3 Kecamatan di Situbondo Terendam Banjir, Pemkab Bakal Bangun Dapur Umum

- Reporter

Selasa, 4 Februari 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sejumlah warga saat melakukan aktivitas disekitar rumah usai diterjang banjir bandang, (Foto: Fia/Liputansatu.id).

Sejumlah warga saat melakukan aktivitas disekitar rumah usai diterjang banjir bandang, (Foto: Fia/Liputansatu.id).

SITUBONDO, JATIM – Curah hujan tinggi yang melanda di wilayah Kabupaten Situbondo pada Selasa (3/02/2025) mengakibatkan banjir bandang di sejumlah titik. Bahkan, ribuan rumah dan fasilitas umum di tiga kecamatan di Kota Santri itu terendam lahar dingin.

Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Kabupaten Situbondo, Sruwi Hartanto menyatakan tiga kecamatan yang terdampak banjir ialah masing-masing Kecamatan Mlandingan, Kecamatan Kendit dan Kecamatan Bungatan,

“Dari peristiwa itu, ada ribuan rumah rusak parah dan sebanyak 1500 kepala keluarga terdampak,” terang Sriwi Hartanto kepada Liputansatu.id.

Adapun dari jumlah itu, terdapat 800 KK di Kecamatan Mlandingan Kulon dan Sumberpinang terpendam. Kemudian data yang dihimpun sementara di Kecamatan Kendit, terdapat 500 KK terdampak. Sementara 480 KK di Kecamatan Bungatan terdampak.

“Untuk kerusakan, data sementara ada total 6 rumah di Kecamatan Bungatan yang rusak,” jelasnya.

Tidak hanya pemukiman warga, banjir bandang yang menerjang daerah yang sebelumnya bernama Kabupaten Panarukan itu turut merendam ratusan hektare lahan pertanian hingga peternakan masyarakat. Sehingga dapat dipastikan banyak petani yang diprediksi mengalami gagal panen.

“Saat ini kami masih melakukan pendataan menyeluruh, ada beberapa titik wilayah terdampak belum di data. Sore ini semua data kemungkinan sudah lengkap,” ungkapnya.

Pasca bencana tersebut, lanjut Sriwi, pihaknya telah mendistribusikan bantuan berupa makanan siap saji dan bergizi untuk mencukupi kebutuhan nutrisi warga terdampak. Ia juga berencana membuka dapur umum guna memenuhi kebutuhan masyarakat.

“Nantinya kita akan membuka dapur umum di beberapa titik terdekat dari lokasi banjir atau terpusat di satu titik yang nantinya didistribusikan kepada wilayah terdampak. Untuk teknisnya masih kita koordinasikan,” katanya.

Dilain sisi, Hartati, salah seorang korban yang rumahnya tergenang banjir mengaku, saat ini masyarakat diwilayahnya sangat membutuhkan bantuan pemerintah lantaran dampak banjir bandang menyisakan meterial lumpur yang tebal.

“Selain masih berlumpur, bangunan dapur belakang juga jebol, sehingga sementara waktu tidak bisa digunakan untuk memasak,” ujarnya.

Warga juga menanti kehadiran dapur umum yang dirancang untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Apalagi dampak dari banjir tersebut menjadikan aktivitas mereka lumpuh total.

“Tidak bisa kemana-mana, orang jalan juga tertutup lumpur. Semoga pemerintah segera memberikan pertolongan kepada kami masyarakat terdampak. Kalau ada ya kiriman makanan,” pungkasnya. (Fia/Din).

Editor : Muhyiddin Khifdi

Berita Terkait

Dugaan Penyelewengan BBM Bersubsidi di SPBU Sukolilo Bancar, Tuban
Desakan Transparansi Aliran Dana Dugaan Korupsi Kuota Haji Menguat
Kalah Dari Pasuruan United, Langkah Persatu Tuban Terhenti Dibabak 32 Besar Liga 4 Jatim 2026
Update Penemuan Mayat di Sungai Sampean Lama: Korban Dipastikan Perempuan
Pembalakan Liar Marak di Tuban, 11 Batang Kayu Jati Diamankan di KPH Jatirogo
Kasus Burung Cendet Baluran: Kakek Masir Bebas Setelah 5 Bulan 20 Hari Ditahan
Alih Fungsi KUD Jadi Dapur MBG di Senori Disorot, Pemerintah Desa dan Forkopimcam Mengaku Tak Tahu
Sesosok Mayat Mr X Ditemukan Mengapung di Sungai Sampean Lama Situbondo

Berita Terkait

Sabtu, 10 Januari 2026 - 23:55 WIB

Dugaan Penyelewengan BBM Bersubsidi di SPBU Sukolilo Bancar, Tuban

Sabtu, 10 Januari 2026 - 13:03 WIB

Desakan Transparansi Aliran Dana Dugaan Korupsi Kuota Haji Menguat

Sabtu, 10 Januari 2026 - 07:54 WIB

Kalah Dari Pasuruan United, Langkah Persatu Tuban Terhenti Dibabak 32 Besar Liga 4 Jatim 2026

Jumat, 9 Januari 2026 - 18:45 WIB

Update Penemuan Mayat di Sungai Sampean Lama: Korban Dipastikan Perempuan

Jumat, 9 Januari 2026 - 18:06 WIB

Pembalakan Liar Marak di Tuban, 11 Batang Kayu Jati Diamankan di KPH Jatirogo

Berita Terbaru

Pembeli solar bersubsidi menggunakan drum 200 liter diduga tanpa surat rekom dan abaikan konsumen kendaraan pribadi, (Assayid Annazili/Liputansatu.id).

Hukum Kriminal

Dugaan Penyelewengan BBM Bersubsidi di SPBU Sukolilo Bancar, Tuban

Sabtu, 10 Jan 2026 - 23:55 WIB

Advertisement
Promo Shopee