Pelantikan Bupati Situbondo Ditunda, Mas Rio Tunggu Keputusan Pemerintah

- Reporter

Sabtu, 1 Februari 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bupati Situbondo terpilih, Yusuf Rio Wahyu Prayogo (Foto: Fia Rahma/Liputansatu.id).

Bupati Situbondo terpilih, Yusuf Rio Wahyu Prayogo (Foto: Fia Rahma/Liputansatu.id).

SITUBONDO, JATIM – Jadwal pelantikan Bupati dan Wakil Bupati Situbondo terpilih hasil Pilkada 2024 kembali mengalami perubahan. Yusuf Rio Wahyu Prayogo, atau yang akrab disapa Mas Rio, menyatakan dirinya menerima keputusan pemerintah tanpa keberatan dan siap menjalankan tugasnya kapan pun pelantikan dilakukan.

Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian mengungkapkan bahwa penundaan ini dilakukan untuk efisiensi anggaran. Pemerintah memutuskan bahwa pelantikan kepala daerah terpilih akan dilaksanakan secara serentak setelah adanya putusan dari Mahkamah Konstitusi (MK) terkait sengketa hasil Pilkada 2024.

“Pelantikan kepala daerah hasil Pilkada 2024 harus dilakukan secara bersamaan. Ini bertujuan agar tidak ada pemborosan anggaran dan lebih efektif dalam penyelenggaraannya,” ujar Mendagri Tito Karnavian dalam pernyataan resminya.

Mas Rio: Saya Ikuti Keputusan Pemerintah dan Tetap Siap

Menanggapi kebijakan ini, Bupati Situbondo terpilih, Mas Rio, menegaskan bahwa dirinya tidak mempermasalahkan penundaan pelantikan. Sebelumnya, pelantikan dijadwalkan berlangsung pada 10 Februari 2025, kemudian dimajukan ke 6 Februari, namun kembali diundur.

“Kami memahami alasan pemerintah dalam menunda waktu pelantikan. Jika hal ini bertujuan untuk efisiensi anggaran, maka itu adalah keputusan yang positif. Kami akan mengikuti arahan dari pemerintah pusat,” ujar Mas Rio pada Sabtu (1/2/2025).

Ia juga menekankan bahwa dirinya siap dilantik kapan saja, tanpa mempersoalkan jadwal yang terus berubah. “Kapan pun pelantikan dilakukan, saya siap. Saya akan mengikuti arahan dari pemerintah pusat dan langsung menjalankan tugas serta program yang telah kami siapkan,” tambahnya.

Baca juga: Mendagri Tito Karnavian Batalkan Pelantikan Kepala Daerah Nonsengketa di Jatim, Ini Alasannya

Masyarakat Situbondo Menunggu Kepastian

Di sisi lain, masyarakat Situbondo menginginkan pelantikan segera dilaksanakan, mengingat kondisi pemerintahan daerah yang sebelumnya sempat mengalami kekosongan kepemimpinan. Bupati sebelumnya harus digantikan akibat kasus hukum, sehingga kehadiran pemimpin baru sangat dinantikan untuk menggerakkan roda pemerintahan dan pembangunan daerah.

Mas Rio pun menyadari harapan besar masyarakat terhadap kepemimpinannya. Ia menegaskan bahwa penundaan ini tidak akan menghambat perencanaan program-program yang telah disiapkan. “Kami sudah memiliki berbagai program strategis untuk membangun Situbondo lebih maju. Penundaan ini tidak akan menghalangi persiapan kami dalam mewujudkan visi dan misi,” jelasnya.

Sejumlah warga Situbondo berharap pemerintah pusat segera memberikan kepastian terkait jadwal pelantikan yang baru. “Kami ingin kepemimpinan yang baru segera dimulai agar program pembangunan bisa berjalan dengan lancar,” kata salah seorang warga.

Baca juga: Mas Rio Tegaskan Tak Perlu Karpet Merah dalam Pelantikan

Pelantikan Serentak, Efisiensi atau Hambatan?

Meski penundaan ini dilakukan untuk efisiensi anggaran, sebagian pihak menilai bahwa kebijakan ini juga berpotensi memperlambat proses pemerintahan di daerah. Kepala daerah terpilih tidak bisa langsung bekerja dan mengambil kebijakan strategis sebelum resmi dilantik.

Namun, di tengah berbagai pro dan kontra, Mas Rio tetap bersikap tenang dan fokus pada persiapan menjalankan program setelah pelantikan resmi dilakukan. “Yang terpenting adalah bagaimana kami bisa langsung bekerja untuk masyarakat begitu dilantik. Kami sudah siap, kapan pun waktunya,” pungkasnya.(Fia/Din)

Editor : Mukhyidin khifdhi

Berita Terkait

Jalan Rusak di Pantura Tuban Kembali Makan Korban, Pengendara Tewas Usai Hindari Lubang
Dugaan Penyelewengan BBM Bersubsidi di SPBU Sukolilo Bancar, Tuban
Dua Nelayan Tuban yang Hilang Berhasil Ditemukan Selamat
Desakan Transparansi Aliran Dana Dugaan Korupsi Kuota Haji Menguat
Kalah Dari Pasuruan United, Langkah Persatu Tuban Terhenti Dibabak 32 Besar Liga 4 Jatim 2026
Update Penemuan Mayat di Sungai Sampean Lama: Korban Dipastikan Perempuan
Pembalakan Liar Marak di Tuban, 11 Batang Kayu Jati Diamankan di KPH Jatirogo
Kasus Burung Cendet Baluran: Kakek Masir Bebas Setelah 5 Bulan 20 Hari Ditahan

Berita Terkait

Minggu, 11 Januari 2026 - 18:42 WIB

Jalan Rusak di Pantura Tuban Kembali Makan Korban, Pengendara Tewas Usai Hindari Lubang

Sabtu, 10 Januari 2026 - 23:55 WIB

Dugaan Penyelewengan BBM Bersubsidi di SPBU Sukolilo Bancar, Tuban

Sabtu, 10 Januari 2026 - 21:49 WIB

Dua Nelayan Tuban yang Hilang Berhasil Ditemukan Selamat

Sabtu, 10 Januari 2026 - 13:03 WIB

Desakan Transparansi Aliran Dana Dugaan Korupsi Kuota Haji Menguat

Sabtu, 10 Januari 2026 - 07:54 WIB

Kalah Dari Pasuruan United, Langkah Persatu Tuban Terhenti Dibabak 32 Besar Liga 4 Jatim 2026

Berita Terbaru

Pembeli solar bersubsidi menggunakan drum 200 liter diduga tanpa surat rekom dan abaikan konsumen kendaraan pribadi, (Assayid Annazili/Liputansatu.id).

Hukum Kriminal

Dugaan Penyelewengan BBM Bersubsidi di SPBU Sukolilo Bancar, Tuban

Sabtu, 10 Jan 2026 - 23:55 WIB

Rekan dan keluarga nelayan Tuban yang berhasil diselamatkan setelah dilaporkan hilang, (Assayid Annazili/Liputansatu.id).

Peristiwa

Dua Nelayan Tuban yang Hilang Berhasil Ditemukan Selamat

Sabtu, 10 Jan 2026 - 21:49 WIB

Advertisement
Promo Shopee