PONTIANAK — Sekitar 150 massa dari Barisan Pemuda Melayu (BPM) Kalimantan Barat menggelar aksi unjuk rasa di Halaman Masjid Raya Mujahidin Pontianak, Rabu (8/7/2026). Mereka menyoroti buruknya pelayanan listrik PLN, khususnya soal pemadaman berulang yang dinilai merugikan masyarakat.
Aksi yang dimulai sekitar pukul 13.00 WIB itu berjalan aman dan tertib di bawah pengamanan ketat aparat kepolisian Polresta Pontianak.
Massa Aksi Soroti Pelayanan Listrik
Dengan membawa spanduk bertuliskan “Stop Pemadaman Berulang, Wujudkan Pelayanan Yang Berkualitas. Kami Membayar Listrik, Kami Berhak Mendapatkan Layanan Terbaik”, massa menuntut PLN segera membenahi sistem pelayanan kelistrikan di Kalbar.
Koordinator aksi, Feri Setiawan selaku Ketua Satgas DPP BPM dan Gusti Edi selaku Ketua BPM Kalbar memimpin jalannya orasi.
Usai berorasi, perwakilan massa diterima langsung oleh Manajer PLN UP2D Kalimantan Barat, Prisma serta Team Leader K3L dan Keamanan, Syamsul Riyadi untuk menyampaikan aspirasi secara langsung.
Pengamanan Humanis, Situasi Kondusif
Untuk memastikan aksi berjalan lancar, Polresta Pontianak mengerahkan personel pengamanan yang dipimpin Kapolsek Pontianak Selatan AKP Inayatun Nurhasanah, dan Kasat Samapta AKP Suwanto.
Pendekatan persuasif dan humanis dikedepankan agar aspirasi masyarakat tetap tersampaikan tanpa mengganggu ketertiban umum.
“Polri berkomitmen memberikan pengamanan terhadap setiap kegiatan penyampaian pendapat di muka umum sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan, sekaligus memastikan situasi kamtibmas tetap terjaga,” ujar Kapolresta Pontianak Kombes Pol Endang Tri Purwanto.
Lalu Lintas di Pontianak Lancar
Berkat pengaturan lalu lintas oleh personel di lapangan, aktivitas di sekitar Masjid Raya Mujahidin tetap berjalan normal. Tidak ada kemacetan berarti selama aksi berlangsung.
Hingga aksi selesai, situasi terpantau aman, tertib, dan kondusif. Massa membubarkan diri dengan tertib setelah aspirasinya diterima pihak PLN.
Aksi ini menjadi pengingat bahwa pelayanan publik, khususnya kelistrikan, masih menjadi perhatian utama masyarakat Kalbar. (Roy/Kiev).
Editor : Mukhyidin Khifdhi












