Tuban – Persatu Tuban harus puas berbagi poin dengan Triple’s Kediri usai bermain imbang 1-1 pada laga perdana babak 32 besar Liga 4 Kapal Api PSSI Jawa Timur Grup BB. Pertandingan tersebut digelar di Stadion Tuban Sport Center (TSC), Senin (05/01/2026).
Persatu Tuban Dominan di Awal Laga
Sejak peluit awal dibunyikan, kedua tim langsung bermain dengan tempo tinggi. Persatu Tuban yang tampil sebagai tuan rumah tampak lebih dominan pada menit-menit awal pertandingan. Tekanan intens dilakukan dari sisi sayap maupun lini tengah, namun belum mampu dikonversi menjadi gol.
Petaka justru datang pada menit ke-29. Lini pertahanan Persatu Tuban terlihat kewalahan menghadapi serangan balik cepat yang dilancarkan Triple’s Kediri. Situasi tersebut dimanfaatkan dengan baik oleh Putra Maulana Duwi Kartika (26) yang sukses mencetak gol pembuka. Hingga turun minum, tim tamu unggul 1-0.
Memasuki babak kedua, Persatu Tuban tampil lebih agresif. Sejumlah peluang emas tercipta, namun penyelesaian akhir masih menjadi kendala. Gol penyeimbang akhirnya lahir pada menit ke-72 melalui Reza Maulana (27) yang mencocor bola dari jarak dekat setelah terjadi kemelut di depan gawang Triple’s Kediri. Skor berubah menjadi 1-1.
Laga Diwarnai Protes dan Berakhir Imbang
Hingga peluit panjang dibunyikan, tidak ada tambahan gol dari kedua tim. Pertandingan berakhir imbang 1-1. Laga ini sempat diwarnai sedikit kericuhan akibat protes dari pihak Triple’s Kediri yang menilai kepemimpinan wasit kurang sportif.
Pelatih Persatu Tuban, Slamet Sampurno, mengapresiasi kerja keras anak asuhnya meski hasil akhir belum sesuai harapan.
“Alhamdulillah anak-anak bisa menyamakan kedudukan. Tapi ini masih menjadi pekerjaan rumah besar karena banyak peluang yang belum bisa dimaksimalkan,” ujarnya.
Ia menegaskan laga perdana ini menjadi bahan evaluasi penting, khususnya terkait ketajaman lini depan dan mental penjaga gawang.
“Peluang cukup banyak, tapi belum bisa dimanfaatkan. Itu catatan penting kami ke depan,” tambahnya.
Tanggapan Pelatih Triple’s Kediri
Sementara itu, Pelatih Triple’s Kediri Muhammad Abdullah Choirul Umar mengakui sejak awal pihaknya memprediksi laga melawan tuan rumah tidak akan berjalan mudah.
“Babak pertama kami cukup baik dan bisa mencuri gol lebih dulu. Tapi kurang fokus di babak kedua membuat kami kebobolan,” jelasnya.
Terkait insiden di lapangan, ia menekankan pentingnya pengendalian emosi pemain.
“Pengendalian emosi harus lebih baik dan itu akan menjadi evaluasi kami,” pungkasnya. (Az)
Editor : Kief












