Wisata Kambang Putih Tuban Park, Ikon yang Terlupa di Tengah Gencarnya Pembangunan

- Reporter

Sabtu, 3 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kondisi Wana Wisata Kambang Putih di Kabupaten Tuban tampak terbengkalai. Kolam renang dan wahana permainan yang dulu menjadi daya tarik wisata keluarga kini tidak lagi berfungsi, (Assayid Annazili/Liputansatu.id).

Kondisi Wana Wisata Kambang Putih di Kabupaten Tuban tampak terbengkalai. Kolam renang dan wahana permainan yang dulu menjadi daya tarik wisata keluarga kini tidak lagi berfungsi, (Assayid Annazili/Liputansatu.id).

Tuban – Bagi warga Tuban, Wana Wisata Kambang Putih atau Tuban Park bukan sekadar tempat rekreasi. Kawasan wisata keluarga yang berada tepat di sisi Terminal Kambang Putih itu pernah menjadi salah satu ikon kebanggaan daerah, terutama pada masa awal dibuka.
Menghadap langsung ke pesisir pantai, Wana Wisata Kambang Putih sempat menawarkan daya tarik berupa pemandangan laut, wahana bermain anak, hingga ruang terbuka untuk keluarga. Keberadaannya kala itu menjadi alternatif wisata murah dan mudah dijangkau bagi masyarakat.

Pernah Menjadi Primadona Wisata Keluarga

Pada masa jayanya, Wana Wisata Kambang Putih dikenal sebagai salah satu destinasi favorit warga lokal. Lokasinya yang strategis, bersebelahan dengan terminal dan menghadap langsung ke pantai, menjadi nilai lebih yang jarang dimiliki tempat wisata lain di Tuban.
Fasilitas permainan anak serta ruang bersantai membuat kawasan ini ramai dikunjungi, terutama saat akhir pekan dan musim liburan.

Paradoks Pembangunan di Kota Tuak

Namun kondisi tersebut kini tinggal cerita. Di tengah gencarnya pembangunan taman kota dan ruang publik baru yang digadang-gadang sebagai wajah pembangunan Tuban, Wana Wisata Kambang Putih justru tampak terbengkalai.
Kondisi ini memunculkan paradoks pembangunan daerah: ketika ruang publik baru terus bermunculan, ikon wisata lama justru luput dari perhatian dan pengelolaan.

Pergantian Pengelola dan Mulai Ditinggalkan Pengunjung

Wana Wisata Kambang Putih pertama kali dibuka pada 2016 dan sempat dikelola oleh beberapa pihak. Awalnya, pengelolaan dipegang oleh CV Cahaya Ananta asal Pati sebagai pemenang lelang. Pada 2017, pengelolaan kemudian beralih ke PT Surya Teknik.
Namun, pergantian pengelola tersebut tidak mampu mengangkat kembali daya tarik kawasan wisata. Seiring waktu, jumlah pengunjung terus menurun hingga akhirnya wisata ini berhenti beroperasi sejak Oktober 2022 karena sepinya peminat.

Pemerintah Akui Masih Terkendala Administrasi

Menanggapi kondisi tersebut, Kepala Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disbudporapar) Kabupaten Tuban, Mohammad Emawan Putra, menegaskan bahwa pemerintah daerah tidak melupakan keberadaan Wana Wisata Kambang Putih.
Saat ini, kata dia, pemerintah masih menunggu proses serah terima dari pihak rekanan pengelola sebelumnya. Proses tersebut belum bisa dilakukan lantaran terdapat sejumlah administrasi yang belum diselesaikan.
“Kami masih menunggu, ada beberapa hal yang belum dibereskan oleh pengelola sebelumnya,” ujarnya saat dikonfirmasi.

Wacana Revitalisasi dan Kolaborasi Swasta

Emawan menambahkan, apabila proses serah terima telah rampung, pemerintah daerah berencana menghidupkan kembali Wana Wisata Kambang Putih. Salah satu opsi yang dipertimbangkan adalah kembali menggandeng pihak swasta untuk berkolaborasi dalam pengelolaan.
Ke depan, publik menanti langkah konkret pemerintah daerah. Sebab, sebagai aset daerah yang berada di jalur strategis kota, Wana Wisata Kambang Putih menyimpan potensi besar jika dikelola secara serius dan berkelanjutan—agar tidak sekadar menjadi catatan sejarah dari geliat pembangunan yang timpang. (Az)

Editor : Kief

Berita Terkait

Jalan Rusak di Pantura Tuban Kembali Makan Korban, Pengendara Tewas Usai Hindari Lubang
Dugaan Penyelewengan BBM Bersubsidi di SPBU Sukolilo Bancar, Tuban
Dua Nelayan Tuban yang Hilang Berhasil Ditemukan Selamat
Desakan Transparansi Aliran Dana Dugaan Korupsi Kuota Haji Menguat
Kalah Dari Pasuruan United, Langkah Persatu Tuban Terhenti Dibabak 32 Besar Liga 4 Jatim 2026
Update Penemuan Mayat di Sungai Sampean Lama: Korban Dipastikan Perempuan
Pembalakan Liar Marak di Tuban, 11 Batang Kayu Jati Diamankan di KPH Jatirogo
Kasus Burung Cendet Baluran: Kakek Masir Bebas Setelah 5 Bulan 20 Hari Ditahan

Berita Terkait

Minggu, 11 Januari 2026 - 18:42 WIB

Jalan Rusak di Pantura Tuban Kembali Makan Korban, Pengendara Tewas Usai Hindari Lubang

Sabtu, 10 Januari 2026 - 23:55 WIB

Dugaan Penyelewengan BBM Bersubsidi di SPBU Sukolilo Bancar, Tuban

Sabtu, 10 Januari 2026 - 21:49 WIB

Dua Nelayan Tuban yang Hilang Berhasil Ditemukan Selamat

Sabtu, 10 Januari 2026 - 13:03 WIB

Desakan Transparansi Aliran Dana Dugaan Korupsi Kuota Haji Menguat

Sabtu, 10 Januari 2026 - 07:54 WIB

Kalah Dari Pasuruan United, Langkah Persatu Tuban Terhenti Dibabak 32 Besar Liga 4 Jatim 2026

Berita Terbaru

Pembeli solar bersubsidi menggunakan drum 200 liter diduga tanpa surat rekom dan abaikan konsumen kendaraan pribadi, (Assayid Annazili/Liputansatu.id).

Hukum Kriminal

Dugaan Penyelewengan BBM Bersubsidi di SPBU Sukolilo Bancar, Tuban

Sabtu, 10 Jan 2026 - 23:55 WIB

Rekan dan keluarga nelayan Tuban yang berhasil diselamatkan setelah dilaporkan hilang, (Assayid Annazili/Liputansatu.id).

Peristiwa

Dua Nelayan Tuban yang Hilang Berhasil Ditemukan Selamat

Sabtu, 10 Jan 2026 - 21:49 WIB

Advertisement
Promo Shopee