Tuban – Kebakaran yang melalap rumah seorang lansia berusia 80 tahun di Dusun Banyuurip, Desa Banyuurip, Kecamatan Senori, Kabupaten Tuban, Rabu pagi (24/12/2025), bukan sekadar musibah biasa. Peristiwa ini menjadi alarm sunyi bagi warga desa tentang bahaya instalasi listrik lama di rumah-rumah tua yang masih banyak ditemui di wilayah pedesaan.
Rumah milik Bejo (80), yang sebagian besar berbahan kayu, dilalap api saat dalam kondisi kosong. Kebakaran tersebut menimbulkan kerugian materiil cukup besar dan nyaris mengancam permukiman di sekitarnya.
Api Muncul Saat Rumah Kosong
Kebakaran pertama kali diketahui sekitar pukul 09.10 WIB. Kepulan asap tebal terlihat keluar dari bagian belakang rumah korban dan menarik perhatian warga sekitar.
Kapolsek Senori, IPTU Sudjarwo, menjelaskan bahwa salah satu saksi, Iman Feriza (38), awalnya mencurigai asap yang muncul dari rumah tersebut. Setelah dicek, rumah diketahui dalam keadaan kosong karena pemiliknya sedang keluar.
“Rumah dalam keadaan kosong. Saksi kemudian berteriak meminta bantuan warga sekitar,” ungkap IPTU Sudjarwo.
Warga Berupaya Padamkan Api Secara Manual
Menyadari bahaya yang mengancam permukiman sekitar, warga setempat langsung berupaya memadamkan api menggunakan peralatan seadanya. Upaya cepat tersebut dilakukan sembari melaporkan kejadian ke Polsek Senori.
Langkah warga dinilai krusial untuk mencegah api merembet ke rumah lain, mengingat jarak antarrumah di kawasan tersebut cukup berdekatan dan sebagian besar bangunan masih berbahan kayu.
Petugas kepolisian dan perangkat desa turut membantu proses pemadaman sambil menunggu kedatangan petugas pemadam kebakaran.
Kerugian Capai Rp40 Juta, Dugaan Korsleting Listrik
IPTU Sudjarwo memastikan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Namun, kondisi bangunan rumah mengalami kerusakan cukup parah.
“Kerugian materiil diperkirakan mencapai Rp40 juta. Untuk penyebab pasti masih dalam penyelidikan, namun dugaan awal mengarah pada korsleting listrik,” tegasnya.
Sementara itu, Plt Kepala Satpol PP dan Damkar Tuban, Siswanto, mengatakan pihaknya menerima laporan kebakaran sekitar pukul 10.00 WIB. Petugas tiba di lokasi kejadian pada pukul 10.30 WIB.
“Api pokok berhasil dipadamkan sekitar pukul 10.30 WIB, kemudian dilanjutkan proses pembasahan hingga pukul 11.05 WIB,” jelas Siswanto.
Dalam penanganan kebakaran tersebut, Damkar Tuban mengerahkan satu armada dari Pos Singgahan. Proses pemadaman juga mendapat dukungan satu unit armada dari Damkar Bojonegoro serta satu unit bantuan dari Pertamina Cepu.
Rumah Tua dan Instalasi Lama Jadi Ancaman Tersembunyi
Berdasarkan data petugas, luas area yang terbakar mencapai sekitar 15 x 15 meter, dengan luas bangunan sekitar 15 x 30 meter. Dugaan sementara penyebab kebakaran mengarah pada korsleting listrik.
Peristiwa ini menyoroti kondisi rumah-rumah tua di pedesaan yang umumnya masih menggunakan instalasi listrik lama serta material bangunan yang mudah terbakar. Tanpa perawatan dan pengecekan berkala, kondisi tersebut berpotensi menjadi sumber kebakaran yang membahayakan penghuni maupun lingkungan sekitar.
Kejadian di Banyuurip menjadi peringatan bagi masyarakat dan pemerintah desa agar lebih memperhatikan keamanan instalasi listrik, khususnya di rumah warga lanjut usia, guna mencegah musibah serupa terulang di kemudian hari. (Az)
Editor : Kief












