Dirgahayu Republik Indonesia ke-81

Petani Tuban Mengeluh Tanaman Tak Berbuah, Nekat Tutup PJU Dengan Karung!

- Reporter

Jumat, 4 Juli 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Salah satu PJU dekat lahan pertanian di Kecamatan Tambakboyo Ditutup menggunakan Karung oleh petani, karena dianggap mengganggu perkembangan tanaman mereka,(Assayid Annazili/Liputansatu.id).

Salah satu PJU dekat lahan pertanian di Kecamatan Tambakboyo Ditutup menggunakan Karung oleh petani, karena dianggap mengganggu perkembangan tanaman mereka,(Assayid Annazili/Liputansatu.id).

Tuban – Lampu Penerangan Jalan Umum (PJU) seharusnya membantu masyarakat dalam aspek keamanan dan kenyamanan, namun di sejumlah area pertanian Kabupaten Tuban, keberadaan PJU justru menjadi sumber keluhan. Sejumlah petani nekat menutup lampu-lampu jalan dengan karung, kardus, hingga kain, karena diduga menyebabkan tanaman mereka, khususnya jagung, gagal berbuah.

Petani Tutup PJU dengan Karung dan Kardus

Di Kecamatan Tambakboyo, seorang petani yang enggan disebutkan namanya mengaku terpaksa menutup PJU yang berada di dekat lahannya. Ia menilai sinar lampu yang menyala sepanjang malam membuat tanaman jagungnya tidak berbuah sama sekali.

“Jagung saya tidak mau berbuah sejak ada lampu itu, makanya saya tutup pakai karung,” ujarnya.

Hal serupa juga terjadi di Kecamatan Kerek. Seorang petani bernama Muhammad mengaku telah menutup PJU yang terpasang dekat sawah miliknya. Ia mengalami masalah yang sama—tanaman jagung tampak sehat namun tidak menghasilkan tongkol.

“Tumbuh sih tumbuh, tapi tidak ada buahnya. Sejak lampunya dipasang, tidak pernah panen bagus,” keluhnya.

Penjelasan Ahli: Cahaya Terlalu Terang Ganggu Proses Penyerbukan

Kepala Bidang Penerangan Jalan Umum Dinas Lingkungan Hidup dan Perhubungan (DLHP) Tuban, Slamet Harianto, memberikan penjelasan teknis terkait fenomena ini. Menurutnya, cahaya yang terlalu terang di malam hari memang bisa mengganggu siklus pertumbuhan beberapa jenis tanaman.

“Kalau terlalu terang, jagung memang bisa tumbuh, tapi tidak mau berbuah,” ungkap Slamet.

Ia menjelaskan bahwa lampu LED sebenarnya relatif aman, terutama jika menggunakan daya rendah sekitar 70 watt. Namun, jika menggunakan lampu di atas 90 watt, apalagi dalam jumlah banyak dan tanpa penghalang, maka hal ini dapat berdampak negatif pada pertanian sekitar.

Solusi: Jangan Tutup PJU, Gunakan Barier Tanaman

DLHP Tuban tidak menyarankan warga menutup langsung PJU, karena dapat membahayakan pengguna jalan dan melanggar aturan. Slamet menyarankan agar petani menanam pohon peneduh atau memasang paranet (jaring pelindung tanaman) di tepi sawah untuk mengurangi intensitas cahaya yang masuk ke area tanam.

“Beberapa daerah sudah memakai paranet atau menanam pohon pisang sebagai penghalang cahaya, itu sudah cukup efektif,” jelasnya.

Aspek Ilmiah: Kenapa Jagung Tak Berbuah?

Secara ilmiah, jagung termasuk tanaman golongan C4, yang artinya membutuhkan sinar matahari selama 6 hingga 8 jam per hari untuk tumbuh optimal. Namun, cahaya buatan di malam hari justru memicu gangguan pada proses penyerbukan.
Serangga seperti lebah atau ngengat yang seharusnya membantu proses penyerbukan pada malam atau pagi hari tertarik ke arah sumber cahaya lampu. Akibatnya, proses penyerbukan tidak berjalan dengan baik, dan tanaman gagal menghasilkan buah meski tumbuh dengan subur.

DLHP Siapkan Evaluasi Pemasangan Lampu di Area Pertanian

Terkait maraknya keluhan ini, DLHP Tuban menyatakan akan melakukan evaluasi terhadap titik-titik pemasangan PJU yang berada dekat dengan lahan pertanian. Slamet menyebutkan pentingnya menyesuaikan daya dan arah pancaran lampu agar tidak mengganggu ekosistem sekitar.(Az)

Editor : Mukhyidin Khifdhi

Berita Terkait

Terperosok ke Sumur Tua, Pemuda di Tuban Bertahan Hidup Semalaman
Pengepul Solar Bersubsidi Ilegal Diamankan Polisi di Tuban
Polemik TITD Kwan Sing Bio Tuban Kembali Ke Ruang DPRD
Saling Klaim Legalitas Pengelolaan Kwan Sing Bio Tuban
Tanggapi Larangan Liputan di Kelenteng Tuban, Polda Jatim : Jaga Keutuhan TKP
Polda Jatim Segel Ruang Pelayanan, Pengurus Tak Mau Umat Jadi Korban
Cekcok Saat Pesta Tuak Berujung Berdarah, Pria di Palang Bacok Pemilik Warung
36 Merek Rokok Ilegal Beredar di Tuban, Ribuan Batang Disita!

Berita Terkait

Jumat, 6 November 2026 - 14:56 WIB

Terperosok ke Sumur Tua, Pemuda di Tuban Bertahan Hidup Semalaman

Jumat, 6 November 2026 - 14:43 WIB

Pengepul Solar Bersubsidi Ilegal Diamankan Polisi di Tuban

Jumat, 6 November 2026 - 11:06 WIB

Polemik TITD Kwan Sing Bio Tuban Kembali Ke Ruang DPRD

Rabu, 4 November 2026 - 18:34 WIB

Saling Klaim Legalitas Pengelolaan Kwan Sing Bio Tuban

Selasa, 3 November 2026 - 18:58 WIB

Polda Jatim Segel Ruang Pelayanan, Pengurus Tak Mau Umat Jadi Korban

Berita Terbaru

Gedung Satreskrim Polresta Tuban (gambar : Assa Annazili)

Hukum Kriminal

Pengepul Solar Bersubsidi Ilegal Diamankan Polisi di Tuban

Jumat, 6 Nov 2026 - 14:43 WIB

Suasana Gedung DPRD Tuban saat dilakukan hearing kasus Klenteng Kwan Sing Bio Tuban (gambar : Assa Annazili)

Daerah

Polemik TITD Kwan Sing Bio Tuban Kembali Ke Ruang DPRD

Jumat, 6 Nov 2026 - 11:06 WIB

Suasana di Klenteng Kwan Sing Bio Tuban saat adanya olah TKP dari Polda Jatim (gambar : Assa Annazili)

Daerah

Saling Klaim Legalitas Pengelolaan Kwan Sing Bio Tuban

Rabu, 4 Nov 2026 - 18:34 WIB

Banner Liputansatu
Banner Liputansatu
Banner Liputansatu