Promo
Selamat Menunaikan Ibadah Puasa Ramadan 1447 H 2026 M Pemerintah Kabupaten Tuban

Sebulan Lebih Terjadi, Antrian LPG 3 Kg di Tuban Tak Kunjung Usai

- Reporter

Rabu, 8 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Warga mengantre panjang membawa tabung LPG 3 Kg di pangkalan Desa Margomulyo, Kecamatan Kerek, Tuban, di tengah kelangkaan yang telah berlangsung sekitar satu bulan, (Ilustrasi/Liputansatu.id).

Warga mengantre panjang membawa tabung LPG 3 Kg di pangkalan Desa Margomulyo, Kecamatan Kerek, Tuban, di tengah kelangkaan yang telah berlangsung sekitar satu bulan, (Ilustrasi/Liputansatu.id).

Tuban – Persoalan kelangkaan LPG 3 Kg (LPG Melon) di Kabupaten Tuban tampaknya bukan lagi kejadian sesaat. Berdasarkan pantauan di lapangan, antrean panjang warga untuk mendapatkan gas subsidi ini telah berlangsung kurang lebih selama satu bulan terakhir.
Kondisi terbaru terlihat di Desa Margomulyo, Kecamatan Kerek, Rabu (08/04/2026), di mana puluhan warga kembali harus mengantre sejak siang hingga sore hari demi mendapatkan LPG untuk kebutuhan sehari-hari.

Antrean Panjang Jadi Pemandangan Sehari-hari

Fenomena antrean LPG kini seolah menjadi rutinitas baru bagi warga. Mereka rela berdesakan di depan pangkalan, membawa tabung kosong dengan harapan masih kebagian.
Lastri, salah satu warga, mengaku sudah terbiasa berpindah dari satu pangkalan ke pangkalan lain dalam beberapa pekan terakhir.
“Saya muter-muter pindah pangkalan, katanya habis terus. Ini sudah hampir sebulan susah begini,” ujarnya.
Kondisi ini menunjukkan bahwa persoalan bukan lagi pada kepanikan sesaat, melainkan indikasi adanya gangguan distribusi yang berlarut-larut.

Waktu dan Tenaga Warga Terkuras

Lamanya antrean tak hanya menguras kesabaran, tetapi juga waktu produktif masyarakat.
Sumarno, pedagang makanan, mengaku harus mengantre berjam-jam demi memastikan usahanya tetap berjalan.
“Saya antre dari jam 1 siang, baru dapat jam 4. Kalau nggak dapat, saya nggak bisa jualan,” katanya.
Situasi ini berdampak langsung pada pendapatan pelaku usaha kecil yang sangat bergantung pada ketersediaan LPG subsidi.

Klaim Stok Aman Dipertanyakan

Di tengah kondisi tersebut, pernyataan pemerintah yang menyebut stok LPG dalam kondisi aman justru menuai pertanyaan.
Selama hampir satu bulan antrean terus terjadi, warga menilai ada kesenjangan antara laporan di atas kertas dengan realitas di lapangan.
Narasi “stok aman” dinilai tidak cukup menjawab persoalan distribusi yang dirasakan langsung oleh masyarakat bawah.

Pernyataan Pemerintah Daerah

Bupati Tuban, Aditya Halindra Faridzky, sebelumnya menyebutkan bahwa distribusi LPG di Tuban ditopang oleh 1.386 pangkalan dari 32 agen yang tersebar di berbagai wilayah.
Ia juga menegaskan tidak ada pembatasan pembelian selama masih dalam batas wajar.
Namun, fakta di lapangan memperlihatkan bahwa akses masyarakat terhadap LPG tetap terbatas, bahkan untuk kebutuhan dasar rumah tangga.

Sidak dan Imbauan Tak Menjawab Akar Masalah

Di sisi lain, Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak, dalam sidaknya mengimbau masyarakat agar tidak melakukan panic buying.
Namun, jika antrean telah berlangsung hingga satu bulan, persoalan ini sulit disederhanakan hanya sebagai efek kepanikan masyarakat.
Justru muncul dugaan adanya persoalan struktural, mulai dari distribusi yang tidak merata, potensi penimbunan, hingga lemahnya pengawasan di tingkat pangkalan.

Alarm Serius Distribusi Subsidi

Jika kondisi ini terus berlanjut, kelangkaan LPG bukan hanya menjadi persoalan ekonomi, tetapi juga berpotensi memicu ketidakstabilan sosial di tingkat bawah.
Gas LPG 3 Kg merupakan kebutuhan dasar masyarakat kecil. Ketika akses terhadapnya terganggu dalam waktu lama, maka yang terdampak bukan hanya dapur rumah tangga, tetapi juga keberlangsungan usaha mikro.
Situasi ini menjadi alarm serius bagi pemerintah untuk tidak sekadar mengandalkan klaim “stok aman”, melainkan memastikan distribusi benar-benar berjalan efektif dan tepat sasaran di lapangan. (Az)

Berita Terkait

AMT TBBM Tuban Melawan: Diancam PHK Massal, Pekerja Tantang Perusahaan “Pergi Sekalian!”
AMT TBBM Tuban Mogok Total, Distribusi BBM Lumpuh: PHK Diduga Hanya Pemicu Awal
Minyak Kita Langka di Tuban, Alarm Baru Krisis Distribusi Bapokting
Cuaca Tuban Terasa Menyengat, BMKG Ungkap Penyebab dan Peringatan Kemarau Ekstrem
Internet Desa Rp2,5 Juta Dikeluhkan Lemot, Program Tuban Desa Digital Disorot
Proyek Taman (RTH) Rp58 Miliar Disorot DPRD Tuban, Jalan Rawan Kecelakaan Dinilai Lebih Mendesak
840 Tabung LPG Menuju Pati: Ada Dugaan Jaringan Besar di Balik Kasus Tuban?
Kinerja Moncer, Polres Tuban Raih Penghargaan Penanganan Perkara dan Ops Pekat

Berita Terkait

Jumat, 10 April 2026 - 21:33 WIB

AMT TBBM Tuban Melawan: Diancam PHK Massal, Pekerja Tantang Perusahaan “Pergi Sekalian!”

Jumat, 10 April 2026 - 19:50 WIB

AMT TBBM Tuban Mogok Total, Distribusi BBM Lumpuh: PHK Diduga Hanya Pemicu Awal

Jumat, 10 April 2026 - 18:03 WIB

Minyak Kita Langka di Tuban, Alarm Baru Krisis Distribusi Bapokting

Kamis, 9 April 2026 - 19:43 WIB

Cuaca Tuban Terasa Menyengat, BMKG Ungkap Penyebab dan Peringatan Kemarau Ekstrem

Kamis, 9 April 2026 - 19:29 WIB

Internet Desa Rp2,5 Juta Dikeluhkan Lemot, Program Tuban Desa Digital Disorot

Berita Terbaru

Advertisement
Promo Shopee
Berita Terbaru Hari Ini LiputanSatu.id
Ilustrasi LiputanSatu
Berita Tuban Terkini LiputanSatu.id
Gambar Berita LiputanSatu
Kabar Tuban Hari Ini - Klik Selengkapnya di LiputanSatu.id