Tuban – Proyek peningkatan saluran drainase dan trotoar di Jalan Diponegoro, Kabupaten Tuban, berdampak terhadap jaringan utilitas milik warga. Pipa Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) dan jaringan internet dilaporkan ikut terdampak pekerjaan proyek tersebut.
Akibatnya, sejumlah warga mengeluhkan layanan air PDAM yang tidak mengalir hingga jaringan internet di rumah mereka terputus.
Air PDAM Tak Keluar, Warga Sampai Mandi di SPBU
Agus, salah seorang warga yang terdampak, mengaku air dari PDAM di rumahnya tidak keluar akibat pekerjaan proyek di sekitar tempat tinggalnya.
Kondisi tersebut membuatnya kesulitan memenuhi kebutuhan sehari-hari, termasuk untuk mandi. “Saya sampai mandi di pom bensin tadi pagi,” ujar Agus kepada Liputansatu.id, Senin (10/8/2026).
Tidak hanya jaringan air, sambungan internet menuju instalasi WiFi di rumahnya juga ikut terputus.
Menurut Agus, kondisi tersebut terjadi setelah pekerjaan proyek peningkatan saluran drainase dan trotoar di dekat rumahnya mengenai jaringan utilitas yang berada di lokasi.
Pipa PDAM dan kabel optik yang berada di sekitar area pekerjaan disebut terdampak saat proses pengerjaan berlangsung.
Gangguan tersebut membuat warga harus menunggu hingga jaringan kembali diperbaiki.
PDAM Sebut Petugas Sudah Turun ke Lapangan
Menanggapi keluhan tersebut, Humas PDAM Tirta Lestari Tuban, Kondang Aji Paripurna, mengatakan pihaknya telah menerjunkan petugas ke lokasi untuk menindaklanjuti laporan terkait gangguan jaringan pipa PDAM. “Sudah ada anggota kami yang di lapangan, biasanya jika ada kegiatan proyek seperti ini, pelaksana proyek berkordinasi dulu dengan kami,” ujarnya.
Kondang mengatakan, jaringan pipa PDAM yang terdampak akan segera ditangani dan disambungkan kembali.
Menurutnya, keberadaan petugas di lapangan diharapkan dapat mempercepat proses penanganan apabila ditemukan kendala pada jaringan.
Sementara itu, pihak PT Telkom Indonesia belum memberikan keterangan terkait jaringan internet yang ikut terdampak pekerjaan proyek tersebut.
Saat ditemui di kantornya, pimpinan terkait disebut sedang melakukan kegiatan di luar kota.
Proyek Drainase dan Trotoar Telan Anggaran Rp5,82 Miliar
Proyek peningkatan saluran drainase dan trotoar di Jalan Diponegoro Tuban tersebut bukan proyek dengan nilai anggaran kecil.
Berdasarkan data Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE), proyek tersebut memiliki nilai anggaran sebesar Rp5.820.000.000 atau sekitar Rp5,82 miliar.
Dalam proses lelang, proyek tersebut dimenangkan oleh CV Chandra Karya Pratama.
Dengan nilai pekerjaan yang mencapai miliaran rupiah, warga berharap pembangunan tidak hanya menghasilkan saluran drainase dan trotoar yang lebih baik, tetapi juga memperhatikan keberadaan jaringan utilitas yang sudah ada di lokasi.
Hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan resmi dari pihak perusahaan pelaksana maupun dinas terkait mengenai dampak pekerjaan terhadap jaringan PDAM dan kabel internet tersebut.
Warga berharap seluruh fasilitas publik yang terdampak segera dipulihkan sehingga aktivitas masyarakat tidak terus terganggu selama proyek berlangsung. (Az)