Singkawang – Kabar duka kembali menyelimuti pelaksanaan Program Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) Koperasi Desa Merah Putih. Seorang peserta asal Kota Singkawang, Kalimantan Barat, Nola Diasari, meninggal dunia saat menjalani pendidikan pada Sabtu (27/06/2026).
Peristiwa ini menambah daftar peserta SPPI yang meninggal dunia selama mengikuti rangkaian Latihan Bela Negara dan Manajerial yang diselenggarakan sebagai bagian dari pembentukan calon pengelola Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih dan Kampung Nelayan Merah Putih.
Sempat Mengeluh Sesak Napas dan Badan Panas
Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kementerian Pertahanan, Ketut Gede Wetan Pastia, menjelaskan bahwa Nola sempat mengalami gangguan kesehatan sebelum akhirnya tidak sadarkan diri.
“Almarhumah sempat mengeluhkan sesak napas disertai badan terasa panas,” ujar Ketut dalam konferensi pers.
Menurutnya, tim kesehatan di Satuan Pendidikan (Satdik) segera memberikan pertolongan pertama begitu mengetahui kondisi peserta memburuk.
Sekitar pukul 19.20 WIB, Nola dibawa ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) Rumah Sakit Singkawang untuk mendapatkan penanganan medis awal.
Karena membutuhkan fasilitas kesehatan yang lebih lengkap, tenaga medis kemudian merujuknya ke RSUD dr. Abdul Aziz Singkawang.
Meski telah mendapatkan penanganan intensif dari tim dokter, kondisi korban terus menurun hingga akhirnya dinyatakan meninggal dunia pada pukul 21.03 WIB.
“Berbagai upaya medis maksimal telah dilakukan oleh tim dokter, namun kondisi pasien tidak dapat dipulihkan,” kata Ketut.
Kemhan Tegaskan Seluruh Peserta Telah Lolos Skrining Kesehatan
Kementerian Pertahanan menegaskan seluruh peserta Program SPPI telah menjalani pemeriksaan kesehatan secara menyeluruh sebelum mengikuti pendidikan.
Pemeriksaan tersebut meliputi tes laboratorium darah dan urine, pemeriksaan jantung (EKG), foto rontgen dada, USG abdomen, pemeriksaan mata, gigi, postur tubuh, kesehatan jiwa, hingga tes kehamilan bagi peserta perempuan. Berdasarkan hasil skrining, seluruh peserta, termasuk Nola Diasari, dinyatakan memenuhi syarat kesehatan fisik maupun mental untuk mengikuti pendidikan.
Kemhan Lakukan Evaluasi Menyeluruh Program SPPI
Menyusul bertambahnya jumlah peserta yang meninggal dunia, Kementerian Pertahanan menyatakan akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap penyelenggaraan Program SPPI.
Evaluasi tersebut mencakup penguatan pengawasan kesehatan peserta, pemeriksaan kesehatan berkala bagi peserta yang memiliki faktor risiko, penyesuaian intensitas latihan sesuai kondisi fisik, serta peningkatan kesiapsiagaan tenaga medis di setiap satuan pendidikan. Selain itu, peserta yang mengalami keluhan kesehatan akan menjalani observasi dan pemantauan lebih intensif agar dapat memperoleh penanganan secepat mungkin.
Program SPPI sendiri merupakan program nasional yang melibatkan sejumlah kementerian dan lembaga. Dalam pelaksanaannya, Kementerian Pertahanan mendapat penugasan menyelenggarakan Latihan Bela Negara dan Manajerial sebagai bagian dari pembentukan karakter calon pengelola Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih sebelum diterjunkan ke daerah masing-masing.
Kepergian Nola Diasari menjadi duka mendalam bagi keluarga, rekan peserta, serta masyarakat Singkawang. Pemerintah menyampaikan belasungkawa dan memastikan proses evaluasi akan dilakukan agar keselamatan peserta menjadi prioritas utama dalam pelaksanaan program ke depan. (Nh/)












