19 Dapur MBG Disuspend, Pemkab Situbondo Minta Disikapi Sebagai Evaluasi

- Reporter

Jumat, 5 Juni 2026

URL berhasil dicopy

URL berhasil dicopy

Sejumlah dapur SPPG di Situbondo saat ini tengah menjalani evaluasi dan pembenahan menyusul keputusan suspensi sementara dari Badan Gizi Nasional (BGN) guna memastikan pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) sesuai standar yang ditetapkan, (Fia Rahma/Liputansatu.id).

Situbondo – Penghentian sementara operasional 19 dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kabupaten Situbondo menjadi perhatian serius pemerintah daerah. Namun di balik keputusan tersebut, Pemkab Situbondo melihatnya sebagai langkah korektif untuk memastikan program Makan Bergizi Gratis (MBG) berjalan sesuai standar dan benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat.
Keputusan suspensi itu merujuk pada rilis resmi Koordinator Wilayah (Korwil) Badan Gizi Nasional (BGN) Situbondo yang menemukan adanya indikasi pelaksanaan di sejumlah dapur SPPG yang belum sepenuhnya sesuai dengan regulasi dan ketentuan yang berlaku.
Ketua Satuan Tugas (Satgas) Makan Bergizi Gratis Kabupaten Situbondo sekaligus Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Daerah, Akhmad Yulianto, meminta seluruh pihak menyikapi hasil evaluasi tersebut secara objektif dan menjadikannya sebagai bahan perbaikan bersama.
“Memang benar terdapat 19 dapur SPPG yang disuspend sebagaimana rilis dari Korwil BGN Situbondo. Kita semua perlu mencermati data tersebut karena ada beberapa SPPG yang terindikasi belum sesuai dengan peraturan yang telah ditetapkan,” ujarnya, Jumat (05/06/2026).

Satgas Dampingi Dapur yang Terdampak

Menurut Akhmad Yulianto, penghentian sementara operasional dapur bukanlah akhir dari pelaksanaan program MBG. Sebaliknya, langkah itu merupakan bagian dari mekanisme pengawasan agar kualitas layanan tetap terjaga dan sesuai standar nasional.
Karena itu, Satgas MBG Situbondo terus melakukan pendampingan kepada pengelola dapur yang terdampak agar segera melakukan pembenahan secara menyeluruh. Mulai dari aspek administrasi, tata kelola, hingga standar operasional yang menjadi syarat utama pelaksanaan program.
“Satgas MBG Situbondo terus mendorong agar seluruh dapur yang disuspend segera melakukan perbaikan sesuai ketentuan BGN. Kami juga terus melakukan pemantauan agar pelaksanaan MBG di Kabupaten Situbondo berlangsung dengan baik dan sesuai aturan,” katanya.

Pemkab Pastikan Pengawasan Lebih Ketat

Ia menegaskan pengawasan akan dilakukan secara ketat guna memastikan setiap dapur yang kembali beroperasi telah memenuhi standar yang ditetapkan.
Langkah tersebut dinilai penting untuk menjaga kualitas layanan sekaligus mempertahankan kepercayaan masyarakat terhadap program nasional yang menjadi salah satu prioritas pemerintah.
Akhmad Yulianto berharap proses pembenahan dapat berlangsung cepat sehingga dapur-dapur yang saat ini tidak beroperasi dapat segera kembali melayani masyarakat.
Pasalnya, keberadaan dapur SPPG memiliki peran strategis dalam mendukung keberhasilan program Makan Bergizi Gratis yang saat ini sangat dinantikan para penerima manfaat, terutama kalangan pelajar dan kelompok sasaran lainnya.
“Kami berharap dapur SPPG yang saat ini berhenti beroperasi akibat berbagai persoalan segera berbenah sesuai ketentuan BGN sehingga dapat kembali beroperasi. Program MBG ini sangat ditunggu masyarakat dan harus tetap berjalan dengan kualitas yang baik,” tegasnya.

Suspensi Jadi Momentum Perbaikan Program MBG

Di tengah proses evaluasi tersebut, Pemkab Situbondo memastikan komitmennya untuk terus mengawal pelaksanaan program MBG agar tidak hanya berjalan, tetapi juga memenuhi prinsip akuntabilitas, keamanan pangan, dan kualitas gizi sebagaimana tujuan utama program nasional tersebut.
Alih-alih dipandang sebagai hambatan, suspensi terhadap 19 dapur SPPG justru dinilai sebagai momentum memperkuat fondasi program MBG di Situbondo sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara maksimal oleh masyarakat dalam jangka panjang. (Fia)

Berita Terkait

Viral Dugaan Penganiayaan Badut Oleh Anggota Propam Tuban, Polisi Sebut Kasus Sudah Dimediasi
Jelang Operasi Patuh Kapuas 2026, Polres Melawi Bidik Balap Liar dan Knalpot Brong
Modus Lowongan Kerja di Pabrik Semen, Warga Tuban Rugi Rp54 Juta
Gerebek Lokasi Es Moni, Satpol PP Tuban Curiga Ada Kebocoran Informasi
Lapangan Kerja Terbatas, 73 Warga Tuban Pilih Merantau ke Hong Kong dan Taiwan
Geger! Bayi Laki-laki Ditemukan Tak Bernyawa Dalam Tas Kondangan di Tuban
DPRD Tuban Minta Evaluasi Debu Klinker SBI yang Dikeluhkan Warga
Bangunan SDN Kuthorejo 3 Tuban Roboh, Dinas Pendidikan Pastikan Tidak Ada Korban

Berita Terkait

Jumat, 5 Juni 2026 - 17:59 WIB

Viral Dugaan Penganiayaan Badut Oleh Anggota Propam Tuban, Polisi Sebut Kasus Sudah Dimediasi

Jumat, 5 Juni 2026 - 16:35 WIB

19 Dapur MBG Disuspend, Pemkab Situbondo Minta Disikapi Sebagai Evaluasi

Jumat, 5 Juni 2026 - 13:43 WIB

Jelang Operasi Patuh Kapuas 2026, Polres Melawi Bidik Balap Liar dan Knalpot Brong

Jumat, 5 Juni 2026 - 00:36 WIB

Modus Lowongan Kerja di Pabrik Semen, Warga Tuban Rugi Rp54 Juta

Kamis, 4 Juni 2026 - 19:46 WIB

Gerebek Lokasi Es Moni, Satpol PP Tuban Curiga Ada Kebocoran Informasi

Berita Terbaru

Advertisement
Exit mobile version