Tuban – Warga Dusun Mlangwe, Desa Mentoso, Kecamatan Jenu, Kabupaten Tuban mengeluhkan kondisi listrik yang tidak stabil dalam kurun waktu cukup lama. Tegangan listrik yang terus menurun disebut telah menyebabkan kerusakan berbagai peralatan elektronik milik warga.
Berdasarkan keterangan yang dihimpun, tegangan listrik di wilayah tersebut hanya berada di kisaran 180 volt, jauh di bawah standar normal sekitar 220 volt. Kondisi ini membuat listrik hanya mampu digunakan untuk penerangan, sementara peralatan lain tidak dapat berfungsi sebagaimana mestinya.
Peralatan Rusak, Kerugian Warga Membengkak
Sejumlah perangkat rumah tangga seperti mesin cuci, kulkas, televisi, hingga pompa air dilaporkan mengalami kerusakan. Kerugian material yang ditanggung warga pun tidak sedikit.
Salah satu warga, Andi, mengaku terdampak langsung akibat persoalan tersebut. Ia menyebut pompa air dan perangkat komputernya sudah tidak bisa digunakan.
“Bukan hanya di rumah, fasilitas umum seperti kulkas di masjid juga ikut rusak. Paling banyak yang terdampak itu mesin cuci,” ujarnya.
Menurutnya, hampir seluruh warga di lingkungan sekitar mengalami hal serupa.
Sudah 1,5 Tahun, Kondisi Semakin Parah
Andi mengungkapkan, persoalan ini telah berlangsung sekitar satu setengah tahun dan semakin memburuk dalam empat bulan terakhir.
Pada siang hingga malam hari, listrik hanya cukup untuk menyalakan lampu. Sementara itu, perangkat elektronik lainnya tidak dapat digunakan secara optimal.
Kondisi baru sedikit membaik pada dini hari sekitar pukul 02.00 WIB, saat beban listrik menurun. Pada waktu tersebut, beberapa perangkat baru dapat berfungsi normal.
Dampak Meluas Hingga Ganggu Pasokan Air
Rendahnya tegangan listrik tidak hanya berdampak pada peralatan elektronik, tetapi juga mengganggu pasokan air bersih. Pompa air yang tidak bekerja maksimal membuat distribusi air ke rumah warga sering terhambat.
Warga menduga tingginya penggunaan pompa air bor menjadi salah satu pemicu. Namun demikian, mereka menilai kapasitas trafo yang tidak memadai menjadi penyebab utama persoalan ini.
PLN Pasang Trafo Sementara, Warga Minta Solusi Permanen
Kepala Desa Mentoso, Eko Harianto, membenarkan adanya keluhan tersebut. Pihak desa telah melaporkan kondisi ini kepada PLN dan masih menunggu tindak lanjut.
“Kami sudah mengajukan laporan, dan saat ini masih menunggu penanganan,” ujarnya.
Ia mengaku turut terdampak hingga harus mengganti mesin cuci yang rusak. Sebagai langkah sementara, pihak desa juga memasang alat penstabil tegangan listrik.
Sementara itu, PLN melalui Unit Layanan Pelanggan (ULP) Tuban menyatakan gangguan disebabkan oleh masalah pada trafo. Saat ini, penanganan dilakukan dengan memasang trafo mobile.
Namun langkah tersebut dinilai belum menjawab kebutuhan jangka panjang warga.
Ancaman Aksi Protes Jika Tak Ada Perbaikan
Hingga kini, warga masih menunggu perbaikan permanen dari pihak terkait. Mereka berharap ada langkah konkret dalam waktu dekat, bukan sekadar solusi sementara.
Jika tidak ada perbaikan signifikan dalam dua minggu ke depan, warga bahkan berencana melakukan aksi protes sebagai bentuk kekecewaan terhadap kondisi yang tak kunjung terselesaikan. (Az)












