Peserta SPPI Asal Singkawang Meninggal Saat Pendidikan, Sempat Mengeluh Sesak Napas

- Reporter

Minggu, 28 Juni 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Nola Diasari, peserta Program Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) asal Kota Singkawang yang meninggal dunia saat menjalani masa pendidikan, (Nurul Hidayatullah/Liputansatu.id).

Nola Diasari, peserta Program Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) asal Kota Singkawang yang meninggal dunia saat menjalani masa pendidikan, (Nurul Hidayatullah/Liputansatu.id).

Singkawang – Kabar duka kembali menyelimuti pelaksanaan Program Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) Koperasi Desa Merah Putih. Seorang peserta asal Kota Singkawang, Kalimantan Barat, Nola Diasari, meninggal dunia saat menjalani pendidikan pada Sabtu (27/06/2026).
Peristiwa ini menambah daftar peserta SPPI yang meninggal dunia selama mengikuti rangkaian Latihan Bela Negara dan Manajerial yang diselenggarakan sebagai bagian dari pembentukan calon pengelola Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih dan Kampung Nelayan Merah Putih.

Sempat Mengeluh Sesak Napas dan Badan Panas

Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kementerian Pertahanan, Ketut Gede Wetan Pastia, menjelaskan bahwa Nola sempat mengalami gangguan kesehatan sebelum akhirnya tidak sadarkan diri.
“Almarhumah sempat mengeluhkan sesak napas disertai badan terasa panas,” ujar Ketut dalam konferensi pers.
Menurutnya, tim kesehatan di Satuan Pendidikan (Satdik) segera memberikan pertolongan pertama begitu mengetahui kondisi peserta memburuk.
Sekitar pukul 19.20 WIB, Nola dibawa ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) Rumah Sakit Singkawang untuk mendapatkan penanganan medis awal.
Karena membutuhkan fasilitas kesehatan yang lebih lengkap, tenaga medis kemudian merujuknya ke RSUD dr. Abdul Aziz Singkawang.
Meski telah mendapatkan penanganan intensif dari tim dokter, kondisi korban terus menurun hingga akhirnya dinyatakan meninggal dunia pada pukul 21.03 WIB.
“Berbagai upaya medis maksimal telah dilakukan oleh tim dokter, namun kondisi pasien tidak dapat dipulihkan,” kata Ketut.

Kemhan Tegaskan Seluruh Peserta Telah Lolos Skrining Kesehatan

Kementerian Pertahanan menegaskan seluruh peserta Program SPPI telah menjalani pemeriksaan kesehatan secara menyeluruh sebelum mengikuti pendidikan.
Pemeriksaan tersebut meliputi tes laboratorium darah dan urine, pemeriksaan jantung (EKG), foto rontgen dada, USG abdomen, pemeriksaan mata, gigi, postur tubuh, kesehatan jiwa, hingga tes kehamilan bagi peserta perempuan. Berdasarkan hasil skrining, seluruh peserta, termasuk Nola Diasari, dinyatakan memenuhi syarat kesehatan fisik maupun mental untuk mengikuti pendidikan.

Kemhan Lakukan Evaluasi Menyeluruh Program SPPI

Menyusul bertambahnya jumlah peserta yang meninggal dunia, Kementerian Pertahanan menyatakan akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap penyelenggaraan Program SPPI.
Evaluasi tersebut mencakup penguatan pengawasan kesehatan peserta, pemeriksaan kesehatan berkala bagi peserta yang memiliki faktor risiko, penyesuaian intensitas latihan sesuai kondisi fisik, serta peningkatan kesiapsiagaan tenaga medis di setiap satuan pendidikan. Selain itu, peserta yang mengalami keluhan kesehatan akan menjalani observasi dan pemantauan lebih intensif agar dapat memperoleh penanganan secepat mungkin.
Program SPPI sendiri merupakan program nasional yang melibatkan sejumlah kementerian dan lembaga. Dalam pelaksanaannya, Kementerian Pertahanan mendapat penugasan menyelenggarakan Latihan Bela Negara dan Manajerial sebagai bagian dari pembentukan karakter calon pengelola Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih sebelum diterjunkan ke daerah masing-masing.
Kepergian Nola Diasari menjadi duka mendalam bagi keluarga, rekan peserta, serta masyarakat Singkawang. Pemerintah menyampaikan belasungkawa dan memastikan proses evaluasi akan dilakukan agar keselamatan peserta menjadi prioritas utama dalam pelaksanaan program ke depan. (Nh/)

Berita Terkait

Ketika Arsip Pindah Ruangan, Informasinya Tidak Ikut Pergi
Rais Aam Ternyata Awam:Plagiat dan Salah Pasang Harkat
ABK KM Naga Mas II yang Terjun ke Sungai Kapuas Ditemukan Meninggal Dunia
Kasus Penyerobotan Lahan Mandek, kinerja Penyidik Polres Tuban Disorot
Jelang Muktamar NU, Konflik Internal PBNU Harus Jadi Bahan Muhasabah
Viral Isu Bagi-bagi Uang di Aksi Dukung MBG Tuban, Koordinator Lapangan Buka Suara
Rampok Nekat Sekap Ibu Rumah Tangga di Tuban, Perhiasan hingga Uang Raib
Dugaan Pencemaran Laut Situbondo, PT Fuyuan Siap Jalankan Rekomendasi KKP

Berita Terkait

Minggu, 28 Juni 2026 - 15:49 WIB

Ketika Arsip Pindah Ruangan, Informasinya Tidak Ikut Pergi

Minggu, 28 Juni 2026 - 15:06 WIB

Rais Aam Ternyata Awam:Plagiat dan Salah Pasang Harkat

Minggu, 28 Juni 2026 - 11:48 WIB

ABK KM Naga Mas II yang Terjun ke Sungai Kapuas Ditemukan Meninggal Dunia

Minggu, 28 Juni 2026 - 11:06 WIB

Peserta SPPI Asal Singkawang Meninggal Saat Pendidikan, Sempat Mengeluh Sesak Napas

Sabtu, 27 Juni 2026 - 19:31 WIB

Kasus Penyerobotan Lahan Mandek, kinerja Penyidik Polres Tuban Disorot

Berita Terbaru

Ilustrasi tumpukan arsip dokumen fisik. (Sumber: Pexels.com)

Pemerintah

Ketika Arsip Pindah Ruangan, Informasinya Tidak Ikut Pergi

Minggu, 28 Jun 2026 - 15:49 WIB

Rais Aam PBNU Miftachul Akhyar menyampaikan pidato pada penutupan Munas-Konbes NU di Bangkalan, (SC/YouTube NU)

Pemerintah

Rais Aam Ternyata Awam:Plagiat dan Salah Pasang Harkat

Minggu, 28 Jun 2026 - 15:06 WIB

Almarhum Suyadi saat melaporkan dugaan penyerobotan lahan ke Unit Tindak Pidana Tertentu (Tipidter) Satreskrim Polres Tuban pada 25 Oktober 2024. Hampir dua tahun berselang, penanganan perkara tersebut masih belum menunjukkan kepastian hukum, (Assayid Annazili/Liputansatu.id).

Hukum Kriminal

Kasus Penyerobotan Lahan Mandek, kinerja Penyidik Polres Tuban Disorot

Sabtu, 27 Jun 2026 - 19:31 WIB