Promo
Selamat Menunaikan Ibadah Puasa Ramadan 1447 H 2026 M Pemerintah Kabupaten Tuban

Tekanan Menguat! Warga, Akademisi, hingga DPRD Kompak Soroti Prioritas Pembangunan Tuban

- Reporter

Kamis, 16 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Warga secara swadaya memperbaiki jalan rusak di wilayah Tuban. Aksi ini menjadi simbol kekecewaan masyarakat terhadap lambannya perbaikan infrastruktur oleh pemerintah, (Assayid Annazili/Liputansatu.id).

Warga secara swadaya memperbaiki jalan rusak di wilayah Tuban. Aksi ini menjadi simbol kekecewaan masyarakat terhadap lambannya perbaikan infrastruktur oleh pemerintah, (Assayid Annazili/Liputansatu.id).

Tuban – Gelombang kritik terhadap arah pembangunan di Kabupaten Tuban kian menguat. Bukan hanya warga yang turun tangan memperbaiki fasilitas umum secara swadaya, kini suara akademisi hingga Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Tuban turut menyoroti tajam kebijakan prioritas pembangunan yang dinilai belum menyentuh kebutuhan dasar masyarakat.
Fenomena ini menjadi sinyal serius: tekanan terhadap Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tuban tidak lagi sporadis, melainkan mulai terakumulasi dari berbagai lapisan.

Dari Aksi Warga, Kritik Itu Bermula

Aksi perbaikan jalan dan fasilitas umum secara mandiri oleh masyarakat menjadi titik awal mencuatnya persoalan. Di tengah keterbatasan, warga justru mengambil alih peran yang semestinya menjadi tanggung jawab pemerintah.
Kondisi ini bukan sekadar bentuk gotong royong, tetapi mencerminkan adanya kejenuhan publik terhadap lambannya realisasi pembangunan.
Ketika kebutuhan dasar seperti infrastruktur jalan belum terpenuhi, langkah swadaya warga justru mempertegas adanya celah dalam kebijakan prioritas pembangunan daerah.

Akademisi: Janji Pembangunan Layak Dipertanyakan

Sorotan kemudian datang dari kalangan akademisi. Ketua PPLP PT PGRI, Sudjarwoto, menilai fenomena ini tidak bisa dianggap biasa.
Menurutnya, realisasi janji kampanye Bupati Tuban dengan jargon “Mbangun Deso Noto Kutho” patut dipertanyakan, terutama ketika fakta di lapangan menunjukkan masih adanya ketimpangan pembangunan.
“Ini soal pemerataan dan skala prioritas. Wajar jika masyarakat mulai mempertanyakan realisasi pembangunan,” ujarnya.
Ia bahkan menilai aksi warga menjadi indikator kejenuhan masyarakat sekaligus bentuk peringatan kepada pemerintah daerah.
“Jangan sampai janji hanya berhenti sebagai slogan,” tegasnya.

DPRD: Akui Harus Kembali ke Skala Prioritas

Tekanan semakin kuat ketika DPRD Tuban ikut angkat bicara. Wakil Ketua I DPRD Tuban, Miyadi, menegaskan bahwa pembangunan harus mengacu pada Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) dan disusun berdasarkan skala prioritas dalam Sistem Informasi Pemerintah Daerah (SIPD).
“Artinya pembangunan infrastruktur jalan menjadi penting ketika masuk dalam skala prioritas utama. Pembangunan taman juga penting, yang terpenting berdasarkan skala prioritas yang mengacu pada RPJMD,” jelasnya.
Ia mengakui, jika kondisi di lapangan menunjukkan kebutuhan jalan lebih mendesak, maka pemerintah harus melakukan evaluasi dan mendahulukan program tersebut.

Efisiensi Anggaran, Realisasi Ikut Bergeser

Di sisi lain, DPRD juga mengungkap adanya faktor eksternal yang memengaruhi jalannya pembangunan, yakni kebijakan efisiensi dari pemerintah pusat.
Menurut Miyadi, kondisi tersebut berdampak pada tidak tercapainya target dalam Rencana Kerja dan Anggaran (RKA) maupun Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) yang telah disusun berdasarkan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD).
“Ketika anggaran tidak mencapai target, maka alokasi pembangunan akan berubah menyesuaikan kebutuhan,” terangnya.
Namun demikian, ia menegaskan bahwa dalam kondisi apapun, pemerintah tetap harus mampu memilah mana program yang penting dan mana yang lebih mendesak bagi masyarakat.

