Tuban – Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Tuban menggelar aksi unjuk rasa di depan Gedung Pemerintah Kabupaten (Pemkab) dan DPRD Tuban pada Rabu siang (26/2/2025). Aksi ini menyoroti berbagai persoalan, mulai dari kebijakan nasional hingga evaluasi kinerja pemerintah daerah.
Mahasiswa memulai aksinya dengan orasi di depan Gedung Pemkab Tuban. Mereka mengkritik pola pembangunan yang dinilai hanya terpusat di perkotaan (politik mercusuar), buruknya pelayanan kesehatan bagi masyarakat kecil, serta proyek infrastruktur yang molor dan mudah rusak.
Ketua PMII Tuban, Ahmad Wafa Amrillah, menyampaikan bahwa organisasinya memiliki tiga catatan penting bagi Pemkab Tuban. Ia menyoroti buruknya pelayanan kesehatan bagi masyarakat miskin, lemahnya pengawasan proyek pembangunan, serta tingginya angka kekerasan terhadap anak meskipun daerah ini berstatus Kabupaten Layak Anak (KLA).
“Kami menuntut agar tidak ada lagi masyarakat miskin yang kesulitan mengakses layanan kesehatan, pengawasan ketat terhadap proyek bermasalah, serta langkah konkret dalam pencegahan kekerasan anak, implementasi kebijakan ramah anak, dan penegakan hukum. Selain itu, OPD yang tidak menjalankan tugasnya dengan baik harus ditindak tegas,” ujar Wafa.
Selain menyoroti kebijakan daerah, PMII juga mengangkat isu nasional saat beraksi di DPRD Tuban. Mereka mendesak agar anggaran pendidikan dan kesehatan dikelola lebih efisien serta menuntut implementasi program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Aspirasi mahasiswa di Gedung Pemkab diterima oleh Kepala Dinas Kesehatan Tuban, Esti Surahmi, yang berjanji akan menyampaikan tuntutan mereka kepada Bupati. Sementara di DPRD, perwakilan massa ditemui oleh Wakil Ketua Komisi IV DPRD Tuban, Asep Nur Hidayatullah.
“Saya mewakili Ketua DPRD dan pimpinan komisi karena saat ini mereka menghadiri Munas Anggota DPRD Seluruh Indonesia (Adkasi). Semua aspirasi mahasiswa akan kami tindak lanjuti,” ujar Asep.
Aksi unjuk rasa ini berlangsung damai. Setelah menyampaikan tuntutan di kedua gedung pemerintahan, para mahasiswa membubarkan diri dengan harapan aspirasi mereka dapat segera ditindaklanjuti oleh pihak terkait.(Az)
Editor : Mukhyidin khifdhi












