Tuban – Bagi warga Tuban, Wana Wisata Kambang Putih atau Tuban Park bukan sekadar tempat rekreasi. Kawasan wisata keluarga yang berada tepat di sisi Terminal Kambang Putih itu pernah menjadi salah satu ikon kebanggaan daerah, terutama pada masa awal dibuka.
Menghadap langsung ke pesisir pantai, Wana Wisata Kambang Putih sempat menawarkan daya tarik berupa pemandangan laut, wahana bermain anak, hingga ruang terbuka untuk keluarga. Keberadaannya kala itu menjadi alternatif wisata murah dan mudah dijangkau bagi masyarakat.
Pernah Menjadi Primadona Wisata Keluarga
Pada masa jayanya, Wana Wisata Kambang Putih dikenal sebagai salah satu destinasi favorit warga lokal. Lokasinya yang strategis, bersebelahan dengan terminal dan menghadap langsung ke pantai, menjadi nilai lebih yang jarang dimiliki tempat wisata lain di Tuban.
Fasilitas permainan anak serta ruang bersantai membuat kawasan ini ramai dikunjungi, terutama saat akhir pekan dan musim liburan.
Paradoks Pembangunan di Kota Tuak
Namun kondisi tersebut kini tinggal cerita. Di tengah gencarnya pembangunan taman kota dan ruang publik baru yang digadang-gadang sebagai wajah pembangunan Tuban, Wana Wisata Kambang Putih justru tampak terbengkalai.
Kondisi ini memunculkan paradoks pembangunan daerah: ketika ruang publik baru terus bermunculan, ikon wisata lama justru luput dari perhatian dan pengelolaan.
Pergantian Pengelola dan Mulai Ditinggalkan Pengunjung
Wana Wisata Kambang Putih pertama kali dibuka pada 2016 dan sempat dikelola oleh beberapa pihak. Awalnya, pengelolaan dipegang oleh CV Cahaya Ananta asal Pati sebagai pemenang lelang. Pada 2017, pengelolaan kemudian beralih ke PT Surya Teknik.
Namun, pergantian pengelola tersebut tidak mampu mengangkat kembali daya tarik kawasan wisata. Seiring waktu, jumlah pengunjung terus menurun hingga akhirnya wisata ini berhenti beroperasi sejak Oktober 2022 karena sepinya peminat.
Pemerintah Akui Masih Terkendala Administrasi
Menanggapi kondisi tersebut, Kepala Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disbudporapar) Kabupaten Tuban, Mohammad Emawan Putra, menegaskan bahwa pemerintah daerah tidak melupakan keberadaan Wana Wisata Kambang Putih.
Saat ini, kata dia, pemerintah masih menunggu proses serah terima dari pihak rekanan pengelola sebelumnya. Proses tersebut belum bisa dilakukan lantaran terdapat sejumlah administrasi yang belum diselesaikan.
“Kami masih menunggu, ada beberapa hal yang belum dibereskan oleh pengelola sebelumnya,” ujarnya saat dikonfirmasi.
Wacana Revitalisasi dan Kolaborasi Swasta
Emawan menambahkan, apabila proses serah terima telah rampung, pemerintah daerah berencana menghidupkan kembali Wana Wisata Kambang Putih. Salah satu opsi yang dipertimbangkan adalah kembali menggandeng pihak swasta untuk berkolaborasi dalam pengelolaan.
Ke depan, publik menanti langkah konkret pemerintah daerah. Sebab, sebagai aset daerah yang berada di jalur strategis kota, Wana Wisata Kambang Putih menyimpan potensi besar jika dikelola secara serius dan berkelanjutan—agar tidak sekadar menjadi catatan sejarah dari geliat pembangunan yang timpang. (Az)
Editor : Kief












