Tambak Garam Belasan Hektare Gagal Panen, Akibat Hujan Terus-Menerus di Probolinggo

- Reporter

Senin, 16 Desember 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Akibat curah hujan yang terus menerus,tambak garam di Probolinggo gagal panen,(Ist).

Akibat curah hujan yang terus menerus,tambak garam di Probolinggo gagal panen,(Ist).

PROBOLINGGO, JATIM – Curah hujan yang tinggi selama sepekan terakhir di wilayah Probolinggo telah mengakibatkan belasan hektare tambak garam gagal panen. Salah satu kawasan terdampak adalah Desa Kalibuntu, Kecamatan Kraksaan, di mana aktivitas produksi garam terhenti akibat hujan yang tak kunjung reda.

Hamparan tambak garam di desa tersebut terlihat sepi tanpa aktivitas. Para petani memilih membiarkan tambak mereka terisi campuran air laut dan air hujan. Meski demikian, mereka tetap mengawasi dan mengatur masuknya air laut ke tambak meski hasilnya nihil.

Keresahan Petani Tambak Garam di Probolinggo

Suparyono, anggota kelompok tani tambak garam di Desa Kalibuntu, mengungkapkan bahwa dari total 17 hektare tambak garam di desanya, sebagian besar mengalami kerugian akibat gagal panen. “Tambak kami sudah seperti lautan karena hujan hampir setiap hari. Hasil garamnya tidak sampai satu sak, bahkan tidak layak dijual,” jelas Suparyono pada Minggu (15/12/2024).

Baca juga: Peringati Hari Santri 2024, Begini Pesan PJ Walikota Probolinggo

Ia menambahkan, garam yang dihasilkan saat ini hanya digunakan sebagai campuran pakan ternak. “Biasanya, dari 17 hektare tambak, hasil panen di musim normal bisa mencapai Rp 500 juta hingga Rp 600 juta,” ujarnya.

Namun, kondisi saat ini memaksa para petani menghentikan produksi hingga musim kemarau tiba. Suparyono berharap pemerintah memberikan perhatian lebih, terutama terkait pinjaman modal untuk mendukung keberlangsungan usaha petani garam. “Sejak pandemi COVID-19, sudah lama tidak ada pinjaman lunak. Kami sangat membutuhkan bantuan modal awal,” tambahnya.

Tambak garam di Desa Kalibuntu memiliki potensi besar. Dalam kondisi normal, satu petak tambak berukuran 12 meter x 50 meter mampu menghasilkan hingga 11 ton garam setiap panen. Namun, curah hujan tinggi yang terus-menerus membuat tambak seluas 600 hektare, termasuk wilayah lain di Probolinggo, mengalami dampak yang signifikan.

Editor : Agus Susanto

Berita Terkait

Kasus Burung Cendet Baluran: Kakek Masir Bebas Setelah 5 Bulan 20 Hari Ditahan
Alih Fungsi KUD Jadi Dapur MBG di Senori Disorot, Pemerintah Desa dan Forkopimcam Mengaku Tak Tahu
Polemik Dugaan Perselingkuhan Oknum BPD Ngadipuro, Warga Desak Mundur
Himbauan Wakaf ASN Kemenag Tuban Tuai Polemik, Nominal Rp1 Juta Dinilai Memberatkan
Aktivitas Kendaraan Berat Picu Kerusakan Jalan Merakurak–Jenu, Warga Keluhkan Risiko Keselamatan
Divonis 5 Bulan 20 Hari, Kasus Kakek Masir di Taman Nasional Baluran Resmi Berakhir
Rutan Situbondo Awali 2026 dengan Renovasi Kamar Hunian WBP
Langgar Aturan Perizinan, Menara Telekomunikasi di Parengan Tuban Disegel Satpol PP

Berita Terkait

Jumat, 9 Januari 2026 - 17:35 WIB

Kasus Burung Cendet Baluran: Kakek Masir Bebas Setelah 5 Bulan 20 Hari Ditahan

Kamis, 8 Januari 2026 - 20:02 WIB

Alih Fungsi KUD Jadi Dapur MBG di Senori Disorot, Pemerintah Desa dan Forkopimcam Mengaku Tak Tahu

Kamis, 8 Januari 2026 - 11:44 WIB

Himbauan Wakaf ASN Kemenag Tuban Tuai Polemik, Nominal Rp1 Juta Dinilai Memberatkan

Rabu, 7 Januari 2026 - 22:01 WIB

Aktivitas Kendaraan Berat Picu Kerusakan Jalan Merakurak–Jenu, Warga Keluhkan Risiko Keselamatan

Rabu, 7 Januari 2026 - 15:51 WIB

Divonis 5 Bulan 20 Hari, Kasus Kakek Masir di Taman Nasional Baluran Resmi Berakhir

Berita Terbaru

Advertisement
Promo Shopee