Tuban – Misteri pemilik sebuah SUV mewah yang sempat menjadi perhatian publik karena terparkir di halaman DPRD Tuban akhirnya terungkap. Kendaraan tersebut diketahui dimiliki oleh seorang pelajar/mahasiswa yang beralamat di Desa Sugihwaras.
Kendaraan itu sebelumnya terlihat berada di area gedung dewan saat berlangsungnya sidang Paripurna LKPJ pada Jumat (13/03/2026). Kehadirannya sontak memicu berbagai spekulasi di tengah masyarakat terkait identitas pemilik kendaraan bernilai tinggi tersebut.
Identitas Pemilik Mobil Mewah di DPRD Tuban
Setelah ramai diperbincangkan, Satlantas Polres Tuban langsung melakukan penelusuran. Dari hasil pengecekan, polisi memastikan bahwa identitas pemilik kendaraan telah diketahui.
Kanit Turjagwali Satlantas Polres Tuban, Ipda Risky Dwi Prasetyo, menegaskan bahwa pihaknya tetap akan melakukan penindakan apabila ditemukan pelanggaran, khususnya terkait modifikasi kendaraan yang tidak sesuai aturan.
“Apabila di jalan kami menemukan kendaraan yang dimodifikasi tidak sesuai dengan aturan yang berlaku, tentu akan kami lakukan penindakan sesuai dengan pelanggaran yang ada,” ujarnya kepada pewarta, Sabtu (14/3/2026).
Ia juga menegaskan bahwa penegakan hukum dilakukan secara objektif tanpa memandang latar belakang pemilik kendaraan.
Selain itu, Satlantas Polres Tuban mengimbau masyarakat, khususnya pemilik kendaraan yang melakukan modifikasi, agar tetap mematuhi ketentuan yang berlaku demi menjaga keselamatan dan ketertiban lalu lintas.
“Kami mengimbau kepada masyarakat agar modifikasi kendaraan tetap sesuai dengan ketentuan yang berlaku demi keselamatan bersama,” tegasnya.
Sorotan Publik: Antara Gaya Hidup dan Realitas Ekonomi
Di balik terungkapnya identitas pemilik, publik kini menyoroti aspek lain yang lebih luas. Muncul pertanyaan tentang bagaimana seorang mahasiswa mampu memiliki aset kendaraan bernilai miliaran rupiah, di tengah realitas mayoritas pelajar yang masih bergantung pada orang tua atau beasiswa.
Fenomena ini tak sekadar memantik rasa penasaran, tetapi juga membuka ruang refleksi tentang transparansi sumber kekayaan, etika sosial, hingga kesenjangan ekonomi yang kian terlihat di ruang publik. Dalam konteks sosial yang lebih luas, kasus ini menjadi gambaran kontras antara simbol kemewahan dan realitas ekonomi sebagian besar masyarakat. (Aj)
Editor : Kief












