Situbondo – Misteri penemuan sesosok mayat tanpa identitas yang mengapung di aliran Sungai Sampean Lama, Kecamatan Panarukan, Kabupaten Situbondo, mulai terkuak. Berdasarkan hasil pemeriksaan lanjutan, jasad yang sebelumnya belum diketahui jenis kelaminnya tersebut kini dipastikan berjenis kelamin perempuan.
Kelanjutan Kasus Penemuan Mayat di Sungai Sampean Lama
Mayat perempuan tanpa identitas itu sebelumnya ditemukan warga mengapung di Dusun Bentongan, Desa Sumber Kolak, Kamis (08/01/2026) sore, sebagaimana telah diberitakan sebelumnya. Jasad pertama kali diketahui oleh dua warga yang sedang memancing di sekitar lokasi kejadian.
Saat ditemukan, kondisi korban sudah membusuk. Kulit tubuh tampak melepuh dan mengeluarkan bau menyengat. Korban hanya mengenakan celana dalam, sementara bagian kepala terlihat gundul.
Pada betis kiri korban ditemukan luka robek cukup parah. Luka tersebut diduga akibat gigitan hewan liar, yakni biawak, yang terjadi setelah korban meninggal dunia di aliran sungai.
Hasil Pemeriksaan Medis: Korban Meninggal karena Tenggelam
Petugas medis RSU dr. Abdoer Rahem Situbondo, Subhan, menjelaskan bahwa berdasarkan hasil pemeriksaan awal, korban diperkirakan meninggal dunia akibat tenggelam dan telah berada di dalam air selama beberapa hari.
“Korban diperkirakan meninggal sekitar empat hari sebelum ditemukan. Tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan. Luka pada betis kiri diduga terjadi setelah korban meninggal dunia,” ujar Subhan.
Polisi Pastikan Tidak Ada Unsur Tindak Pidana
Kapolsek Panarukan, Iptu Harsono, membenarkan hasil pemeriksaan medis tersebut. Ia menegaskan bahwa hingga saat ini tidak ditemukan unsur tindak pidana dalam peristiwa penemuan mayat tersebut.
“Hasil pemeriksaan medis menyatakan korban murni meninggal dunia karena tenggelam. Sidik jari korban sudah rusak sehingga belum dapat dilakukan identifikasi,” kata Iptu Harsono.
Polisi Imbau Keluarga Korban Segera Melapor
Pihak kepolisian mengimbau masyarakat, khususnya warga Situbondo dan Bondowoso, yang merasa kehilangan anggota keluarga perempuan agar segera mendatangi kamar mayat RSU dr. Abdoer Rahem Situbondo guna membantu proses identifikasi.
Hingga saat ini, aparat kepolisian masih menunggu adanya pihak keluarga atau kerabat yang dapat mengenali identitas korban. Penyelidikan tetap dilakukan untuk memastikan seluruh fakta terkait peristiwa tersebut. (Fia)
Editor : Kief












