Tuban – Polemik internal Tempat Ibadah Tri Dharma (TITD) Kwan Sing Bio Tuban kembali memanas. Sejumlah orang yang mengatasnamakan diri sebagai umat mendatangi area klenteng dan melakukan pembobolan pintu sekretariat hingga mengganti kunci baru, Selasa sore (12/05/2026).
Aksi tersebut disebut dilakukan tanpa persetujuan dari pihak pengelola yang saat ini masih menjalankan aktivitas di lingkungan TITD Kwan Sing Bio Tuban.
Menurut informasi yang dihimpun di lokasi, beberapa orang membobol pintu kantor sekretariat dan ruang CCTV. Mereka juga disebut melakukan pencabutan kabel server CCTV sebelum akhirnya membubarkan diri saat awak media mulai berdatangan ke lokasi.
Pekerja keamanan bersama kuasa hukum pengelola sempat mencoba mengingatkan agar tindakan tersebut tidak dilakukan karena dinilai berpotensi melanggar hukum.
Pengelola Sebut Ada Dugaan Tindakan Terencana
Kuasa hukum pengelola TITD Kwan Sing Bio Tuban, Nang Engki Anom Suseno, menyebut tindakan yang dilakukan kelompok tersebut diduga telah dipersiapkan sebelumnya.
“Jadi tindakan mereka itu sudah terencana, karena juga membawa tempelan tulisan CCTV dalam perbaikan,” ujarnya kepada awak media.
Menurut Engki, selain mengganti kunci pintu sekretariat, kelompok tersebut juga diduga merusak akses ruang CCTV dan mencabut kabel server pengawasan.
Ia menilai tindakan tersebut berlebihan mengingat persoalan kepengurusan klenteng saat ini masih berada dalam proses sengketa.
“Pandai-pandailah menahan diri sampai semua ini jelas, terlebih kepengurusan Pak Tjong Ping ini masih di dalam sengketa,” lanjutnya.
Pengelola Siapkan Langkah Hukum
Engki menegaskan pihak pengelola akan mengambil langkah secara terukur dan tetap melalui jalur hukum yang berlaku.
“Tadi sudah kami ingatkan jangan melakukan ini tindak pidana, kebetulan juga ada kepolisian, ada intel tapi juga tetap saja dilakukan,” ujarnya.
Ia juga menyayangkan insiden tersebut karena dinilai justru memperkeruh polemik yang selama ini terjadi di internal TITD Kwan Sing Bio Tuban.
“Hal-hal semacam ini saya pikir tidak perlu lagi dilakukan,” tambahnya.
Sementara itu, hingga berita ini diturunkan, pihak Go Tjong Ping maupun LBH KP Ronggolawe belum memberikan tanggapan resmi terkait kejadian tersebut.
Upaya konfirmasi yang dilakukan liputansatu.id kepada pihak terkait juga belum mendapatkan respons. (Az)