Dirgahayu Republik Indonesia ke-81

Kemarau Makin Panjang, 18 Desa di Tuban Mulai Krisis Air Bersih

- Reporter

Selasa, 8 September 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kalaksa BPBD Tuban turun ke lapangan mengecek sumur warga (gambar : ist.)

Kalaksa BPBD Tuban turun ke lapangan mengecek sumur warga (gambar : ist.)

Tuban – Kemarau panjang mulai menunjukkan dampaknya di Kabupaten Tuban. Tak hanya membuat lahan dan sumber air mengering, persediaan air bersih masyarakat di sejumlah wilayah juga mulai menipis.

Memasuki September 2026, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tuban bahkan memperluas distribusi air bersih. Tercatat 18 desa di sembilan kecamatan masuk dalam penanganan karena mengalami kondisi rawan air bersih. Jumlah tersebut meningkat dibandingkan pekan sebelumnya yang tercatat sebanyak 15 desa.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Tuban, Sudarmaji, mengatakan distribusi air bersih difokuskan pada dusun maupun wilayah tertentu yang benar-benar mengalami kesulitan mendapatkan pasokan air. “Sekarang kita dropping air untuk 15 desa. Tapi bukan berarti seluruh wilayah desa, hanya sebagian wilayah desa yang memang rawan air bersih,” kata Sudarmaji, Selasa (08/09/2026).

Sembilan kecamatan yang masuk dalam penanganan BPBD meliputi Grabagan, Parengan, Senori, Jatirogo, Bancar, Semanding, Montong, Bangilan, dan Soko. Untuk menjaga pemerataan bantuan, distribusi tidak dilakukan setiap hari ke desa yang sama. BPBD menerapkan sistem jeda sehingga wilayah lain yang mengalami persoalan serupa tetap mendapat pasokan.

“Tidak setiap hari. Kita jeda sehari karena harus berbagi dengan desa yang lain,” jelasnya.

Dalam sehari, BPBD Tuban mampu mengerahkan sekitar 4-5 tangki air bersih. Setiap tangki rata-rata melakukan dua kali rit pengiriman. Dengan kapasitas tangki berkisar 5.000 hingga 7.000 liter dan rata-rata membawa sekitar 6.000 liter dalam sekali rit, total air yang dapat disalurkan BPBD mencapai sekitar 60.000 liter per hari atau 10 rit.

Bantuan juga diperkuat melalui Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo kantor Bojonegoro. Dukungan distribusi tersebut rata-rata mencapai 2-4 rit per hari untuk membantu memenuhi kebutuhan warga terdampak.

Sudarmaji menjelaskan, distribusi air bersih dilakukan berdasarkan pengajuan dari pemerintah desa. Permintaan tersebut harus terlebih dahulu diketahui oleh camat sebelum BPBD melakukan pemeriksaan kondisi di lapangan.

“Berdasarkan permintaan dari kepala desa yang diketahui camat. Setelah ada surat, kita asesmen, setelah itu baru kita dropping,” ujarnya.

Kondisi tersebut diperkirakan masih akan berlangsung dalam beberapa bulan ke depan. Berdasarkan informasi prakiraan BMKG Tuban yang diterima BPBD, musim kemarau diprediksi masih berlangsung hingga pertengahan bahkan akhir November 2026.

Sudarmaji menyebut kondisi kemarau tahun ini cenderung lebih panjang dan kering dibandingkan tahun sebelumnya. Situasi tersebut membuat kebutuhan air bersih berpotensi terus meningkat. Karena itu, masyarakat diminta menghemat penggunaan air sekaligus meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran.

“Karena kemarau 2026 ini lebih panjang dan kering dibanding tahun lalu, saya minta masyarakat lebih hemat memanfaatkan air bersih dan waspada terhadap kebakaran, baik kebakaran permukiman maupun kebakaran hutan dan lahan,” pungkasnya. (Az/Kiev)

Editor : Mukhyidin Khifdi

Berita Terkait

Epilepsi Kambuh Warga Gununganyar Tewas Tenggelam di Embung
Operasi Patuh Semeru 2026 Dimulai, Kapolresta Tuban : Jangan Cari-cari Kesalahan Pengendara
Warga Tuban Keluhkan BPJS Bantuan Pemerintah, Kenapa?
Kukuhkan DPC PKB Tuban, DPW Targetkan Tambah Kursi DPRD
Pekerja Vendor Curi Forklift Milik SIG Tuban
PT SBI Tuban Ingatkan Bahaya Tambang
Ruangan Masih Terkunci, Kubu Go Tjong Ping Terpaksa Buka Paksa Kantor Klenteng
Miyadi Tegaskan PKB Sudah Siapkan Calon Bupati

Berita Terkait

Senin, 26 Oktober 2026 - 18:52 WIB

Epilepsi Kambuh Warga Gununganyar Tewas Tenggelam di Embung

Senin, 26 Oktober 2026 - 11:05 WIB

Operasi Patuh Semeru 2026 Dimulai, Kapolresta Tuban : Jangan Cari-cari Kesalahan Pengendara

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 18:07 WIB

Warga Tuban Keluhkan BPJS Bantuan Pemerintah, Kenapa?

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 17:56 WIB

Kukuhkan DPC PKB Tuban, DPW Targetkan Tambah Kursi DPRD

Jumat, 23 Oktober 2026 - 19:47 WIB

Pekerja Vendor Curi Forklift Milik SIG Tuban

Berita Terbaru

Jenazah Mat Sahir (37) saat dievakuasi warga (gambar : ist.)

Peristiwa

Epilepsi Kambuh Warga Gununganyar Tewas Tenggelam di Embung

Senin, 26 Okt 2026 - 18:52 WIB

Ilustrasi warga yang pusing karena kartu BPJS-nya non-aktif (gambar : ilustrasi AI)

Pemerintah

Warga Tuban Keluhkan BPJS Bantuan Pemerintah, Kenapa?

Sabtu, 24 Okt 2026 - 18:07 WIB

Prosesi Pengukuhan DPC PKB Tuban dan DPAC PKB se-Kabupaten Tuban di Ballroom Hotel Lynn (24/10/2026) (gambar : Assa Annazili)

Politik

Kukuhkan DPC PKB Tuban, DPW Targetkan Tambah Kursi DPRD

Sabtu, 24 Okt 2026 - 17:56 WIB

Kanit Pidum/Jatanras Polresta Tuban, IPDA Priyanto saat menemui awak media setelah konferensi pers (23/10/2026) (gambar : Assa Annazili)

Hukum Kriminal

Pekerja Vendor Curi Forklift Milik SIG Tuban

Jumat, 23 Okt 2026 - 19:47 WIB

Banner Liputansatu
Banner Liputansatu
Banner Liputansatu