Tuban – Peristiwa meninggalnya seorang penarik becak secara mendadak terjadi di depan akses masuk Goa Akbar Tuban, Kelurahan Gedongombo, Kecamatan Semanding, Rabu (08/04/2026) pagi. Kejadian ini sontak menarik perhatian warga dan pengguna jalan yang melintas di sekitar lokasi.
Korban diketahui bernama Pujiyanto (50), warga Kelurahan Ronggomulyo, Kecamatan Tuban. Ia meninggal dunia saat tengah menjalankan aktivitasnya mengayuh becak sambil mengangkut penumpang.
Kronologi Kejadian di Pagi Hari
Kasi Humas Polres Tuban, IPTU Siswanto, menjelaskan bahwa kejadian bermula sekitar pukul 09.30 WIB. Saat itu, korban sedang mengayuh becaknya dari arah Jalan AKBP Suroko menuju Pasar Baru Tuban.
Namun, saat tiba di depan gang masuk Goa Akbar, korban tiba-tiba menghentikan laju becaknya.
“Korban mendadak berhenti, lalu terjatuh dari becaknya tanpa ada tanda-tanda sebelumnya,” ungkap IPTU Siswanto saat dikonfirmasi.
Situasi tersebut langsung mengundang perhatian warga sekitar. Beberapa saksi mata yang berada di lokasi segera bergegas memberikan pertolongan pertama.
Warga Sempat Berupaya Menolong
Warga yang melihat kejadian itu berusaha membantu korban dengan memeriksa kondisi tubuhnya. Namun, dalam waktu singkat korban tidak menunjukkan respons.
Upaya pertolongan darurat yang dilakukan warga tidak membuahkan hasil. Korban akhirnya dinyatakan meninggal dunia di lokasi kejadian sebelum sempat mendapatkan penanganan medis lanjutan.
Kondisi ini membuat suasana di sekitar lokasi sempat dipenuhi kerumunan warga yang penasaran sekaligus prihatin atas kejadian tersebut.
Pemeriksaan Polisi dan Tenaga Medis
Tak lama setelah kejadian, petugas dari Polsek Semanding bersama tenaga medis dari Puskesmas Wire tiba di lokasi untuk melakukan penanganan awal dan pemeriksaan terhadap korban.
Dari hasil pemeriksaan luar yang dilakukan, tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.
Hal ini memperkuat dugaan bahwa penyebab meninggalnya korban bukan karena tindakan kriminal, melainkan faktor kesehatan.
Riwayat Penyakit Jantung Jadi Dugaan Utama
Berdasarkan keterangan pihak keluarga, Pujiyanto diketahui memiliki riwayat penyakit jantung sejak beberapa tahun terakhir.
Diduga kuat, penyakit tersebut kambuh saat korban sedang melakukan aktivitas fisik, yakni mengayuh becak di tengah aktivitas pagi hari yang cukup padat.
Serangan mendadak itu menyebabkan korban kehilangan kesadaran hingga akhirnya meninggal dunia di tempat.
Keluarga Menolak Autopsi
Pihak keluarga menerima kejadian tersebut sebagai musibah dan menyatakan ikhlas atas kepergian korban.
Keluarga juga memutuskan untuk tidak dilakukan autopsi terhadap jenazah, mengingat tidak adanya tanda-tanda kekerasan serta riwayat penyakit yang telah diketahui sebelumnya.
Setelah proses pemeriksaan selesai, jenazah korban kemudian diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan sesuai dengan prosedur yang berlaku. (Az)












