Tuban — Perjalanan pulang dari tengah laut berubah menjadi kabar duka bagi para nelayan KM JITU. Marsali (50), nelayan asal Kelurahan Sidomulyo, Kecamatan Tuban, meninggal dunia di atas kapal saat perjalanan kembali menuju daratan. Jenazah Marsali baru tiba di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Palang pada Sabtu (19/09/2026) pagi, setelah kapal menempuh perjalanan panjang dari wilayah perairan Bawean.
RN Palang, Fuad, membenarkan adanya peristiwa tersebut. Ia menyebut korban merupakan nelayan yang sedang menjalankan aktivitas melaut sebelum akhirnya meninggal dunia di atas kapal.
“Informasi yang kami terima, ada nelayan yang meninggal dunia di atas kapal. Jenazah kemudian dibawa kembali ke TPI Palang,” ujar Fuad.
Kasi Humas Polresta Tuban IPTU Mohammad Iksan menjelaskan, korban saat itu berada di atas KM JITU, kapal penangkap ikan milik Hj Ifana, warga Dusun Palang Selatan, Desa Palang, Kecamatan Palang. Kapal tersebut berangkat dari TPI Palang pada Rabu (16/09/2026) sekitar pukul 09.00 WIB.
Marsali berangkat bersama 18 anak buah kapal (ABK) lainnya dengan tujuan perairan Bawean. Namun, aktivitas melaut belum lama berjalan ketika kondisi Marsali mulai terganggu.
Pada Kamis (17/09/2026) sekitar pukul 07.00 WIB, korban mengeluhkan tubuhnya terasa tidak enak badan. Kondisi tersebut membuat para ABK mengambil keputusan untuk menghentikan perjalanan dan mengarahkan kapal kembali menuju daratan.
“Pada Kamis sekitar pukul 07.00 WIB, korban merasakan tidak enak badan. Seluruh ABK kemudian memutuskan untuk kembali ke daratan,” jelas IPTU Iksan.
Kapal pun bergerak meninggalkan wilayah perairan Bawean. Di tengah perjalanan pulang itulah kondisi Marsali terus menjadi perhatian rekan-rekannya.
Hingga Jumat (18/09/2026) sekitar pukul 12.00 WIB, korban berpamitan kepada para ABK untuk beristirahat dan tidur. Dua jam berselang, suasana di atas kapal berubah, sekitar pukul 14.00 WIB, saat korban hendak dibangunkan, Marsali ternyata sudah tidak memberikan respons. Setelah diperiksa, korban diketahui telah meninggal dunia.
“Pada Jumat sekitar pukul 14.00 WIB, saat korban hendak dibangunkan, korban sudah meninggal dunia,” lanjut IPTU Iksan.
Meski diliputi suasana duka, perjalanan kapal tetap dilanjutkan menuju daratan. Jenazah Marsali dibawa bersama kapal dan seluruh ABK hingga akhirnya KM JITU tiba di TPI Palang pada Sabtu (19/09/2026) sekitar pukul 08.00 WIB.
Posisi kapal ketika peristiwa tersebut terjadi diketahui berada sekitar 140 mil dari bibir pantai TPI Palang. Setibanya di daratan, jenazah langsung menjalani pemeriksaan luar oleh tim medis. Hasil pemeriksaan sementara tidak menemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.
“Dari pemeriksaan luar tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan. Korban diduga meninggal akibat sakit,” kata Iksan.
Keterangan keluarga turut menjadi petunjuk mengenai kondisi kesehatan korban. Marsali disebut memiliki riwayat vertigo dan tekanan darah tinggi.
Setelah seluruh proses pemeriksaan selesai, jenazah kemudian diserahkan kepada pihak keluarga. Marsali dibawa ke rumah duka untuk selanjutnya dimakamkan.
Perjalanan melaut yang semula diharapkan membawa hasil tangkapan, akhirnya berakhir dengan kepulangan jenazah salah seorang awak kapal ke rumahnya. (Az/Kiev)
Editor : Mukhyidin Khifdi











