Dirgahayu Republik Indonesia ke-81

Video Dugaan Perundungan Remaja Putri di Tuban Viral, Korban Lapor Polisi

- Reporter

Kamis, 9 Juli 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Peristiwa disebut terjadi pada akhir Juni. Orang tua baru mengetahui setelah video beredar di media sosial, sementara polisi mulai melakukan penyelidikan, (Tangkapan layar video viral/Ist).

Peristiwa disebut terjadi pada akhir Juni. Orang tua baru mengetahui setelah video beredar di media sosial, sementara polisi mulai melakukan penyelidikan, (Tangkapan layar video viral/Ist).

TUBAN – Sebuah video yang memperlihatkan dugaan perundungan terhadap seorang remaja putri di kawasan Jalan Soekarno-Hatta (Suhat), Kabupaten Tuban, beredar luas di media sosial. Menyusul viralnya video tersebut, ibu korban melaporkan peristiwa itu ke Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polresta Tuban, Kamis (9/7/2026).

Video berdurasi 51 detik itu memperlihatkan seorang remaja perempuan diduga menjadi korban kekerasan oleh remaja perempuan lain. Dalam rekaman, korban tampak memohon agar tidak dipukul. Namun, dugaan pemukulan dan tendangan tetap terjadi meski korban telah terjatuh ke jalan.

Orang Tua Korban Baru Mengetahui Setelah Video Viral

Ibu korban mengaku tidak mengetahui kejadian yang dialami anaknya hingga video tersebut beredar di media sosial. Informasi itu pertama kali diterimanya dari seorang rekan yang juga pemilik warung kopi tempat anaknya bekerja.

“Semula saya tidak tahu. Tadi malam teman saya yang memiliki warung kopi memberi tahu setelah melihat video yang viral,” ujarnya saat ditemui di Mapolresta Tuban.

Setelah mendapat kabar tersebut, ia meminta penjelasan kepada anaknya. Dari pengakuan korban, peristiwa bermula dari saling mengejek dengan salah seorang teman pelaku. Perselisihan kemudian berlanjut hingga berujung dugaan penganiayaan di kawasan Jalan Soekarno-Hatta.

“Lalu anak saya dipukuli seperti yang terlihat di video itu,” katanya.

Korban Disebut Memendam Kasus yang Dialaminya Sejak Akhir Juni

Menurut ibu korban, dugaan perundungan itu sebenarnya telah terjadi pada 27 Juni 2026. Namun, karena anaknya dikenal pendiam, kejadian tersebut tidak pernah diceritakan kepada keluarga.

Ia mengaku sempat melihat adanya luka di bagian mulut anaknya saat pulang ke rumah. Namun ketika ditanya, korban tidak mengaku telah menjadi korban kekerasan.

“Saya sempat melihat ada darah di bagian gusi, tetapi anak saya mengatakan itu hanya sisa makanan,” tuturnya.

Korban disebut mengalami trauma setelah kejadian tersebut. Selama hampir dua pekan, ia memilih mengurung diri di rumah dan tidak berani beraktivitas seperti biasa.

Ibu korban juga mengatakan sempat ada upaya menyelesaikan persoalan secara kekeluargaan. Namun, menurut pengakuannya, upaya tersebut tidak membuahkan hasil.

“Kami sempat mengajak bertemu baik-baik, tetapi malah mendapat tantangan,” ujarnya.

Polresta Tuban Mulai Kumpulkan Keterangan dan Barang Bukti

Kanit PPA Satreskrim Polresta Tuban, IPDA Sutikno, membenarkan pihaknya telah menerima laporan dari keluarga korban.

Menurut dia, penyidik saat ini masih mengumpulkan keterangan dari para pihak serta mendalami video yang beredar sebagai bagian dari proses penyelidikan.

“Kami masih melakukan penyelidikan terhadap kasus dugaan perundungan tersebut. Nanti akan kami sampaikan perkembangan selanjutnya,” kata Sutikno.

Hingga kini, polisi belum menetapkan pihak yang bertanggung jawab karena seluruh proses masih berada pada tahap penyelidikan.

Kasus Menambah Daftar Perundungan Anak di Tuban

Kasus ini kembali memunculkan perhatian terhadap persoalan perundungan yang melibatkan anak dan remaja di Kabupaten Tuban. Meski menyandang predikat Kabupaten Layak Anak, sejumlah kasus serupa masih bermunculan dalam beberapa tahun terakhir.

Pengamat perlindungan anak menilai penanganan kasus semacam ini tidak cukup hanya melalui proses hukum. Pendampingan psikologis terhadap korban, pembinaan terhadap pelaku, serta pengawasan dari keluarga, sekolah, dan lingkungan menjadi faktor penting untuk mencegah terulangnya kekerasan di kalangan remaja. (Az/Kiev).

Editor : Mukhyidin Khifdhi

Berita Terkait

Kebakaran Rumah Lansia di Singgahan Tuban, Kerugian Ditaksir Rp150 Juta
Antara Tennis Party 2026 Perluas Peta Persaingan Tenis di Tuban
Dugaan Riswah Muktamar NU: Gus Lilur Sebut Hotel di Surabaya hingga Posko di Jombang
Dugaan Transaksi Uang dalam Muktamar NU, Kesaksian Gus Lilur Perlu Diuji
Tiga Hari Hilang, ABK MV Khatulistiwa 8 Ditemukan Tewas di Perairan Tuban
Seorang Pemuda di Tuban Kabur Setelah Rudapaksa Gadis di Bawah Umur
Tanggapi Kuasa Hukum Pelapor ASN Diduga Asusila : BPN Tuban Buka Suara
Meski Sudah Berstatus Tersangka, BPN Tuban Belum Berikan Sanksi Pegawainya

Berita Terkait

Senin, 12 Oktober 2026 - 11:17 WIB

Kebakaran Rumah Lansia di Singgahan Tuban, Kerugian Ditaksir Rp150 Juta

Senin, 12 Oktober 2026 - 09:18 WIB

Antara Tennis Party 2026 Perluas Peta Persaingan Tenis di Tuban

Minggu, 11 Oktober 2026 - 15:48 WIB

Dugaan Riswah Muktamar NU: Gus Lilur Sebut Hotel di Surabaya hingga Posko di Jombang

Minggu, 11 Oktober 2026 - 13:15 WIB

Dugaan Transaksi Uang dalam Muktamar NU, Kesaksian Gus Lilur Perlu Diuji

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 18:02 WIB

Tiga Hari Hilang, ABK MV Khatulistiwa 8 Ditemukan Tewas di Perairan Tuban

Berita Terbaru

Banner Liputansatu
Banner Liputansatu
Banner Liputansatu