Tragis! ODGJ yang Baru Masuk RPS Tuban Ditemukan Tewas Keesokan Harinya

- Reporter

Jumat, 11 April 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala Dinsos P3A, Sugeng Purnomo ketika di temui awak media perihal adanya ODGJ yang meninggal di Rumah Perlindungan Sosial di Kabupaten Tuban, (Assayid Anazilli/Liputansatu.id).

Kepala Dinsos P3A, Sugeng Purnomo ketika di temui awak media perihal adanya ODGJ yang meninggal di Rumah Perlindungan Sosial di Kabupaten Tuban, (Assayid Anazilli/Liputansatu.id).

Tuban – Kabar duka datang dari Rumah Perlindungan Sosial (RPS) di bawah naungan Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos P3A) Kabupaten Tuban. Seorang Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) ditemukan tewas di dalam ruang perawatan pagi tadi, Jum’at (11/09/2025), hanya sehari setelah diamankan dan dibawa ke fasilitas tersebut.

Menurut Kapolsek Tuban AKP Ciput Abidin, korban pertama kali ditemukan oleh petugas saat hendak diberi makan pagi. Saat tidak ada respons, petugas segera menghubungi Puskesmas terdekat.

“Korban tidak bangun saat diberi makan, dan ternyata sudah meninggal,” ungkap AKP Ciput.

Hingga berita ini ditulis, identitas korban belum diketahui. Jenazah telah dibawa ke RSUD dr. Koesma untuk proses lebih lanjut.

“Biasanya akan ditunggu selama 30 hingga 40 hari di kamar jenazah. Jika tidak ada pihak keluarga yang datang, akan dilakukan pemakaman Mister X sesuai prosedur,” tambahnya.

Masuk RPS Dalam Kondisi Lemas

Kepala Dinsos P3A, Sugeng Purnomo, mengonfirmasi bahwa korban baru saja dibawa ke RPS pada Kamis sore (10/09/2025), sekitar pukul 16.15 WIB. Proses pengantaran melibatkan tim dari Pendamping Penyandang Disabilitas Mental (PPDM), TKSK, Satpol PP, dan Puskesmas.

“Korban memang sudah dalam kondisi lemas saat diantar,” kata Sugeng.

Terkait perawatan, Sugeng menegaskan bahwa pihaknya hanya menjalankan prosedur standar, yakni memberikan makanan dan minuman. Untuk layanan medis, hal tersebut berada di bawah wewenang Puskesmas.

“Kami tidak memiliki anggaran atau kewenangan untuk perawatan medis. Itu tanggung jawab pihak kesehatan,” jelasnya.

Minimnya Fasilitas dan Koordinasi

Kejadian ini menjadi sorotan terkait sistem perlindungan sosial dan penanganan ODGJ di daerah. Minimnya fasilitas medis dan anggaran di tempat seperti RPS dinilai menjadi salah satu faktor risiko yang harus segera dievaluasi oleh pemerintah daerah.(Az)

Editor : Mukhyidin Khifdhi

Berita Terkait

Dugaan Penyelewengan BBM Bersubsidi di SPBU Sukolilo Bancar, Tuban
Desakan Transparansi Aliran Dana Dugaan Korupsi Kuota Haji Menguat
Kalah Dari Pasuruan United, Langkah Persatu Tuban Terhenti Dibabak 32 Besar Liga 4 Jatim 2026
Update Penemuan Mayat di Sungai Sampean Lama: Korban Dipastikan Perempuan
Pembalakan Liar Marak di Tuban, 11 Batang Kayu Jati Diamankan di KPH Jatirogo
Kasus Burung Cendet Baluran: Kakek Masir Bebas Setelah 5 Bulan 20 Hari Ditahan
Alih Fungsi KUD Jadi Dapur MBG di Senori Disorot, Pemerintah Desa dan Forkopimcam Mengaku Tak Tahu
Sesosok Mayat Mr X Ditemukan Mengapung di Sungai Sampean Lama Situbondo

Berita Terkait

Sabtu, 10 Januari 2026 - 23:55 WIB

Dugaan Penyelewengan BBM Bersubsidi di SPBU Sukolilo Bancar, Tuban

Sabtu, 10 Januari 2026 - 13:03 WIB

Desakan Transparansi Aliran Dana Dugaan Korupsi Kuota Haji Menguat

Sabtu, 10 Januari 2026 - 07:54 WIB

Kalah Dari Pasuruan United, Langkah Persatu Tuban Terhenti Dibabak 32 Besar Liga 4 Jatim 2026

Jumat, 9 Januari 2026 - 18:45 WIB

Update Penemuan Mayat di Sungai Sampean Lama: Korban Dipastikan Perempuan

Jumat, 9 Januari 2026 - 18:06 WIB

Pembalakan Liar Marak di Tuban, 11 Batang Kayu Jati Diamankan di KPH Jatirogo

Berita Terbaru

Pembeli solar bersubsidi menggunakan drum 200 liter diduga tanpa surat rekom dan abaikan konsumen kendaraan pribadi, (Assayid Annazili/Liputansatu.id).

Hukum Kriminal

Dugaan Penyelewengan BBM Bersubsidi di SPBU Sukolilo Bancar, Tuban

Sabtu, 10 Jan 2026 - 23:55 WIB

Advertisement
Promo Shopee