalui.

Padahal, rekayasa lalu lintas di jalur tersebut bukan baru diterapkan kemarin. Penutupan dan simulasi rekayasa lalu lintas telah dimulai sejak awal tahun.

Kebijakan itu diterapkan seiring kondisi sejumlah bagian Ring Road yang mengalami kerusakan dan membutuhkan perbaikan. Namun, perjalanan proyek tersebut kini justru membuat pengguna jalan harus berhadapan dengan konsekuensi lain, ruas menyempit, arus bertemu, dan kepadatan mudah terjadi.

Ring Road Tuban juga bukan ruas yang baru sekali mendapatkan perhatian anggaran. Pada 2025, jalan yang melingkari sisi selatan Kota Tuban tersebut telah diperbaiki dengan anggaran sedikitnya Rp4 miliar melalui APBD.

Belum berhenti di situ, pada perubahan APBD kembali diusulkan anggaran sekitar Rp2 miliar. Namun, kucuran anggaran tersebut belum membuat persoalan Ring Road sepenuhnya berakhir.

Tahun ini, Pemkab Tuban kembali mengalokasikan Rp7,5 miliar untuk proyek fisik rekonstruksi jalan di tiga titik. Pekerjaan tersebut direncanakan berlangsung hingga akhir tahun mendatang.

Di tengah proyek yang masih berjalan, pengguna jalan tentu harus menerima kenyataan bahwa perjalanan di Ring Road belum sepenuhnya normal. Yang menjadi persoalan, kondisi tersebut diperparah dengan belum meratanya pemahaman pengendara mengenai skema rekayasa lalu lintas.

Kanit Turjagwali Satlantas Polresta Tuban, IPDA Agus Eka, menjelaskan bahwa dalam skema rekayasa lalu lintas resmi, kendaraan yang diperbolehkan melintas di Ring Road hanya arus dari arah Surabaya menuju Semarang. Sementara kendaraan dari arah Semarang menuju Surabaya diarahkan melalui jalur Pantura.

“Rekayasa berlangsung sampai akhir tahun, satu paket tiga titik pengerjaan. Sebenarnya kendaraan yang boleh melintas hanya Surabaya ke Semarang saja. Arah Semarang melintasi jalur Pantura,” jelas IPDA Agus Eka.

Artinya, selama proyek berlangsung, Ring Road tidak diberlakukan sebagai jalur dua arah seperti kondisi normal. Namun, kondisi di lapangan masih memunculkan kebingungan bagi sebagian pengguna jalan. Apalagi ketika mereka harus berpapasan dengan kendaraan dari arah berlawanan di titik yang mengalami penyempitan.

Bagi kendaraan kecil, situasi tersebut bisa menjadi persoalan tersendiri. Terlebih ketika kendaraan besar masuk ke ruas sempit dan ruang gerak semakin terbatas.

Selain titik pengerjaan proyek, persimpangan empat di wilayah Kecamatan Semanding menjadi salah satu lokasi yang mendapat perhatian polisi. Volume kendaraan yang meningkat, terutama pada sore hari, membuat kawasan tersebut rawan terjadi penumpukan.

“Rawan crowded di simpang empat wilayah Semanding, volume kendaraan tiap sore biasanya meningkat sehingga terjadi penumpukan,” imbuh Agus.

Untuk mengantisipasi kepadatan, Satlantas Polresta Tuban telah menempatkan personel Unit Turjagwali di lapangan. Petugas disiagakan untuk melakukan pengaturan ketika arus mulai tersendat maupun saat terjadi penumpukan kendaraan.

“Kami juga telah menempatkan personel untuk melakukan upaya-upaya apabila ada kepadatan,” katanya.

Polisi berharap pekerjaan rekonstruksi dapat segera dituntaskan sehingga jalur Ring Road kembali bisa digunakan secara normal. “Kami berharap Ring Road bisa segera selesai dan bisa dilalui kembali secara normal, sehingga lalu lintas kota bisa lebih aman,” pungkas IPDA Agus Eka.

Sementara bagi pengendara, persoalannya bukan hanya kapan proyek selesai. Mereka juga membutuhkan informasi yang jelas selama proyek berlangsung.

Sebab di tengah ruas jalan yang menyempit, kendaraan yang terus berdatangan, dan arus yang harus diatur, satu informasi yang tidak jelas bisa membuat perjalanan yang seharusnya biasa berubah menjadi penuh kewaspadaan. (Az/Kiev)

Editor : Mukhyidin Khifdi

Berita Terkait

Tongkang Terbalik di Laut TPPI Tuban, Bawa Alat Pancang Proyek Breakwater
Warga Socorejo Geruduk SIG Tuban
Polemik Warga Pongpongan Masuk Desil 6, ULP PLN Tuban Beri Penjelasan
Kecelakaan Maut di PT IMB Diselidiki, Pengawas Temukan Tindakan Berbahaya
13 Pekerja PLN Tanjung Awar-Awar Tuban Akhirnya Dapat Kepastian
Dua Residivis Surabaya Kembali Beraksi di Tuban, Jejak CCTV Antar Polisi ke Pelaku
Bulog Tegaskan PBP Berhak Terima 30 Kg Bapang
Pria di Kebonsari Tuban Ditemukan Meninggal di Sumur, Polisi Temukan Obat Rumput

Berita Terkait

Jumat, 18 September 2026 - 17:40 WIB

Tongkang Terbalik di Laut TPPI Tuban, Bawa Alat Pancang Proyek Breakwater

Kamis, 17 September 2026 - 19:42 WIB

Rekayasa Ring Road Tuban Bikin Waswas Pengendara

Kamis, 17 September 2026 - 18:02 WIB

Warga Socorejo Geruduk SIG Tuban

Kamis, 17 September 2026 - 17:56 WIB

Polemik Warga Pongpongan Masuk Desil 6, ULP PLN Tuban Beri Penjelasan

Rabu, 16 September 2026 - 20:52 WIB

13 Pekerja PLN Tanjung Awar-Awar Tuban Akhirnya Dapat Kepastian

Berita Terbaru

Seorang siswa Sekolah Rakyat Tuban mendapatkan perawatan medis di rumah sakit setelah terluka dalam insiden ambruknya material pada bagian luar asrama, Rabu (16/09/2026), (Aji Swasto/Liputansatu.id).

Peristiwa

Baru Sebulan Beroperasi, Sekolah Rakyat Tuban Memakan Korban

Kamis, 17 Sep 2026 - 20:22 WIB

Suasana persimpangan Jalan Ringroad dan Jalan Raya Tuban-Merakurak (gambar : Assa Annazili)

Daerah

Rekayasa Ring Road Tuban Bikin Waswas Pengendara

Kamis, 17 Sep 2026 - 19:42 WIB

Warga Socorejo ditemui Senior Manager Corporate Communication PT SIG Tuban Dharma Sunyata (17/09/2026) (gambar : Assa Annazili)

Daerah

Warga Socorejo Geruduk SIG Tuban

Kamis, 17 Sep 2026 - 18:02 WIB

Banner Liputansatu
Banner Liputansatu
Banner Liputansatu