Akumulasi Kritik, Sinyal Bahaya bagi Pemkab

Jika dicermati, kritik yang muncul saat ini bukan lagi suara tunggal. Warga menunjukkan aksi nyata, akademisi memberikan legitimasi intelektual, dan DPRD mulai membuka ruang evaluasi kebijakan.
Kombinasi ini menciptakan tekanan berlapis yang tidak bisa lagi diabaikan.
Situasi ini sekaligus menjadi indikator bahwa persoalan pembangunan di Tuban telah memasuki fase krusial: bukan hanya soal teknis anggaran, tetapi juga menyangkut kepercayaan publik.

RPJMD, RKPD, hingga SIPD secara normatif telah menjadi pedoman pembangunan. Namun pertanyaannya, sejauh mana dokumen tersebut benar-benar diterjemahkan menjadi kebijakan yang dirasakan langsung oleh masyarakat?
Ketika jalan rusak masih menjadi keluhan utama, sementara warga harus bergerak sendiri untuk memperbaikinya, maka publik mulai mempertanyakan: apakah skala prioritas sudah benar-benar berpihak pada kebutuhan riil?

Ujian Nyata Pemerintah Daerah

Gelombang kritik ini pada akhirnya menjadi ujian bagi Pemkab Tuban. Bukan sekadar soal menjawab kritik, tetapi bagaimana merespons dengan kebijakan yang konkret dan terukur.
Sebab jika tidak, yang tergerus bukan hanya efektivitas pembangunan, melainkan juga legitimasi kepercayaan publik.
Dan ketika kepercayaan itu mulai runtuh, dampaknya bisa jauh lebih besar dibanding sekadar jalan rusak yang belum diperbaiki. (Az)

Berita Terkait

Harga Pertamax Naik, ASN Tuban Keluhkan Biaya Operasional Kendaraan Dinas
Pertamax Naik Rp3.950 per Liter, Warga Tuban Kini Harus Rogoh Kocek Lebih Dalam
Teror Ketuk Pintu di Melawi Viral, Polisi Ungkap Fakta Sebenarnya
Guru PPPK Paruh Waktu Datangi Disdikbud Melawi, Tuntut Kejelasan Gaji dan Dana BOS
Tenaga Outsourcing Perhutani Jatirogo Ditemukan Meninggal di Kawasan Hutan
Laut Keruh dan Dangkal, Nelayan Gadon Minta Penertiban Cucian Pasir Kuarsa Tuban
Harga Cabai Rawit Merah di Tuban Tembus Rp65.400 per Kg, Pemkab Sebut Masih Wajar
Pemkab Tuban Akui Kendala SDM Usai Temuan BPK Soal Pajak dan Retribusi

Berita Terkait

Rabu, 10 Juni 2026 - 18:20 WIB

Harga Pertamax Naik, ASN Tuban Keluhkan Biaya Operasional Kendaraan Dinas

Rabu, 10 Juni 2026 - 07:22 WIB

Pertamax Naik Rp3.950 per Liter, Warga Tuban Kini Harus Rogoh Kocek Lebih Dalam

Selasa, 9 Juni 2026 - 23:57 WIB

Teror Ketuk Pintu di Melawi Viral, Polisi Ungkap Fakta Sebenarnya

Selasa, 9 Juni 2026 - 22:48 WIB

Guru PPPK Paruh Waktu Datangi Disdikbud Melawi, Tuntut Kejelasan Gaji dan Dana BOS

Selasa, 9 Juni 2026 - 22:38 WIB

Tenaga Outsourcing Perhutani Jatirogo Ditemukan Meninggal di Kawasan Hutan

Berita Terbaru

Dua warga memberikan keterangan di Polsek Kota Baru, Polres Melawi, terkait klarifikasi video viral dugaan teror ketuk pintu rumah warga di Kecamatan Tanah Pinoh, Kabupaten Melawi, (Nurul Hidayatullah/Liputansatu.id).

Hukum Kriminal

Teror Ketuk Pintu di Melawi Viral, Polisi Ungkap Fakta Sebenarnya

Selasa, 9 Jun 2026 - 23:57 WIB

Advertisement
Promo Shopee
Berita Terbaru Hari Ini LiputanSatu.id
Ilustrasi LiputanSatu
Berita Tuban Terkini LiputanSatu.id
Gambar Berita LiputanSatu
Kabar Tuban Hari Ini - Klik Selengkapnya di LiputanSatu.id