Khofifah: Silaturahmi Lebaran dengan Misi Ekonomi
Surabaya – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menggelar acara halal bihalal bersama Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), koperasi, dan pelaku UMKM se-Jawa Timur di Gedung Negara Grahadi, Kamis (10/04/2025). Namun, lebih dari sekadar silaturahmi, acara ini menjadi wadah untuk menyatukan visi dan memperkuat sinergi ekonomi pasca-Lebaran.
Dengan dihadiri oleh ratusan pelaku ekonomi dan pimpinan lembaga daerah, acara ini menjadi ajang refleksi sekaligus konsolidasi menghadapi tantangan ekonomi global dan domestik yang semakin kompleks. Momen Idulfitri, menurut Khofifah, bukan hanya tentang memaafkan, tetapi juga membangun semangat kebersamaan dalam menghadapi masa depan.
“BUMD dan UMKM adalah pilar utama ekonomi Jawa Timur. Lewat kolaborasi yang kuat, kita bisa menghadirkan pertumbuhan yang inklusif dan berkeadilan,” ujar Khofifah dalam sambutannya.
Emil Dardak: Digitalisasi Jadi Kunci UMKM Tumbuh
Wakil Gubernur Emil Dardak dalam kesempatan itu menambahkan pentingnya digitalisasi dan peningkatan literasi keuangan untuk memperkuat daya saing UMKM. Ia menyebut bahwa pemulihan ekonomi harus disertai dengan inovasi dan keberanian untuk berubah.
“Kita harus bergerak cepat. UMKM tidak cukup hanya mengandalkan pasar lokal, tapi juga harus siap menembus pasar digital dan regional,” kata Emil, yang juga menyampaikan inisiatif Pemprov dalam mendampingi UMKM bertransformasi digital melalui pelatihan dan pendampingan intensif.
Forum Diskusi Antarpelaku Ekonomi Lokal
Acara halal bihalal ini juga diisi dengan sesi diskusi terbatas yang mempertemukan kepala BUMD dan pelaku usaha kecil menengah. Dalam forum tersebut, dibahas strategi kolaboratif terkait pembiayaan, penyerapan produk lokal oleh BUMD, hingga penciptaan ekosistem distribusi yang lebih efisien.
Hadir pula beberapa tokoh penting dari sektor keuangan daerah, perbankan syariah, dan komunitas koperasi yang menyatakan komitmen untuk memperluas jangkauan produk lokal hingga pasar ekspor.
Dekorasi Lokal Sebagai Simbol Kekuatan Daerah
Salah satu hal unik dari acara ini adalah dekorasi panggung dan area utama yang sepenuhnya memanfaatkan hasil bumi lokal, mulai dari buah naga, semangka, tomat, hingga cabai rawit. Semua hasil panen tersebut berasal dari petani binaan UMKM yang tersebar di berbagai wilayah Jatim.
Dekorasi ini bukan sekadar estetika, tetapi juga bentuk penghargaan terhadap sektor pertanian dan pangan yang telah menopang ketahanan ekonomi selama masa krisis. Hal ini sekaligus menegaskan bahwa sektor primer tak bisa dipisahkan dari pembangunan daerah secara menyeluruh.
Optimisme dan Harapan Baru Pascalebaran
Acara ditutup dengan santap bersama hidangan khas Lebaran seperti lontong kupang, tahu campur, dan rawon. Para peserta juga diajak mengunjungi galeri UMKM mini yang memamerkan produk unggulan binaan Pemprov, seperti batik tulis, kerajinan bambu, hingga olahan makanan khas daerah.
Kehangatan silaturahmi yang tercipta diharapkan menjadi fondasi dari semangat baru membangun ekonomi Jatim. Menurut Khofifah, stabilitas sosial dan harmoni lintas sektor akan memperkuat ketahanan dan keberlanjutan ekonomi daerah di tengah berbagai tantangan nasional maupun global.
“Inilah saatnya kita bangkit bersama, dengan semangat gotong royong dan rasa saling percaya,” tutup Khofifah.(Ron)
Editor : Mukhyidin Khifdhi












