TUBAN, JATIM – Program Makan Siang Gratis yang dicanangkan Presiden sejak masa kampanye kini mulai diuji coba di berbagai daerah. Namun, hingga kini Kabupaten Tuban belum terpilih sebagai salah satu lokasi uji coba program tersebut.
Sekretaris Daerah (Sekda) Tuban, Budi Wiyana, menjelaskan alasan Tuban belum terlibat dalam program ini. Saat ditemui usai Sidang Paripurna bersama DPRD pada Sabtu (11/01), ia menyatakan bahwa pemerintah pusat belum menunjuk Tuban untuk melaksanakan uji coba. Akibatnya, belum ada anggaran khusus yang dialokasikan. Namun, ia memastikan Pemkab telah menyiapkan dana darurat untuk mendukung pelaksanaan program ini di masa mendatang.
“Kabupaten yang sudah menjalankan uji coba adalah yang telah ditunjuk. Untuk Tuban, kita masih menunggu instruksi. Anggaran nanti akan dibagi dengan pusat, tapi kita belum tahu rinciannya karena petunjuk teknisnya belum keluar,” ujar Budi.
Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Tuban dari Fraksi Gerindra, Luthfi Firmansyah, S.E., mengungkapkan bahwa keterlambatan penunjukan Tuban disebabkan kurangnya kesiapan infrastruktur, khususnya dapur umum yang menjadi salah satu syarat utama.
“Kita belum ditunjuk karena memang belum siap. Dapur umum saja belum ada,” jelas Luthfi saat diwawancarai oleh Liputansatu.id, Minggu (14/01).
Baca juga: Proyek Alun-Alun dan Gedung IPIT Tuban Tertunda, Pemuda Pancasila Kritik Pemerintah
Luthfi mendorong Pemkab Tuban untuk segera mempersiapkan fasilitas yang dibutuhkan agar dapat menyusul daerah tetangga seperti Bojonegoro dan Lamongan yang sudah lebih dulu melaksanakan uji coba. Dalam rapat bersama Sekda, ia juga mempertanyakan langkah konkret Pemkab dalam menyikapi program strategis ini, mengingat program ini sangat dinantikan oleh masyarakat, terutama siswa di sekolah-sekolah pedesaan.
“Program makan siang gratis ini adalah langkah strategis dari pemerintah pusat. Harapannya, seluruh masyarakat, terutama di pedesaan, bisa segera merasakan manfaatnya,” pungkas Luthfi. (AS/Din).
Editor : Ahmad Muhyiddin












