Tuban – Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Mayjen TNI (Purn) Lodewyk Pusung menyampaikan keprihatinannya atas masih banyaknya dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang belum sepenuhnya mematuhi standar operasional prosedur (SOP) dalam pengelolaan dan keamanan makanan.
Keprihatinan itu muncul setelah kembali terjadi insiden menu Makan Bergizi Gratis (MBG) yang didistribusikan oleh SPPG Glondonggede, Kecamatan Tambakboyo, Tuban, pada Selasa (14/10/2025). Sebelumnya, dapur yang sama juga sempat tersandung kasus dugaan keracunan dan temuan ulat pada Juli lalu.
“Masih ada kealfaan di beberapa dapur MBG. Dari kiriman video yang kami terima, terlihat wadah makan atau ompreng setelah dikembalikan dari penerima manfaat ditempatkan di area terbuka dan bahkan di bawah lantai. Relawan pencucian pun tidak memakai alat pelindung diri,” ujar Lodewyk saat dikonfirmasi, Kamis (16/10/2025).
Proses Pencucian Langgar Aturan Kebersihan
Menurutnya, praktik tersebut berpotensi menurunkan kualitas makanan dan membuka peluang penyebaran penyakit.
“Pencucian ompreng yang tidak sesuai SOP bisa menyebabkan kontaminasi bakteri. Ini harus segera dievaluasi,” tegasnya.
Ia menambahkan, pihaknya akan meneruskan laporan terkait kondisi dapur MBG di Tuban kepada pihak berwenang untuk dilakukan pemeriksaan ulang terhadap kepatuhan SOP di setiap dapur umum program nasional tersebut.
“Baik, terima kasih. Kami akan menunggu informasi selengkapnya untuk evaluasi. Semua dapur harus dicek kembali,” imbuhnya menanggapi video yang beredar memperlihatkan proses pencucian ompreng di tempat terbuka tanpa penggunaan alat pelindung diri (APD).
BGN Ingatkan Pentingnya SOP Kebersihan Dapur
Dalam keterangannya, Lodewyk juga menjabarkan langkah-langkah SOP pencucian ompreng yang benar. Menurutnya, proses harus dilakukan dengan air bersih yang mengalir, sabun khusus untuk kebersihan makanan, dan suhu air minimal 80°C untuk memastikan kuman mati.
Setelah direndam dalam larutan sabun beberapa menit, ompreng harus dibilas dengan air mengalir hingga benar-benar bersih, kemudian dikeringkan menggunakan lap steril atau alat pengering.
“Dengan penerapan SOP yang ketat, keamanan makanan bagi penerima manfaat bisa lebih terjamin,” tegasnya.
“Kami ingin dapur MBG di seluruh daerah meningkatkan kesadaran dan kepatuhan terhadap SOP. Tim BGN akan terus memantau dan mengevaluasi pelaksanaannya,” pungkasnya. (Az)
Editor : Kief












