Promo
Selamat Menunaikan Ibadah Puasa Ramadan 1447 H 2026 M Pemerintah Kabupaten Tuban

Musala Pondok Pesantren Al Khoziny di Sidoarjo Ambruk, Puluhan Santri Terjebak

- Reporter

Senin, 29 September 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bangunan musholla Ponpes Al Khoziny Ambruk yang mengakibatkan puluhan santri terjebak di reruntuhan, (Roni Hidayat/Liputansatu.id).

Bangunan musholla Ponpes Al Khoziny Ambruk yang mengakibatkan puluhan santri terjebak di reruntuhan, (Roni Hidayat/Liputansatu.id).

Sidoarjo — Musala Pondok Pesantren (Ponpes) Al Khoziny di Desa Buduran, Kabupaten Sidoarjo, ambruk pada Senin (29/09/2025) sekitar pukul 15.00 WIB, ketika puluhan santri tengah melaksanakan Salat Asar berjamaah. Sejumlah santri dilaporkan terjebak di bawah reruntuhan.

Kronologi Kejadian

Musala tersebut terletak di asrama santri putra dan saat kejadian bangunan itu diketahui dalam tahap pembangunan/renovasi.
Menurut Ketua RT setempat, Munir, kejadian bermula segera setelah Salat Asar. “Habis salat Asar itu ada suara gemuruh ada getaran seperti gempa, ternyata musala,” ucapnya. Munir juga menyebut bahwa dari reruntuhan sempat terdengar suara orang berteriak minta tolong.
Seorang santri yang bernama Wahid (atau “Wakid” di sebagian laporan) menyebut saat bangunan runtuh sedang berada pada rakaat kedua. “Ketika masuk rakaat kedua bagian ujung musala ambruk, lalu merembet ke bagian lain gedung,” kata Wahid. Laporan lain menyebut nama “Wakid” dan mendeskripsikan bahwa ada sekitar 100 santri sedang beribadah ketika musala roboh.

Pernyataan pengasuh Ponpes Al Khoziny

Di lain pihak, pengasuh Ponpes Al Khoziny, KH Abdus Salam Mujib, menyatakan bahwa bagian yang runtuh adalah pengecoran paling atas (dek), yang kemungkinan menjadi titik lemah struktur. “Ini pengecoran yang terakhir saja, itu jebol … Proses pembangunan sudah lama, sudah 9 bulan. Kurang lebih 9 sampai 10 bulan,” ujarnya. Ia mengaku tidak bisa memastikan secara visual apakah pekerjaan itu benar-benar telah selesai, atau apakah ada kegagalan teknis dalam pengecoran. Beberapa laporan media menyebut bahwa atap atau dek bagian atas tak mampu menahan beban lantai yang berada di bawahnya, atau material bangunan belum tersebar merata sehingga struktur bawah menjadi lemah.

Kondisi Korban dan Proses Evakuasi

Hingga Malam hari, satu korban meninggal dua orang santri berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat dan langsung dilarikan ke rumah sakit. Namun, belum ada keterangan resmi terkait jumlah pasti korban maupun kondisi santri lainnya.
Upaya Evakuasi & Respons Penyelamatan
Evakuasi dilakukan secara masif dan melibatkan banyak unsur. Di lokasi, tim gabungan dari Basarnas, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Timur, TNI, Polri, serta relawan dikerahkan.
Sebanyak 15 ambulans dilaporkan sudah merapat ke lokasi untuk mengevakuasi korban ke rumah sakit. Petugas menggunakan alat berat dan ekskavator untuk membuka jalur dan mengeruk puing-puing beton.
Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Dardak, juga hadir di lokasi untuk memantau langsung proses evakuasi dan memberikan arahan.

Kendala di Lapangan

Kendala utama yang dihadapi adalah akses menuju reruntuhan yang sempit dan tertutup material beton berat. Banyak jalur kendaraan besar tidak bisa masuk. Puing-puing menumpuk tinggi, sehingga petugas harus ekstra hati-hati agar tak memicu ambruk susulan.
Keluarga santri dan warga setempat tampak menunggu di sekitar lokasi, sambil berusaha memperoleh kepastian tentang kondisi putra-putri mereka. Suara tangis dan seruan minta tolong kerap terdengar menyayat hati di antara langkah petugas menyisir reruntuhan.

Penyebab Masih Diselidiki

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi mengenai penyebab ambruknya musala. Pihak berwenang masih menyelidiki apakah runtuhnya bangunan dipicu faktor struktural, kelalaian konstruksi, atau penyebab teknis lainnya.
Keluarga korban dan masyarakat mendesak agar penyelidikan dilakukan secara transparan guna memastikan tidak ada unsur kelalaian dalam peristiwa tragis ini. (Ron)

Editor : Kief

Berita Terkait

Bidan RSUD Besuki Ditemukan Tewas di Drainase Pantura Situbondo
IMM Tuban Periode 2026-2027 Resmi Dilantik, Isu Perempuan Jadi Prioritas
Meski Damai, Oknum Polisi Terduga Pemukul Badut di Tuban Tetap Diperiksa Propam
Gelombang 1,5 Meter Terjang Pesisir Tuban, Dua Kapal Nelayan Hancur Dihantam Ombak
SE Sekda Tak Digubris, Jalan Bancar–Jatirogo Masih Dipenuhi Ceceran Pasir Silika
19 Dapur MBG Disuspend, Pemkab Situbondo Minta Disikapi Sebagai Evaluasi
Jelang Operasi Patuh Kapuas 2026, Polres Melawi Bidik Balap Liar dan Knalpot Brong
Modus Lowongan Kerja di Pabrik Semen, Warga Tuban Rugi Rp54 Juta

Berita Terkait

Sabtu, 6 Juni 2026 - 23:55 WIB

Bidan RSUD Besuki Ditemukan Tewas di Drainase Pantura Situbondo

Sabtu, 6 Juni 2026 - 21:48 WIB

IMM Tuban Periode 2026-2027 Resmi Dilantik, Isu Perempuan Jadi Prioritas

Sabtu, 6 Juni 2026 - 21:36 WIB

Meski Damai, Oknum Polisi Terduga Pemukul Badut di Tuban Tetap Diperiksa Propam

Sabtu, 6 Juni 2026 - 20:07 WIB

Gelombang 1,5 Meter Terjang Pesisir Tuban, Dua Kapal Nelayan Hancur Dihantam Ombak

Sabtu, 6 Juni 2026 - 19:33 WIB

SE Sekda Tak Digubris, Jalan Bancar–Jatirogo Masih Dipenuhi Ceceran Pasir Silika

Berita Terbaru

Petugas mengevakuasi jenazah Murtafia Rafika Devi (34), seorang bidan RSUD Besuki yang ditemukan meninggal dunia di saluran drainase Jalur Pantura Desa Kalianget, Kecamatan Banyuglugur, Situbondo, Sabtu (06/06/2026) malam, (Fia Rahma/Liputansatu.id).

Hukum Kriminal

Bidan RSUD Besuki Ditemukan Tewas di Drainase Pantura Situbondo

Sabtu, 6 Jun 2026 - 23:55 WIB

Advertisement
Promo Shopee
Berita Terbaru Hari Ini LiputanSatu.id
Ilustrasi LiputanSatu
Berita Tuban Terkini LiputanSatu.id
Gambar Berita LiputanSatu
Kabar Tuban Hari Ini - Klik Selengkapnya di LiputanSatu.id