Promo
Selamat Menunaikan Ibadah Puasa Ramadan 1447 H 2026 M Pemerintah Kabupaten Tuban

Listrik Hanya 180 Volt, Warga Jenu Tuban Rugi Peralatan, Solusi PLN Dinilai Belum Permanen

- Reporter

Senin, 30 Maret 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tegangan Listrik 180 Volt di Tuban Picu Kerusakan Massal Peralatan Warga,  (Assayid Annazili/Liputansatu.id).

Tegangan Listrik 180 Volt di Tuban Picu Kerusakan Massal Peralatan Warga, (Assayid Annazili/Liputansatu.id).

Tuban – Warga Dusun Mlangwe, Desa Mentoso, Kecamatan Jenu, Kabupaten Tuban mengeluhkan kondisi listrik yang tidak stabil dalam kurun waktu cukup lama. Tegangan listrik yang terus menurun disebut telah menyebabkan kerusakan berbagai peralatan elektronik milik warga.
Berdasarkan keterangan yang dihimpun, tegangan listrik di wilayah tersebut hanya berada di kisaran 180 volt, jauh di bawah standar normal sekitar 220 volt. Kondisi ini membuat listrik hanya mampu digunakan untuk penerangan, sementara peralatan lain tidak dapat berfungsi sebagaimana mestinya.

Peralatan Rusak, Kerugian Warga Membengkak

Sejumlah perangkat rumah tangga seperti mesin cuci, kulkas, televisi, hingga pompa air dilaporkan mengalami kerusakan. Kerugian material yang ditanggung warga pun tidak sedikit.
Salah satu warga, Andi, mengaku terdampak langsung akibat persoalan tersebut. Ia menyebut pompa air dan perangkat komputernya sudah tidak bisa digunakan.
“Bukan hanya di rumah, fasilitas umum seperti kulkas di masjid juga ikut rusak. Paling banyak yang terdampak itu mesin cuci,” ujarnya.
Menurutnya, hampir seluruh warga di lingkungan sekitar mengalami hal serupa.

Sudah 1,5 Tahun, Kondisi Semakin Parah

Andi mengungkapkan, persoalan ini telah berlangsung sekitar satu setengah tahun dan semakin memburuk dalam empat bulan terakhir.
Pada siang hingga malam hari, listrik hanya cukup untuk menyalakan lampu. Sementara itu, perangkat elektronik lainnya tidak dapat digunakan secara optimal.
Kondisi baru sedikit membaik pada dini hari sekitar pukul 02.00 WIB, saat beban listrik menurun. Pada waktu tersebut, beberapa perangkat baru dapat berfungsi normal.

Dampak Meluas Hingga Ganggu Pasokan Air

Rendahnya tegangan listrik tidak hanya berdampak pada peralatan elektronik, tetapi juga mengganggu pasokan air bersih. Pompa air yang tidak bekerja maksimal membuat distribusi air ke rumah warga sering terhambat.
Warga menduga tingginya penggunaan pompa air bor menjadi salah satu pemicu. Namun demikian, mereka menilai kapasitas trafo yang tidak memadai menjadi penyebab utama persoalan ini.

PLN Pasang Trafo Sementara, Warga Minta Solusi Permanen

Kepala Desa Mentoso, Eko Harianto, membenarkan adanya keluhan tersebut. Pihak desa telah melaporkan kondisi ini kepada PLN dan masih menunggu tindak lanjut.
“Kami sudah mengajukan laporan, dan saat ini masih menunggu penanganan,” ujarnya.
Ia mengaku turut terdampak hingga harus mengganti mesin cuci yang rusak. Sebagai langkah sementara, pihak desa juga memasang alat penstabil tegangan listrik.
Sementara itu, PLN melalui Unit Layanan Pelanggan (ULP) Tuban menyatakan gangguan disebabkan oleh masalah pada trafo. Saat ini, penanganan dilakukan dengan memasang trafo mobile.
Namun langkah tersebut dinilai belum menjawab kebutuhan jangka panjang warga.

Ancaman Aksi Protes Jika Tak Ada Perbaikan

Hingga kini, warga masih menunggu perbaikan permanen dari pihak terkait. Mereka berharap ada langkah konkret dalam waktu dekat, bukan sekadar solusi sementara.
Jika tidak ada perbaikan signifikan dalam dua minggu ke depan, warga bahkan berencana melakukan aksi protes sebagai bentuk kekecewaan terhadap kondisi yang tak kunjung terselesaikan. (Az)

Berita Terkait

Polisi Bongkar Hoaks Pocong Jadi-jadian di BTN RSUD Melawi
Tangis Haru Keluarga Sambut Kepulangan 1.126 Jamaah Haji Tuban
Jaring Tersangkut Tiang Pancang Proyek Terminal LPG Tuban, Nelayan Gadon Minta Kompensasi
Polisi Tetapkan Suami Sebagai Tersangka Pembunuhan Bidan di Situbondo
Terkuak! Suami Sendiri Diduga Bunuh Bidan Situbondo Yang Ditemukan Tewas di Drainase
Bidan RSUD Besuki Ditemukan Tewas di Drainase Pantura Situbondo
IMM Tuban Periode 2026-2027 Resmi Dilantik, Isu Perempuan Jadi Prioritas
Meski Damai, Oknum Polisi Terduga Pemukul Badut di Tuban Tetap Diperiksa Propam

Berita Terkait

Senin, 8 Juni 2026 - 23:25 WIB

Polisi Bongkar Hoaks Pocong Jadi-jadian di BTN RSUD Melawi

Senin, 8 Juni 2026 - 18:29 WIB

Tangis Haru Keluarga Sambut Kepulangan 1.126 Jamaah Haji Tuban

Senin, 8 Juni 2026 - 17:48 WIB

Jaring Tersangkut Tiang Pancang Proyek Terminal LPG Tuban, Nelayan Gadon Minta Kompensasi

Senin, 8 Juni 2026 - 16:57 WIB

Polisi Tetapkan Suami Sebagai Tersangka Pembunuhan Bidan di Situbondo

Sabtu, 6 Juni 2026 - 23:55 WIB

Bidan RSUD Besuki Ditemukan Tewas di Drainase Pantura Situbondo

Berita Terbaru

Tersangka kasus pembunuhan bidan RSUD Besuki didampingi petugas saat berada di depan ruang Satreskrim Polres Situbondo untuk menjalani pemeriksaan dalam proses penyidikan, (Fia Rahma/Liputansatu.id).

Hukum Kriminal

Polisi Tetapkan Suami Sebagai Tersangka Pembunuhan Bidan di Situbondo

Senin, 8 Jun 2026 - 16:57 WIB

Advertisement
Promo Shopee
Berita Terbaru Hari Ini LiputanSatu.id
Ilustrasi LiputanSatu
Berita Tuban Terkini LiputanSatu.id
Gambar Berita LiputanSatu
Kabar Tuban Hari Ini - Klik Selengkapnya di LiputanSatu.id