Pengusaha Situbondo Surati Presiden Prabowo, Usulkan Ekspor Lobster Ukuran 50 Gram Gantikan BBL

- Reporter

Selasa, 14 Oktober 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Owner Balad Grup, mengirim surat elektronik khusus kepada Presiden Prabowo Subianto, (Fia Rahma/Liputansatu.id).

Owner Balad Grup, mengirim surat elektronik khusus kepada Presiden Prabowo Subianto, (Fia Rahma/Liputansatu.id).

Situbondo – Pengusaha asal Situbondo, HRM. Khalilur R. Abdullah Sahlawiy, yang dikenal sebagai Owner Balad Grup, mengirim surat elektronik khusus kepada Presiden Prabowo Subianto. Dalam surat tersebut, ia mengusulkan agar kebijakan ekspor benih bening lobster (BBL) digantikan dengan ekspor lobster ukuran 50 gram.

Usulan Pasca Penghentian Ekspor BBL

Dalam surelnya, Khalilur—akrab disapa Jhi Lilur—menyampaikan apresiasi atas keputusan Presiden Prabowo yang menghentikan ekspor BBL per 1 Agustus 2025. Menurutnya, penghentian tersebut merupakan langkah tepat untuk melindungi sumber daya laut Indonesia dari eksploitasi berlebihan.
“Saya bahagia ketika Bapak Presiden menyetop ekspor BBL per 1 Agustus 2025. Kini saya mengusulkan agar ekspor diganti dengan lobster 50 gram,” tulis Jhi Lilur dalam surat elektroniknya.

Belajar Langsung dari Vietnam

Dalam suratnya, Jhi Lilur juga menuturkan bahwa ia telah mempelajari sistem budidaya lobster di Vietnam selama 19 bulan, sebelum kemudian memulai budidaya lobster di Teluk Kangean, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur.
Ia mengaku memahami secara langsung bagaimana Vietnam berhasil mengembangkan industri lobster yang berkelanjutan dan bernilai tinggi tanpa mengorbankan ekosistem.
“Vietnam juga mendukung usulan ini karena ekspor lobster 50 gram akan mengurangi risiko kematian lobster saat pergantian kulit,” ungkapnya setelah berdiskusi dengan pejabat Kementerian Pertanian dan Lingkungan Vietnam.

Dorongan Nilai Ekonomi dan Lapangan Kerja

Menurut Jhi Lilur, penerapan kebijakan ekspor lobster ukuran 50 gram akan menciptakan ratusan ribu lapangan kerja baru di sektor perikanan dan budidaya, serta meningkatkan nilai jual lobster Indonesia hingga 5 dolar AS per ekor.
Ia menilai, skema ini akan lebih adil bagi pelaku usaha kecil dan menengah, sekaligus menghapus praktik monopoli kuota ekspor yang kerap terjadi pada kebijakan sebelumnya.
“Dengan model ekspor baru ini, keuntungan tidak lagi hanya dinikmati segelintir pihak. Nelayan dan pembudidaya bisa merasakan langsung hasilnya,” ujarnya.

Keyakinan terhadap Kepemimpinan Presiden Prabowo

Menutup suratnya, Jhi Lilur menyampaikan doa dan harapan agar Indonesia di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo dapat menjadi negara maritim yang kuat dan berdaulat.
“Saya yakin, di tangan Bapak Presiden, Indonesia akan berjaya di darat, laut, dan udara. Indonesia akan menjadi negara yang dihormati dunia,” pungkasnya.

Sebagai catatan, pemerintah melalui Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) resmi menghentikan ekspor benih bening lobster (BBL) mulai 1 Agustus 2025. Kebijakan tersebut diambil untuk mendorong industrialisasi lobster di dalam negeri dan menekan praktik penyelundupan benih yang merugikan negara.
Usulan seperti yang disampaikan Jhi Lilur menjadi salah satu alternatif kebijakan yang kini tengah ramai diperbincangkan di kalangan pelaku usaha perikanan dan pemerhati kebijakan maritim. (Fia)

Editor : Kief

Berita Terkait

Jalan Rusak di Pantura Tuban Kembali Makan Korban, Pengendara Tewas Usai Hindari Lubang
Dugaan Penyelewengan BBM Bersubsidi di SPBU Sukolilo Bancar, Tuban
Dua Nelayan Tuban yang Hilang Berhasil Ditemukan Selamat
Desakan Transparansi Aliran Dana Dugaan Korupsi Kuota Haji Menguat
Kalah Dari Pasuruan United, Langkah Persatu Tuban Terhenti Dibabak 32 Besar Liga 4 Jatim 2026
Update Penemuan Mayat di Sungai Sampean Lama: Korban Dipastikan Perempuan
Pembalakan Liar Marak di Tuban, 11 Batang Kayu Jati Diamankan di KPH Jatirogo
Kasus Burung Cendet Baluran: Kakek Masir Bebas Setelah 5 Bulan 20 Hari Ditahan

Berita Terkait

Minggu, 11 Januari 2026 - 18:42 WIB

Jalan Rusak di Pantura Tuban Kembali Makan Korban, Pengendara Tewas Usai Hindari Lubang

Sabtu, 10 Januari 2026 - 23:55 WIB

Dugaan Penyelewengan BBM Bersubsidi di SPBU Sukolilo Bancar, Tuban

Sabtu, 10 Januari 2026 - 21:49 WIB

Dua Nelayan Tuban yang Hilang Berhasil Ditemukan Selamat

Sabtu, 10 Januari 2026 - 13:03 WIB

Desakan Transparansi Aliran Dana Dugaan Korupsi Kuota Haji Menguat

Sabtu, 10 Januari 2026 - 07:54 WIB

Kalah Dari Pasuruan United, Langkah Persatu Tuban Terhenti Dibabak 32 Besar Liga 4 Jatim 2026

Berita Terbaru

Pembeli solar bersubsidi menggunakan drum 200 liter diduga tanpa surat rekom dan abaikan konsumen kendaraan pribadi, (Assayid Annazili/Liputansatu.id).

Hukum Kriminal

Dugaan Penyelewengan BBM Bersubsidi di SPBU Sukolilo Bancar, Tuban

Sabtu, 10 Jan 2026 - 23:55 WIB

Rekan dan keluarga nelayan Tuban yang berhasil diselamatkan setelah dilaporkan hilang, (Assayid Annazili/Liputansatu.id).

Peristiwa

Dua Nelayan Tuban yang Hilang Berhasil Ditemukan Selamat

Sabtu, 10 Jan 2026 - 21:49 WIB

Advertisement
Promo Shopee