Dirgahayu Republik Indonesia ke-81

Viral Keributan di SMA Kristen Gloria 2 Surabaya: Siswa Dipaksa Bersujud dan Menggonggong

- Reporter

Selasa, 12 November 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kondisi Siswa SMA Surabaya Dipaksa Sujud dan Menggonggong, Selalu Cemas dan Tak Berani Tidur, (Ist).

Kondisi Siswa SMA Surabaya Dipaksa Sujud dan Menggonggong, Selalu Cemas dan Tak Berani Tidur, (Ist).

SURABAYA – Keributan yang terjadi di salah satu sekolah di Surabaya, Jawa Timur, menjadi viral di media sosial. Insiden tersebut dikabarkan terjadi di SMA Kristen Gloria 2 Surabaya, yang bermula dari video seorang pria yang membentak seorang siswa dan memaksanya untuk bersujud dan menggonggong. Kaslan, salah satu petugas keamanan di sekolah tersebut, menjelaskan bahwa peristiwa itu terjadi pada Senin (21/10) sore, setelah jam sekolah berakhir.

“Kejadiannya sekitar jam 16.00 WIB, setelah para siswa pulang,” ujar Kaslan pada Selasa (12/11).

Diketahui, pria yang terlibat dalam keributan tersebut bernama IV, yang datang ke SMAK Gloria 2 bersama kelompok orang yang disewa. Mereka sedang mencari seorang siswa bernama EN, yang diduga telah mengekspose ejekan terhadap anak IV, AL, yang merupakan siswa SMA Cita Hati Surabaya, setelah pertandingan basket di sebuah pusat perbelanjaan di Surabaya.

“Ejek-ejekan di lapangan yang kemudian berlanjut di media sosial,” ujar Kaslan.

IV pun meminta EN untuk meminta maaf dengan cara yang sangat memaksa, yakni memaksanya untuk bersujud dan menggonggong. Beberapa guru, petugas keamanan, bahkan bhabinkamtibmas setempat berusaha untuk menengahi keributan tersebut, yang semakin memicu kerumunan di lokasi kejadian.

Menanggapi insiden ini, SMAK Gloria 2 melalui seorang guru melaporkan kejadian tersebut ke pihak kepolisian pada Kamis (28/10), dengan nomor laporan LPM/1121/X/2024/SPKT/POLRESTABES SURABAYA.

Kuasa hukum SMAK Gloria 2, Sudiman Sidabuke, menjelaskan bahwa IV dilaporkan atas dugaan perbuatan tidak menyenangkan dan pemaksaan kehendak sesuai dengan Pasal 335 KUHP. Selain itu, IV juga diadukan karena masuk ke area sekolah tanpa izin dan melakukan tindakan yang mengancam serta berteriak keras. IV juga dilaporkan telah mengambil ID Card guru dan menunjuk-nunjuk dengan penuh amarah.

Sekolah memutuskan untuk melanjutkan proses hukum ini guna memberikan perlindungan dan menciptakan keamanan bagi para siswa serta tenaga pendidik.

Dua pekan setelah kejadian, pada Jumat (8/11), perwakilan dari sekolah bertemu dengan kelompok yang mendatangi SMAK Gloria 2, yang dipimpin oleh Nouke CS. Dalam pertemuan tersebut, kedua pihak sepakat untuk saling memaafkan dan berdamai. Meskipun demikian, proses hukum terhadap IV tetap dilanjutkan.

“Kami sudah berdamai dengan Nouke CS, yang diketahui merupakan kelompok yang disewa oleh IV, tetapi laporan terhadap IV tetap berlanjut,” jelas Sudiman.

Sementara itu, Richard Handiwiyanto, penasihat hukum dari Nouke CS, mengatakan bahwa keributan pada Jumat (21/10) di luar kendali kliennya. Nouke tidak menduga bahwa IV akan memaksa seorang siswa untuk bersujud dan menggonggong. Nouke juga menegaskan bahwa tidak ada niat untuk mengintimidasi pihak manapun dalam kejadian tersebut.

“Tindakan orang tua yang menyuruh orang lain meminta maaf dengan cara seperti itu jelas tidak dapat dibenarkan,” kata Richard.

Editor : Agus Susanto

Berita Terkait

Terperosok ke Sumur Tua, Pemuda di Tuban Bertahan Hidup Semalaman
Pengepul Solar Bersubsidi Ilegal Diamankan Polisi di Tuban
Polemik TITD Kwan Sing Bio Tuban Kembali Ke Ruang DPRD
Saling Klaim Legalitas Pengelolaan Kwan Sing Bio Tuban
Tanggapi Larangan Liputan di Kelenteng Tuban, Polda Jatim : Jaga Keutuhan TKP
Polda Jatim Segel Ruang Pelayanan, Pengurus Tak Mau Umat Jadi Korban
Cekcok Saat Pesta Tuak Berujung Berdarah, Pria di Palang Bacok Pemilik Warung
36 Merek Rokok Ilegal Beredar di Tuban, Ribuan Batang Disita!

Berita Terkait

Jumat, 6 November 2026 - 14:56 WIB

Terperosok ke Sumur Tua, Pemuda di Tuban Bertahan Hidup Semalaman

Jumat, 6 November 2026 - 14:43 WIB

Pengepul Solar Bersubsidi Ilegal Diamankan Polisi di Tuban

Jumat, 6 November 2026 - 11:06 WIB

Polemik TITD Kwan Sing Bio Tuban Kembali Ke Ruang DPRD

Rabu, 4 November 2026 - 18:34 WIB

Saling Klaim Legalitas Pengelolaan Kwan Sing Bio Tuban

Selasa, 3 November 2026 - 18:58 WIB

Polda Jatim Segel Ruang Pelayanan, Pengurus Tak Mau Umat Jadi Korban

Berita Terbaru

Gedung Satreskrim Polresta Tuban (gambar : Assa Annazili)

Hukum Kriminal

Pengepul Solar Bersubsidi Ilegal Diamankan Polisi di Tuban

Jumat, 6 Nov 2026 - 14:43 WIB

Suasana Gedung DPRD Tuban saat dilakukan hearing kasus Klenteng Kwan Sing Bio Tuban (gambar : Assa Annazili)

Daerah

Polemik TITD Kwan Sing Bio Tuban Kembali Ke Ruang DPRD

Jumat, 6 Nov 2026 - 11:06 WIB

Suasana di Klenteng Kwan Sing Bio Tuban saat adanya olah TKP dari Polda Jatim (gambar : Assa Annazili)

Daerah

Saling Klaim Legalitas Pengelolaan Kwan Sing Bio Tuban

Rabu, 4 Nov 2026 - 18:34 WIB

Banner Liputansatu
Banner Liputansatu
Banner Liputansatu