Nelayan Palang Tuban Keluhkan TPI, Komisi III DPRD Soroti Sistem Pembayaran yang Bermasalah

- Reporter

Rabu, 7 Mei 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua Komisi III DPRD Tuban, Tulus Setyo Utomo, menyatakan bahwa UPT TPI dan dinas terkait harus segera menyelesaikan masalah pembayaran yang molor di TPI Palang,(Assayid Annazili/Liputansatu.id).

Ketua Komisi III DPRD Tuban, Tulus Setyo Utomo, menyatakan bahwa UPT TPI dan dinas terkait harus segera menyelesaikan masalah pembayaran yang molor di TPI Palang,(Assayid Annazili/Liputansatu.id).

Nelayan Pindah ke TPI Brondong Akibat Pembayaran Molor

Tuban – Nelayan di Desa Palang, Kecamatan Palang, Kabupaten Tuban, mengeluhkan pengelolaan Tempat Pelelangan Ikan (TPI) yang dianggap bermasalah, terutama dalam hal pencairan hasil penjualan ikan yang dibayar molor. Situasi ini membuat sebagian besar nelayan memilih bersandar ke TPI di kabupaten lain, seperti Brondong, sehingga berimbas pada turunnya Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan pendapatan masyarakat lokal.

Kades: 70 Persen Nelayan Pilih Pindah Sandar

Kepala Desa Palang, As’ad, menyampaikan bahwa sekitar 70% nelayan di desanya kini lebih memilih TPI Brondong sebagai tempat bersandar dan menjual hasil tangkapan. Ia menilai keputusan ini berdampak negatif terhadap ekonomi lokal dan PAD desa.

Nelayan: Kami Butuh Pembayaran Cepat

Keluhan serupa disampaikan oleh Irwan, salah satu nelayan setempat. Ia menyebutkan bahwa sistem pembayaran di TPI Palang sangat menyulitkan, karena uang hasil penjualan baru diterima setelah ikan laku terjual, berbeda dengan TPI Brondong yang membayar langsung setelah proses penimbangan.

“Di sini kita menunggu ikan laku baru dibayar. Mau berlayar saja sudah keluar uang banyak untuk solar dan menggaji ABK. Kalau pencairan mundur, dari mana kita punya uang?” keluh Irwan.

Komisi III DPRD Tuban: Jangan Sampai PAD Bocor

Ketua Komisi III DPRD Tuban, Tulus Setyo Utomo, menyatakan bahwa UPT TPI dan dinas terkait harus segera menyelesaikan permasalahan ini. Ia menekankan pentingnya menjaga PAD dan memastikan kesejahteraan nelayan serta pekerja lepas di sekitar TPI.

“Jangan sampai nelayan dirugikan. Kasihan mereka sudah bekerja untuk keluarga,” ujar politisi PDI-P tersebut.

Dinas Terkait Lakukan Evaluasi dan Mutasi

Menanggapi polemik ini, Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan (DKP2P) Kabupaten Tuban, Eko Julianto, menyebutkan bahwa evaluasi telah dilakukan dan beberapa petugas UPT TPI sudah dimutasi sebagai tindak lanjut.

“Kami segera melakukan evaluasi, dan beberapa petugas telah kami pindah,” jelasnya.(Az)

Berita Terkait

SIG Tuban Bantah Abaikan Pencemaran, Sebut Debu Akibat Gangguan Teknis Peralatan Produksi
Gedung Permanen Rampung, Sekolah Rakyat Tuban Mulai Tahun Ajaran Baru dengan 256 Siswa
Janji Tinggal Janji, Warga Socorejo Blokade Pelabuhan SIG Tuban
Krisis Air Bersih di Situbondo, Warga Rela Antre Jerigen demi Dapat Bantuan BPBD
Kemarau Panjang, Warga Gunung Putri Situbondo Jalan Kaki 5 Kilometer Cari Air Bersih
Ratusan Warga Tuban Nikmati Layanan Kesehatan Gratis, SBI Jangkau 16 Desa
Bank Jatim Kembali Tegaskan Komitmen Dukung Pembangunan Tuban, Salurkan CSR di Festival Mangrove Jatim X
PT SIG Mangkir dari Audiensi DPRD Tuban, Keluhan Debu Warga Belum Temui Solusi

Berita Terkait

Kamis, 30 Juli 2026 - 19:24 WIB

SIG Tuban Bantah Abaikan Pencemaran, Sebut Debu Akibat Gangguan Teknis Peralatan Produksi

Kamis, 30 Juli 2026 - 19:12 WIB

Gedung Permanen Rampung, Sekolah Rakyat Tuban Mulai Tahun Ajaran Baru dengan 256 Siswa

Kamis, 30 Juli 2026 - 19:01 WIB

Janji Tinggal Janji, Warga Socorejo Blokade Pelabuhan SIG Tuban

Kamis, 30 Juli 2026 - 16:41 WIB

Krisis Air Bersih di Situbondo, Warga Rela Antre Jerigen demi Dapat Bantuan BPBD

Kamis, 30 Juli 2026 - 15:36 WIB

Kemarau Panjang, Warga Gunung Putri Situbondo Jalan Kaki 5 Kilometer Cari Air Bersih

Berita Terbaru