Situbondo – Setelah puluhan tahun nyaris tanpa pembenahan, Pasar Mimbaan akhirnya masuk dalam daftar prioritas pembangunan Pemerintah Kabupaten Situbondo. Pasar yang disebut tidak tersentuh selama sekitar 37 tahun itu akan direvitalisasi mulai 2026 dengan konsep baru yang menggabungkan pusat perdagangan, kuliner, ruang terbuka hijau, hingga kawasan rekreasi keluarga.
Kepastian tersebut disampaikan Bupati Situbondo Yusuf Rio Wahyu Prayogo atau yang akrab disapa Mas Rio saat meninjau langsung kondisi Pasar Mimbaan, Rabu (01/07/2026).
Pasar Mimbaan Tak Tersentuh Selama 37 Tahun
Mas Rio mengatakan revitalisasi Pasar Mimbaan merupakan jawaban atas aspirasi masyarakat yang menginginkan pasar tradisional terbesar di Situbondo itu kembali menjadi pusat aktivitas ekonomi.
Menurutnya, selama kurang lebih 37 tahun pasar tersebut hampir tidak pernah mendapatkan pembenahan yang berarti sehingga kondisinya kini memprihatinkan.
“Ini permintaan masyarakat. Sudah sekitar 37 tahun pasar ini tidak mendapat sentuhan. Padahal ini salah satu pasar terbesar di Situbondo. Karena itu kami ingin merapikan, memperbaiki, dan merestorasinya agar kembali hidup,” ujar Mas Rio.
Tak Sekadar Pasar, Disulap Jadi Tempat Rekreasi Keluarga
Revitalisasi yang direncanakan tidak hanya berfokus pada perbaikan fisik bangunan. Pemerintah Kabupaten Situbondo juga menyiapkan konsep baru agar Pasar Mimbaan menjadi ruang publik yang nyaman bagi seluruh masyarakat.
Nantinya kawasan pasar akan dilengkapi area kuliner, taman bermain anak, ruang terbuka hijau, hingga panggung pertunjukan seni dan budaya.
“Supaya masyarakat datang bukan hanya untuk belanja. Ada tempat kuliner, permainan anak, ruang terbuka, bahkan saya minta ada tempat pertunjukan budaya juga. Jadi pasar ini menjadi tempat rekreasi keluarga gratis seperti alun-alun,” katanya.
Kondisi Pasar Dinilai Memprihatinkan
Saat meninjau lokasi, Mas Rio mengaku prihatin melihat kondisi Pasar Mimbaan. Salah satu yang menjadi perhatian adalah pintu gerbang pasar yang sudah mengalami kerusakan cukup parah.
Menurutnya, kondisi tersebut menjadi alasan kuat pemerintah memprioritaskan revitalisasi pasar.
“Coba lihat saja pintu gerbangnya. Sudah rusak sekali. Karena itulah pemerintah menganggarkan revitalisasi ini. Kami prihatin melihat kondisinya,” ungkapnya.
Karena keterbatasan anggaran, pembangunan tahap awal akan difokuskan pada sisi utara Pasar Mimbaan. Sementara kawasan selatan akan dikerjakan secara bertahap pada tahun-tahun berikutnya.
Sebelum proyek dimulai, pemerintah juga akan mengundang seluruh pedagang untuk menyosialisasikan rencana revitalisasi agar proses pembangunan berjalan lancar.
Mall Pelayanan Publik Akan Dipindah ke Pasar Mimbaan
Dalam konsep pengembangan tersebut, Pemerintah Kabupaten Situbondo juga berencana memindahkan gedung Mall Pelayanan Publik (MPP) ke kawasan Pasar Mimbaan.
Mas Rio optimistis langkah itu akan meningkatkan jumlah pengunjung karena masyarakat yang mengurus administrasi dapat sekaligus berbelanja maupun menikmati fasilitas yang tersedia di pasar.
“Kalau masyarakat mengurus pelayanan publik di sini, mereka bisa sekaligus makan, belanja, atau beraktivitas di pasar. Perputaran ekonomi akan jauh lebih baik. Intinya pasar ini harus hidup kembali,” tegasnya.
Pemerintah juga membuka peluang bagi generasi muda untuk mengembangkan usaha di Pasar Mimbaan.
Kios-kios yang tidak lagi digunakan pedagang lama akan dimanfaatkan oleh pelaku UMKM baru. Bahkan pemerintah akan mempertimbangkan skema bantuan apabila biaya sewa masih menjadi kendala bagi para pelaku usaha.
“Yang penting kita rapikan dulu, kita buat bagus dulu. Nanti kalau ada anak-anak muda yang ingin berusaha, tentu akan kita pikirkan skema yang bisa membantu mereka,” tambah Mas Rio.
Anggaran Revitalisasi Capai Rp4,8 Miliar
Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Perumahan Permukiman (DPUPP) Situbondo, Abdul Kadir Jaelani, mengatakan revitalisasi Pasar Mimbaan telah dialokasikan dalam Anggaran Tahun 2026 sebesar Rp4,8 miliar.
Ia menjelaskan desain kawasan akan dibuat lebih terbuka sesuai arahan Bupati. Pemerintah juga akan memasang site plan di lokasi agar masyarakat dapat melihat secara langsung konsep wajah baru Pasar Mimbaan.
“Site plan nanti akan dipasang di sini supaya masyarakat bisa melihat seperti apa wajah baru Pasar Mimbaan. Konsepnya memang lebih terbuka sesuai arahan Bupati dan akan dikembangkan secara bertahap menjadi kawasan rekreasi keluarga yang gratis,” ujar Abdul Kadir. (Fia)












