Situbondo – Pengusaha asal Situbondo, HRM. Khalilur R. Abdullah Sahlawiy, yang dikenal sebagai Owner Balad Grup, mengirim surat elektronik khusus kepada Presiden Prabowo Subianto. Dalam surat tersebut, ia mengusulkan agar kebijakan ekspor benih bening lobster (BBL) digantikan dengan ekspor lobster ukuran 50 gram.
Usulan Pasca Penghentian Ekspor BBL
Dalam surelnya, Khalilur—akrab disapa Jhi Lilur—menyampaikan apresiasi atas keputusan Presiden Prabowo yang menghentikan ekspor BBL per 1 Agustus 2025. Menurutnya, penghentian tersebut merupakan langkah tepat untuk melindungi sumber daya laut Indonesia dari eksploitasi berlebihan.
“Saya bahagia ketika Bapak Presiden menyetop ekspor BBL per 1 Agustus 2025. Kini saya mengusulkan agar ekspor diganti dengan lobster 50 gram,” tulis Jhi Lilur dalam surat elektroniknya.
Belajar Langsung dari Vietnam
Dalam suratnya, Jhi Lilur juga menuturkan bahwa ia telah mempelajari sistem budidaya lobster di Vietnam selama 19 bulan, sebelum kemudian memulai budidaya lobster di Teluk Kangean, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur.
Ia mengaku memahami secara langsung bagaimana Vietnam berhasil mengembangkan industri lobster yang berkelanjutan dan bernilai tinggi tanpa mengorbankan ekosistem.
“Vietnam juga mendukung usulan ini karena ekspor lobster 50 gram akan mengurangi risiko kematian lobster saat pergantian kulit,” ungkapnya setelah berdiskusi dengan pejabat Kementerian Pertanian dan Lingkungan Vietnam.
Dorongan Nilai Ekonomi dan Lapangan Kerja
Menurut Jhi Lilur, penerapan kebijakan ekspor lobster ukuran 50 gram akan menciptakan ratusan ribu lapangan kerja baru di sektor perikanan dan budidaya, serta meningkatkan nilai jual lobster Indonesia hingga 5 dolar AS per ekor.
Ia menilai, skema ini akan lebih adil bagi pelaku usaha kecil dan menengah, sekaligus menghapus praktik monopoli kuota ekspor yang kerap terjadi pada kebijakan sebelumnya.
“Dengan model ekspor baru ini, keuntungan tidak lagi hanya dinikmati segelintir pihak. Nelayan dan pembudidaya bisa merasakan langsung hasilnya,” ujarnya.
Keyakinan terhadap Kepemimpinan Presiden Prabowo
Menutup suratnya, Jhi Lilur menyampaikan doa dan harapan agar Indonesia di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo dapat menjadi negara maritim yang kuat dan berdaulat.
“Saya yakin, di tangan Bapak Presiden, Indonesia akan berjaya di darat, laut, dan udara. Indonesia akan menjadi negara yang dihormati dunia,” pungkasnya.
Sebagai catatan, pemerintah melalui Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) resmi menghentikan ekspor benih bening lobster (BBL) mulai 1 Agustus 2025. Kebijakan tersebut diambil untuk mendorong industrialisasi lobster di dalam negeri dan menekan praktik penyelundupan benih yang merugikan negara.
Usulan seperti yang disampaikan Jhi Lilur menjadi salah satu alternatif kebijakan yang kini tengah ramai diperbincangkan di kalangan pelaku usaha perikanan dan pemerhati kebijakan maritim. (Fia)
Editor : Kief












