Promo

Pemuda Situbondo Koma Usai Jadi Korban Pengeroyokan, Keluarga Minta Pelaku Ditangkap

- Reporter

Senin, 9 Februari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Korban pengeroyokan di jalan Capore, Panji Situbondo mengalami koma dan mendapatkan perawatan intensif di Rumah Sakit Koesnadi Jember, (Fia Rahma/Liputansatu.id).

Korban pengeroyokan di jalan Capore, Panji Situbondo mengalami koma dan mendapatkan perawatan intensif di Rumah Sakit Koesnadi Jember, (Fia Rahma/Liputansatu.id).

Situbondo – Seorang pemuda bernama Muhammad Nur Huda (18), warga Dusun Krajan, Desa/Kecamatan Kapongan, Kabupaten Situbondo, harus menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Soebandi, Jember, sejak Senin (09/02/2026).
Nur Huda mengalami koma setelah diduga menjadi korban pengeroyokan oleh RZ (18) bersama dua rekannya.
Peristiwa tersebut terjadi di Jalan Cappore, Kelurahan Ardirejo, Kecamatan Panji, pada Jumat (06/02/2026).
Akibat kejadian itu, korban mengalami luka serius dan diduga mengalami pendarahan di bagian belakang kepala.

Sempat Bermalam di Rumah Teman dalam Kondisi Babak Belur

Ayah korban, Miskari Harjo, mengaku baru mengetahui anaknya menjadi korban pengeroyokan setelah Nur Huda diantar pulang oleh teman-temannya dalam kondisi memprihatinkan.
“Setelah dipukuli, anak saya tidak langsung pulang. Dia sempat bermalam di rumah temannya di Panarukan. Keesokan harinya baru diantar pulang dengan kondisi kedua mata lebam,” ujar Miskari, Senin (09/02/2026).
Melihat kondisi tersebut, keluarga segera membawa korban ke Puskesmas Kapongan untuk mendapatkan pertolongan medis awal.

Dirujuk Berantai hingga ke Rumah Sakit di Jember

Karena kondisi korban dinilai cukup parah, Nur Huda kemudian dirujuk ke RS Elizabeth dan selanjutnya ke RSUD Situbondo.
Namun keterbatasan fasilitas membuat korban kembali dirujuk ke RS Koesnadi Jember, sebelum akhirnya menjalani perawatan intensif di RS Soebandi Jember.
“Di RS Elizabeth alatnya kurang memadai, di RSUD Situbondo juga tidak bisa menangani. Akhirnya dirujuk ke RS Koesnadi Jember,” jelas Miskari.
Hasil pemeriksaan di Jember menunjukkan korban diduga mengalami darah beku di bagian belakang kepala dan hingga dua hari perawatan belum juga sadarkan diri.

Keluarga Harap Pelaku Segera Ditangkap

Pihak keluarga menilai aksi pengeroyokan tersebut sudah melampaui batas kemanusiaan.
Mereka berharap aparat kepolisian segera menangkap para pelaku dan memprosesnya sesuai ketentuan hukum yang berlaku.
“Perbuatan pelaku sudah keterlaluan. Kasus ini sudah kami laporkan ke Mapolres Situbondo. Semoga pelaku segera ditangkap,” tegas Miskari.
Selain berharap keadilan hukum, keluarga juga memohon doa masyarakat agar korban dapat segera menjalani operasi dan kembali pulih seperti sediakala.
“Saya hanya berharap anak saya bisa dioperasi dan sehat kembali,” pungkasnya. (Fia)

Editor : Kief

Berita Terkait

Saber Pangan Sidak Pasar Baru Tuban, Ini Daftar Harga Terbaru Bapokting
Sengketa Penyegelan SPPG Tegalbang Tuban Berakhir dengan Kesepakatan Rp20 Juta
Gaji Belum Dibayar, Vendor Mundur dari SIG Tuban; 105 Pekerja Mogok Kerja
Mobil Dinas Diduga Ganti Pelat Demi Isi Pertalite, Pertamina Jatuhkan Sanksi ke SPBU di Tuban
VIRAL Porsi Minim MBG di Bancar, Pengelola Akui Ada Kelalaian
Pencurian Kabel Sibel Marak di Merakurak, Sejumlah HIPPA Rugi Jutaan Rupiah
Mantan Anggota DPRD Tuban Jadi Tersangka Tambang Ilegal, Polisi Sita Excavator hingga Truk
Kuasa Hukum Erhamni Bantah Tuduhan, Polemik SPPG Tegalbang Tuban Masih Memanas

Berita Terkait

Sabtu, 14 Februari 2026 - 16:47 WIB

Saber Pangan Sidak Pasar Baru Tuban, Ini Daftar Harga Terbaru Bapokting

Sabtu, 14 Februari 2026 - 11:39 WIB

Sengketa Penyegelan SPPG Tegalbang Tuban Berakhir dengan Kesepakatan Rp20 Juta

Jumat, 13 Februari 2026 - 21:38 WIB

Gaji Belum Dibayar, Vendor Mundur dari SIG Tuban; 105 Pekerja Mogok Kerja

Jumat, 13 Februari 2026 - 18:41 WIB

Mobil Dinas Diduga Ganti Pelat Demi Isi Pertalite, Pertamina Jatuhkan Sanksi ke SPBU di Tuban

Jumat, 13 Februari 2026 - 16:57 WIB

VIRAL Porsi Minim MBG di Bancar, Pengelola Akui Ada Kelalaian

Berita Terbaru

Tampilan sajian MBG di Bancar yang dipersoalkan wali murid, (Assayid Annazili/Liputansatu.id).

Pendidikan

VIRAL Porsi Minim MBG di Bancar, Pengelola Akui Ada Kelalaian

Jumat, 13 Feb 2026 - 16:57 WIB

Advertisement
Promo Shopee