Dirgahayu Republik Indonesia ke-81

Pulang dari Laut, Nelayan Tuban Meregang Nyawa di Atas Kapal KM JITU

- Reporter

Sabtu, 19 September 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Petugas menaikan jenazah korban yang meninggal di KM JITU (19/09/2026) (gambar : Assa Annazili)

Petugas menaikan jenazah korban yang meninggal di KM JITU (19/09/2026) (gambar : Assa Annazili)

Tuban — Perjalanan pulang dari tengah laut berubah menjadi kabar duka bagi para nelayan KM JITU. Marsali (50), nelayan asal Kelurahan Sidomulyo, Kecamatan Tuban, meninggal dunia di atas kapal saat perjalanan kembali menuju daratan. Jenazah Marsali baru tiba di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Palang pada Sabtu (19/09/2026) pagi, setelah kapal menempuh perjalanan panjang dari wilayah perairan Bawean.

RN Palang, Fuad, membenarkan adanya peristiwa tersebut. Ia menyebut korban merupakan nelayan yang sedang menjalankan aktivitas melaut sebelum akhirnya meninggal dunia di atas kapal.

“Informasi yang kami terima, ada nelayan yang meninggal dunia di atas kapal. Jenazah kemudian dibawa kembali ke TPI Palang,” ujar Fuad.

Kasi Humas Polresta Tuban IPTU Mohammad Iksan menjelaskan, korban saat itu berada di atas KM JITU, kapal penangkap ikan milik Hj Ifana, warga Dusun Palang Selatan, Desa Palang, Kecamatan Palang. Kapal tersebut berangkat dari TPI Palang pada Rabu (16/09/2026) sekitar pukul 09.00 WIB.

Marsali berangkat bersama 18 anak buah kapal (ABK) lainnya dengan tujuan perairan Bawean. Namun, aktivitas melaut belum lama berjalan ketika kondisi Marsali mulai terganggu.

Pada Kamis (17/09/2026) sekitar pukul 07.00 WIB, korban mengeluhkan tubuhnya terasa tidak enak badan. Kondisi tersebut membuat para ABK mengambil keputusan untuk menghentikan perjalanan dan mengarahkan kapal kembali menuju daratan.

“Pada Kamis sekitar pukul 07.00 WIB, korban merasakan tidak enak badan. Seluruh ABK kemudian memutuskan untuk kembali ke daratan,” jelas IPTU Iksan.

Kapal pun bergerak meninggalkan wilayah perairan Bawean. Di tengah perjalanan pulang itulah kondisi Marsali terus menjadi perhatian rekan-rekannya.

Hingga Jumat (18/09/2026) sekitar pukul 12.00 WIB, korban berpamitan kepada para ABK untuk beristirahat dan tidur. Dua jam berselang, suasana di atas kapal berubah, sekitar pukul 14.00 WIB, saat korban hendak dibangunkan, Marsali ternyata sudah tidak memberikan respons. Setelah diperiksa, korban diketahui telah meninggal dunia.

“Pada Jumat sekitar pukul 14.00 WIB, saat korban hendak dibangunkan, korban sudah meninggal dunia,” lanjut IPTU Iksan.

Meski diliputi suasana duka, perjalanan kapal tetap dilanjutkan menuju daratan. Jenazah Marsali dibawa bersama kapal dan seluruh ABK hingga akhirnya KM JITU tiba di TPI Palang pada Sabtu (19/09/2026) sekitar pukul 08.00 WIB.

Posisi kapal ketika peristiwa tersebut terjadi diketahui berada sekitar 140 mil dari bibir pantai TPI Palang. Setibanya di daratan, jenazah langsung menjalani pemeriksaan luar oleh tim medis. Hasil pemeriksaan sementara tidak menemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.

“Dari pemeriksaan luar tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan. Korban diduga meninggal akibat sakit,” kata Iksan.

Keterangan keluarga turut menjadi petunjuk mengenai kondisi kesehatan korban. Marsali disebut memiliki riwayat vertigo dan tekanan darah tinggi.

Setelah seluruh proses pemeriksaan selesai, jenazah kemudian diserahkan kepada pihak keluarga. Marsali dibawa ke rumah duka untuk selanjutnya dimakamkan.

Perjalanan melaut yang semula diharapkan membawa hasil tangkapan, akhirnya berakhir dengan kepulangan jenazah salah seorang awak kapal ke rumahnya. (Az/Kiev)

Editor : Mukhyidin Khifdi

Berita Terkait

Tongkang Terbalik di Laut TPPI Tuban, Bawa Alat Pancang Proyek Breakwater
Baru Sebulan Beroperasi, Sekolah Rakyat Tuban Memakan Korban
Rekayasa Ring Road Tuban Bikin Waswas Pengendara
Warga Socorejo Geruduk SIG Tuban
Polemik Warga Pongpongan Masuk Desil 6, ULP PLN Tuban Beri Penjelasan
Kecelakaan Maut di PT IMB Diselidiki, Pengawas Temukan Tindakan Berbahaya
13 Pekerja PLN Tanjung Awar-Awar Tuban Akhirnya Dapat Kepastian
Dua Residivis Surabaya Kembali Beraksi di Tuban, Jejak CCTV Antar Polisi ke Pelaku

Berita Terkait

Sabtu, 19 September 2026 - 15:02 WIB

Pulang dari Laut, Nelayan Tuban Meregang Nyawa di Atas Kapal KM JITU

Jumat, 18 September 2026 - 17:40 WIB

Tongkang Terbalik di Laut TPPI Tuban, Bawa Alat Pancang Proyek Breakwater

Kamis, 17 September 2026 - 20:22 WIB

Baru Sebulan Beroperasi, Sekolah Rakyat Tuban Memakan Korban

Kamis, 17 September 2026 - 19:42 WIB

Rekayasa Ring Road Tuban Bikin Waswas Pengendara

Kamis, 17 September 2026 - 18:02 WIB

Warga Socorejo Geruduk SIG Tuban

Berita Terbaru

Seorang siswa Sekolah Rakyat Tuban mendapatkan perawatan medis di rumah sakit setelah terluka dalam insiden ambruknya material pada bagian luar asrama, Rabu (16/09/2026), (Aji Swasto/Liputansatu.id).

Peristiwa

Baru Sebulan Beroperasi, Sekolah Rakyat Tuban Memakan Korban

Kamis, 17 Sep 2026 - 20:22 WIB

Suasana persimpangan Jalan Ringroad dan Jalan Raya Tuban-Merakurak (gambar : Assa Annazili)

Daerah

Rekayasa Ring Road Tuban Bikin Waswas Pengendara

Kamis, 17 Sep 2026 - 19:42 WIB

Warga Socorejo ditemui Senior Manager Corporate Communication PT SIG Tuban Dharma Sunyata (17/09/2026) (gambar : Assa Annazili)

Daerah

Warga Socorejo Geruduk SIG Tuban

Kamis, 17 Sep 2026 - 18:02 WIB

Banner Liputansatu
Banner Liputansatu
Banner Liputansatu