Jakarta – Indonesia resmi memiliki lembaga investasi baru bernama Danantara atau Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara. Presiden Prabowo Subianto meresmikan lembaga ini pada 24 Februari 2025, menandai babak baru dalam pengelolaan aset negara yang lebih efisien dan profesional. Dengan total nilai aset mencapai Rp14.000 triliun, Danantara digadang-gadang sebagai mesin penggerak ekonomi baru Indonesia.
Apa Itu Danantara?
Danantara adalah lembaga yang bertugas mengonsolidasikan dan mengelola aset Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Ini berarti, kepemilikan mayoritas saham di berbagai BUMN kini berada di bawah kendali Danantara. Jika sebelumnya Kementerian BUMN memegang penuh kepemilikan saham, kini Danantara menguasai 99% saham Seri B di seluruh BUMN, sementara Kementerian BUMN hanya memegang 1% saham Seri A.
Perubahan ini bertujuan untuk meningkatkan efisiensi, mengurangi birokrasi, dan memastikan investasi dalam proyek strategis nasional berjalan optimal. Dengan pendekatan yang lebih profesional, Danantara diharapkan bisa menjadi akselerator investasi dan mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia.
Erick Thohir sebagai Ketua Dewan Pengawas
Salah satu langkah strategis pemerintah adalah menunjuk Erick Thohir sebagai Ketua Dewan Pengawas Danantara. Perannya sangat krusial dalam memastikan transparansi, akuntabilitas, dan efisiensi dalam pengelolaan aset negara.
Namun, tugas Erick Thohir tidaklah mudah. Ia harus menghadapi tantangan seperti:
Menghindari konflik kepentingan antara Kementerian BUMN dan Danantara.
Menjaga transparansi pengelolaan aset agar tidak terjadi penyalahgunaan dana.
Memastikan standar tata kelola yang tinggi agar Danantara bisa menarik investor global.
Fokus pada Investasi dan Transisi Energi
Salah satu fokus utama Danantara adalah mempercepat investasi di sektor strategis, termasuk dalam transisi energi. Lembaga ini akan berperan dalam pendanaan program pensiun dini PLTU batu bara dan mendorong pengembangan energi baru terbarukan (EBT).
Dengan aset lebih dari US$900 miliar, Danantara diproyeksikan menjadi kekuatan besar dalam mempercepat pembangunan berkelanjutan dan menyeimbangkan pertumbuhan ekonomi dengan kepentingan lingkungan.
Mampukah Danantara Sukses?
Pembentukan Danantara memicu harapan besar, namun juga memunculkan berbagai pertanyaan. Keberhasilan lembaga ini sangat bergantung pada tata kelola yang baik, penerapan standar ESG (Environmental, Social, and Governance), serta transparansi dalam setiap kebijakan investasi.
Jika dikelola dengan baik, Danantara bisa menjadi penggerak utama pertumbuhan ekonomi Indonesia, yang ditargetkan meningkat hingga 8% per tahun. Namun, jika pengawasannya lemah, bukan tidak mungkin Danantara justru menjadi sarang kepentingan tertentu.
Oleh karena itu, pengawasan ketat dan independen sangat diperlukan agar Danantara benar-benar dapat menjadi instrumen investasi yang memberikan manfaat nyata bagi bangsa.(My)
Editor : Mukhyidin khifdhi












