Puskesmas Gaji Tuban Tanpa Dokter, Warga Keluhkan Sulitnya Konsultasi Medis

- Reporter

Rabu, 29 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

UOBF Puskesmas Gaji, Kecamatan Kerek, Kabupaten Tuban, yang saat ini menjadi sorotan warga karena belum memiliki dokter penanggung jawab tetap untuk pelayanan kesehatan masyarakat, (Assayid Annazili/Liputansatu.id).

UOBF Puskesmas Gaji, Kecamatan Kerek, Kabupaten Tuban, yang saat ini menjadi sorotan warga karena belum memiliki dokter penanggung jawab tetap untuk pelayanan kesehatan masyarakat, (Assayid Annazili/Liputansatu.id).

Tuban – Di tengah layanan kesehatan yang seharusnya tersedia setiap hari, Puskesmas Gaji di Kecamatan Kerek justru tidak memiliki dokter penanggung jawab yang standby. Kondisi ini memicu keluhan warga yang merasa tidak mendapatkan pelayanan medis secara maksimal.
Yono, salah seorang warga, mengaku kecewa saat datang berobat ke Puskesmas Gaji karena tidak dapat bertemu dokter untuk berkonsultasi langsung mengenai penyakit yang dideritanya.
Menurutnya, dirinya datang bukan hanya untuk mendapatkan obat, tetapi juga ingin mengetahui secara jelas kondisi kesehatannya dari tenaga medis yang memang memiliki kompetensi sebagai dokter.
“Saya ke sana tidak ketemu dokternya, cuma ditangani mantri. Memang mantri bisa kasih obat, tapi apa benar-benar paham?” ujarnya kepada Liputansatu.id, Rabu (29/04/2026).
Keluhan serupa juga disampaikan Wati, warga lainnya. Ia datang ke puskesmas untuk memeriksakan kondisi anaknya, namun kembali tidak menemukan dokter yang bisa memberikan penjelasan medis secara langsung.
“Di sini cuma ditangani mantri, padahal saya mau tanya ke dokter,” keluhnya.

Dinkes Akui Dokter Puskesmas Gaji Kosong

Menanggapi kondisi tersebut, Pelaksana Tugas (Plt) Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) Tuban, dr. Atiek Supartiningsih mengakui bahwa saat ini dokter di Puskesmas Gaji memang sedang kosong.
Hal itu terjadi karena dokter yang sebelumnya bertugas sedang menjalani pendidikan, sementara proses perekrutan dokter baru masih menunggu regulasi berupa Peraturan Bupati (Perbup) terkait Badan Layanan Umum Daerah (BLUD).
“Dokternya sekarang masih sekolah ya, mau merekrut ulang masih menunggu Perbup BLUD,” ujarnya.
Untuk sementara, pelayanan kesehatan tetap dilakukan oleh tenaga medis yang ada di puskesmas. Jika diperlukan konsultasi lebih lanjut, dokter umum dari Puskesmas Kerek disebut membantu penanganan pasien.

Standar Kemenkes: Setiap Puskesmas Minimal Dua Dokter

Pihak Dinkes juga menjelaskan bahwa berdasarkan aturan dari Kementerian Kesehatan, setiap puskesmas idealnya memiliki minimal dua dokter.
Namun, realitas di lapangan masih jauh dari standar tersebut. Beberapa puskesmas di Tuban masih hanya memiliki satu dokter, bahkan Puskesmas Gaji saat ini tidak memiliki dokter tetap sama sekali.
Meski demikian, pemerintah daerah mengklaim proses perekrutan dokter dan tenaga medis sedang berjalan dan tinggal menunggu penandatanganan aturan pendukung.
“Sekarang masih proses, tinggal penandatanganan. Kalau nanti aturannya sudah bisa, ya segera dilakukan perekrutan,” jelasnya.

Warga Pertanyakan Keseriusan Pemkab

Kondisi ini menimbulkan pertanyaan besar di tengah masyarakat terkait keseriusan pemerintah daerah dalam menjamin layanan kesehatan dasar bagi warga.
Puskesmas sebagai fasilitas kesehatan tingkat pertama seharusnya menjadi tempat paling mudah diakses masyarakat, terutama di wilayah kecamatan. Namun ketika dokter justru tidak tersedia, warga merasa pelayanan menjadi setengah jalan.
Bagi masyarakat, persoalannya bukan sekadar soal obat, melainkan kepastian diagnosis dan rasa aman saat berobat. (Az)

Berita Terkait

Puluhan Jabatan Strategis di Pemkab Tuban Masih Kosong, Bupati Lindra Buka Suara
Penurunan Kualitas Gedung Baru Puskesmas Merakurak Perlu Uji Teknis, DPRD Tuban Siap Turun
Ironi Gedung PN Tuban Rp13,5 Miliar, Belum Dipakai Tapi Sudah Mulai Rusak
Kasus Dugaan Penjualan TKD Talangkembar:  Inspektorat Tuban Masih Hitung Kerugian Negara
Resmi Jadi Polresta, Bupati Tuban Harap Pelayanan Kepolisian Makin Profesional
KPU Situbondo Perbarui Data Pemilih, Kini Capai 538.057 Orang
Bantah Ada Penggeledahan, Polemik Dugaan Uang Pelicin di Kejari Tuban Belum Reda
37 Tahun Terbengkalai, Pasar Terbesar di Situbondo Akhirnya Direvitalisasi

Berita Terkait

Jumat, 3 Juli 2026 - 18:37 WIB

Puluhan Jabatan Strategis di Pemkab Tuban Masih Kosong, Bupati Lindra Buka Suara

Kamis, 2 Juli 2026 - 23:25 WIB

Penurunan Kualitas Gedung Baru Puskesmas Merakurak Perlu Uji Teknis, DPRD Tuban Siap Turun

Kamis, 2 Juli 2026 - 19:02 WIB

Ironi Gedung PN Tuban Rp13,5 Miliar, Belum Dipakai Tapi Sudah Mulai Rusak

Rabu, 1 Juli 2026 - 22:15 WIB

Resmi Jadi Polresta, Bupati Tuban Harap Pelayanan Kepolisian Makin Profesional

Rabu, 1 Juli 2026 - 19:58 WIB

KPU Situbondo Perbarui Data Pemilih, Kini Capai 538.057 Orang

Berita Terbaru