Menu Program MBG di Bektiharjo Tuban Tuai Kritik Saat Libur Semester

- Reporter

Senin, 22 Desember 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menu untuk empat hari yang disediakan oleh SPPG Bektiharjo Tuban, (Assayid Annazili/Liputansatu.id).

Menu untuk empat hari yang disediakan oleh SPPG Bektiharjo Tuban, (Assayid Annazili/Liputansatu.id).

Tuban – Pelaksanaan program unggulan nasional Makan Bergizi Gratis (MBG) di Desa Bektiharjo, Kecamatan Semanding, Kabupaten Tuban, menuai kritik dari orang tua siswa. Di tengah momentum libur semester yang dimulai pada Senin (22/12/2025), distribusi paket gizi disinyalir melenceng dari pedoman teknis akibat penerapan sistem “rapel” yang dinilai tidak sebanding dengan nilai anggaran.

Distribusi Empat Hari Digabung

Kebijakan pengelola yang menggabungkan jatah konsumsi empat hari sekaligus dalam satu kali distribusi memicu kekecewaan wali murid sekolah penerima manfaat. Salah satu orang tua siswa yang enggan disebutkan namanya menilai skema tersebut tidak relevan bagi pemenuhan gizi anak.
“Kami hanya menerima satu menu basah untuk hari Senin. Sisanya, jatah tanggal 23, 24, dan 27 Desember diganti paket menu kering yang sangat minimalis,” keluhnya kepada awak media.

Menu Kering Dinilai Tak Penuhi Standar Gizi Anak

Menurut wali murid tersebut, paket menu kering yang diterima hanya berupa tiga kotak susu kecil, tiga buah roti, serta masing-masing satu buah pisang, jeruk, dan buah naga. Ia menilai paket tersebut jauh dari konsep makan siang bergizi.
“Ini bukan makan bergizi gratis, tapi hanya camilan ringan,” tegasnya.

Selain kandungan gizi, ia juga menyoroti aspek psikologis anak usia dini yang membutuhkan daya tarik dalam penyajian makanan. Menurutnya, kualitas MBG di wilayah tersebut tertinggal dibandingkan daerah lain.
“Kami berharap anak-anak mendapatkan hak gizi dengan standar yang sama, baik dari kualitas menu maupun penyajiannya,” tambahnya.

Guru Benarkan Dugaan Ketidaksesuaian Anggaran

Dugaan ketidaksesuaian antara alokasi anggaran negara dengan realitas menu di lapangan diperkuat oleh keterangan salah satu tenaga pengajar setempat. Seorang guru di sekolah penerima manfaat membenarkan bahwa kualitas menu sistem rapel tersebut jauh dari ekspektasi standar gizi.
“Kalau dihitung, nilai menu kering itu disinyalir tidak sebanding dengan pagu anggaran SPPG per siswa per hari,” ujarnya.

Menurutnya, esensi utama program MBG adalah pemenuhan protein, karbohidrat, dan serat segar secara harian bagi siswa.
“Jika diganti roti dan susu kotak untuk tiga hari ke depan, jelas tujuan pemenuhan gizi seimbang tidak tercapai,” tambahnya.
Ia menduga sistem rapel tersebut lebih mengutamakan kemudahan logistik pihak pengelola dibanding kebutuhan nutrisi anak yang berada dalam masa pertumbuhan emas.

SPPG Bektiharjo Diduga Dikelola Yayasan ICT

Berdasarkan penelusuran di lapangan, operasional SPPG Bektiharjo 2 diduga berada di bawah naungan Yayasan Insan Cendekia Tuban (ICT). Namun, upaya konfirmasi kepada Ketua Yayasan melalui pesan singkat tidak mendapatkan respons hingga berita ini diterbitkan.

Pantauan di lokasi menunjukkan bangunan SPPG dalam kondisi tertutup rapat. Pewarta juga telah mencoba menghubungi Kepala SPPG melalui sambungan telepon dan pesan singkat, namun tidak memperoleh klarifikasi.

Persoalan di Desa Bektiharjo ini dikhawatirkan menjadi preseden buruk bagi implementasi program strategis nasional di tingkat daerah. Masyarakat mendesak instansi terkait untuk segera melakukan evaluasi dan pengawasan ketat, agar tujuan utama program MBG benar-benar dirasakan oleh siswa penerima manfaat. (Az)

Editor : Kief

Berita Terkait

Dugaan Penyelewengan BBM Bersubsidi di SPBU Sukolilo Bancar, Tuban
Desakan Transparansi Aliran Dana Dugaan Korupsi Kuota Haji Menguat
Kalah Dari Pasuruan United, Langkah Persatu Tuban Terhenti Dibabak 32 Besar Liga 4 Jatim 2026
Update Penemuan Mayat di Sungai Sampean Lama: Korban Dipastikan Perempuan
Pembalakan Liar Marak di Tuban, 11 Batang Kayu Jati Diamankan di KPH Jatirogo
Kasus Burung Cendet Baluran: Kakek Masir Bebas Setelah 5 Bulan 20 Hari Ditahan
Alih Fungsi KUD Jadi Dapur MBG di Senori Disorot, Pemerintah Desa dan Forkopimcam Mengaku Tak Tahu
Sesosok Mayat Mr X Ditemukan Mengapung di Sungai Sampean Lama Situbondo

Berita Terkait

Sabtu, 10 Januari 2026 - 23:55 WIB

Dugaan Penyelewengan BBM Bersubsidi di SPBU Sukolilo Bancar, Tuban

Sabtu, 10 Januari 2026 - 13:03 WIB

Desakan Transparansi Aliran Dana Dugaan Korupsi Kuota Haji Menguat

Sabtu, 10 Januari 2026 - 07:54 WIB

Kalah Dari Pasuruan United, Langkah Persatu Tuban Terhenti Dibabak 32 Besar Liga 4 Jatim 2026

Jumat, 9 Januari 2026 - 18:45 WIB

Update Penemuan Mayat di Sungai Sampean Lama: Korban Dipastikan Perempuan

Jumat, 9 Januari 2026 - 18:06 WIB

Pembalakan Liar Marak di Tuban, 11 Batang Kayu Jati Diamankan di KPH Jatirogo

Berita Terbaru

Pembeli solar bersubsidi menggunakan drum 200 liter diduga tanpa surat rekom dan abaikan konsumen kendaraan pribadi, (Assayid Annazili/Liputansatu.id).

Hukum Kriminal

Dugaan Penyelewengan BBM Bersubsidi di SPBU Sukolilo Bancar, Tuban

Sabtu, 10 Jan 2026 - 23:55 WIB

Advertisement
Promo Shopee