Tuban – Nama Habib Husein Baagil kembali menjadi perhatian publik. Setelah sebelumnya ramai diperbincangkan terkait polemik dugaan makam palsu di kawasan cagar budaya Sunan Bonang, kali ini sorotan tertuju pada beredarnya video yang memperlihatkan dirinya menggunakan mobil berpelat militer.
Video Penggunaan Mobil Berpelat TNI Beredar di Media Sosial
Video berdurasi sekitar 26 detik tersebut tersebar luas di berbagai platform media sosial. Dalam rekaman itu, Habib Husein terlihat meninggalkan sebuah acara keagamaan, lalu mengendarai sebuah mobil berpelat militer yang telah terparkir di lokasi.
Dari video yang beredar, yang bersangkutan tampak mengemudikan langsung kendaraan tersebut. Namun hingga kini, belum diketahui secara pasti hubungan maupun dasar penggunaan mobil berpelat TNI tersebut oleh Habib Husein.
Kodim 0811 Tuban Tegaskan Mobil Militer Tidak Boleh Dipakai Sipil
Menanggapi video yang beredar, Pasintel Kodim 0811 Tuban, Kapten Inf. Edy Widarto, menegaskan bahwa kendaraan dinas militer tidak diperbolehkan digunakan oleh warga sipil.
“Tidak boleh digunakan untuk kendaraan sipil, apalagi jika kendaraan dinas tersebut digunakan oleh warga sipil,” tegas Kapten Edy saat dikonfirmasi LiputanSatu.id.
Ia menyampaikan bahwa pihak Kodim saat ini masih melakukan pendalaman dan mengumpulkan informasi lebih lanjut terkait video tersebut.
“Masih kami dalami. Kami masih mencari informasi lebih lanjut terkait video yang beredar,” imbuhnya.
Sementara itu, hingga berita ini diturunkan, Habib Husein Baagil belum memberikan pernyataan resmi. Upaya konfirmas iguna melengkapi pemberitaan secara berimbang yang dilakukan redaksi belum mendapatkan respons.
Pernah Disorot Kasus Makam di Kawasan Cagar Budaya
Video penggunaan mobil berpelat militer tersebut sontak menuai beragam reaksi dari masyarakat. Publik menaruh perhatian lebih mengingat sebelumnya Habib Husein juga sempat menjadi sorotan akibat isu dugaan makam palsu di kawasan cagar budaya Sunan Bonang beberapa waktu lalu.
Hingga kini, perkembangan terkait penggunaan mobil berpelat militer tersebut masih menunggu hasil pendalaman dari pihak berwenang. (Az)
Editor : Kief












