Situbondo– Sebuah insiden yang melibatkan seorang anggota Barisan Ansor Serbaguna (Banser) dengan sekelompok pemuda di Kabupaten Situbondo menjadi viral di media sosial. Kejadian ini bermula saat seorang anggota Banser menendang petasan yang dinyalakan di Jalan Raya Pantura, Kecamatan Banyuputih, dan hampir berujung pada pengeroyokan.
Peristiwa ini terjadi setelah salat Idulfitri di Masjid Nurul Muttaqin. Sekelompok pemuda menyalakan petasan di jalan raya, yang kemudian ditendang oleh seorang anggota Banser untuk menghindari bahaya bagi para pengendara. Namun, tak disangka, petasan tersebut langsung meledak setelah ditendang, memicu ketegangan antara Banser dan para pemuda.
Ketua Pengurus Anak Cabang Banser Banyuputih, Imam Taufiqurahman, membenarkan kejadian tersebut. Ia menegaskan bahwa anggota Banser yang bersangkutan, Slamet (47), hanya berusaha mengamankan situasi agar petasan tidak membahayakan pengguna jalan.
“Anggota kami bukan melarang mereka bermain petasan, hanya mengingatkan agar tidak dinyalakan di jalan raya karena bisa membahayakan pengendara. Saat petasan ditendang untuk menjauhkan dari jalan, kebetulan langsung meledak,” ujar Imam, Kamis (03/04/2025).
Baca juga: Ledakan Hebat di Mojokerto Tewaskan Ibu dan Anak, Bersumber dari Rumah Anggota Polisi
Baca juga: Polisi Dalami Kasus Ledakan Rumah Anggota Polsek Delanggu, Mojokerto
Baca juga: 1 Syawal 1446 H Jatuh pada 31 Maret 2025, Idul Fitri Dirayakan Serentak
Imam juga menambahkan bahwa akibat kejadian tersebut, Slamet nyaris dikeroyok oleh para pemuda yang mengira tindakannya sebagai provokasi. Beruntung, situasi dapat dikendalikan sebelum terjadi bentrokan lebih lanjut.
Kapolres Situbondo, AKBP Rezi Dharmawan, menyatakan bahwa kedua belah pihak telah dipertemukan dan sepakat untuk berdamai. Ia juga mengimbau masyarakat agar tidak menyalakan petasan di tempat umum, terutama di jalan raya, demi keselamatan bersama.
“Kita sudah fasilitasi pertemuan kedua belah pihak dan mereka sepakat berdamai. Kami mengingatkan masyarakat agar lebih berhati-hati dalam menyalakan petasan, agar tidak mencelakai diri sendiri maupun orang lain,” tegas AKBP Rezi.
Himbauan bagi masyarakat tentang bahaya bermain petasan di lokasi yang tidak semestinya. Selain berpotensi menimbulkan konflik, petasan juga dapat membahayakan keselamatan pengguna jalan.(Fia)
Editor : Mukhyidin Khifdhi