IG Batik Gedog Tuban dalam Proses, Pengrajin Turut Bangga

- Reporter

Senin, 3 Maret 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Uswatun Hasanah, seorang pengrajin batik gedog dari Kecamatan Kerek, Kabupaten Tuban,(Assayid Annazili/Liputansatu.id).

Uswatun Hasanah, seorang pengrajin batik gedog dari Kecamatan Kerek, Kabupaten Tuban,(Assayid Annazili/Liputansatu.id).

Tuban – Batik Gedog Tuban selangkah lagi mendapatkan pengakuan resmi melalui Indikasi Geografis (IG). Pengakuan ini akan melindungi keaslian batik gedog sekaligus memberikan perlindungan hak royalti bagi para pengrajin.

Uswatun Hasanah, seorang pengrajin batik gedog dari Kecamatan Kerek, mengungkapkan bahwa setiap proses dalam pembuatan batik ini memiliki filosofi mendalam. Mulai dari pemintalan benang kapas, penenunan dengan alat tradisional, pembatikan, hingga pewarnaan alami, semuanya mencerminkan kearifan lokal.

“Proses menenun menggunakan alat tradisional menghasilkan suara ‘dog-dog-dog’, yang menjadi asal-usul nama Batik Gedog. Selain itu, pewarnaan alami membuat warna batik semakin indah seiring waktu,” jelas Uswatun.

Proses Panjang dalam Pembuatan Batik Gedog

Batik Gedog khas Tuban dibuat melalui beberapa tahap utama:

  1. Pemintalan benang kapas – Menentukan kualitas dasar kain.
  2. Penenunan dengan alat tenun tradisional – Menghasilkan kain khas dengan motif unik.
  3. Pembatikan – Memberikan pola khas dengan teknik batik tulis.
  4. Pewarnaan alami – Menggunakan bahan alami yang semakin lama semakin memperindah kain.

Manfaat Indikasi Geografis bagi Pengrajin Batik Gedog

Menurut Plt. Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian (Disnakerin) Tuban, Rohman Ubaid, saat ini pihaknya telah melengkapi berkas pendaftaran IG Batik Gedog. Dokumen yang disiapkan meliputi:

Deskripsi ilmiah tentang Batik Gedog Tuban

Surat rekomendasi pendaftaran IG

Surat rekomendasi kawasan IG

SK kepengurusan Kelompok Masyarakat Perlindungan Indikasi Geografis (KMIG)

“Saat FGD dengan Kemenperin, ada beberapa hal yang perlu direvisi, seperti pelabelan dan penilaian harga kain batik. Kami juga masih membahas logo yang akan digunakan dalam sertifikasi IG,” tambah Ubaid.

Dengan adanya IG, batik gedog akan memiliki perlindungan hak royalti internasional. Ini memastikan bahwa hanya pengrajin asli Tuban yang bisa memproduksi dan menjual Batik Gedog dengan standar kualitas yang telah ditentukan.

Baca juga: Batik Gedog Khas Tuban yang Melegenda dan Sarat Akan Filosofi

Tantangan dalam Pendaftaran IG Batik Gedog

Saat ini, tantangan utama dalam pendaftaran IG adalah penentuan kualitas dan harga. Dari 207 anggota KMIG yang terdaftar, mereka masih berdiskusi mengenai standar penilaian kain batik agar memiliki harga yang sesuai dengan kualitasnya.

“Penentuan harga ini penting agar pengrajin mendapat keuntungan yang layak dan tidak ada pihak luar yang menjual Batik Gedog dengan kualitas rendah,” jelas Ubaid.

Dengan adanya Indikasi Geografis, Batik Gedog akan semakin diakui dan terlindungi dari klaim pihak lain. Ini menjadi kabar baik bagi pengrajin yang ingin menjaga warisan budaya Tuban.(Az)

Editor : Mukhyidin Khifdhi

Berita Terkait

Diwarnai Aksi Bakar Ban, Mahasiswa Tuban Desak Program MBG Dihentikan
Jelang Muktamar NU 2026, NBI Usulkan Kolaborasi Ulama Senior dan Intelektual Muda Pimpin PBNU
Sehari di Awal Bulan Suro, Empat Warga Tuban Tewas dalam Tiga Kecelakaan Beruntun
Gagal Menyalip, Petani Asal Kerek Tuban Tewas Terlindas Truk di Jalur Merakurak-Montong
Proyek APBD 2026 Mulai Dilelang, Mampukah PUPR Tuban Menghasilkan Infrastruktur Berkualitas?
Sambut Hari Bhayangkara ke-80, Kapolres Melawi Pimpin Bakti Religi di Masjid Nurul Islam Nanga Pinoh
Dua Pengendara N-Max Kritis Usai Tabrak Truk Sekam di Jalur Merakurak-Kerek
Dua Hari Buron, Pelaku Penganiayaan di Semanding Akhirnya Menyerahkan Diri

Berita Terkait

Kamis, 18 Juni 2026 - 19:12 WIB

Diwarnai Aksi Bakar Ban, Mahasiswa Tuban Desak Program MBG Dihentikan

Kamis, 18 Juni 2026 - 13:56 WIB

Jelang Muktamar NU 2026, NBI Usulkan Kolaborasi Ulama Senior dan Intelektual Muda Pimpin PBNU

Kamis, 18 Juni 2026 - 11:02 WIB

Sehari di Awal Bulan Suro, Empat Warga Tuban Tewas dalam Tiga Kecelakaan Beruntun

Kamis, 18 Juni 2026 - 09:34 WIB

Gagal Menyalip, Petani Asal Kerek Tuban Tewas Terlindas Truk di Jalur Merakurak-Montong

Rabu, 17 Juni 2026 - 21:34 WIB

Sambut Hari Bhayangkara ke-80, Kapolres Melawi Pimpin Bakti Religi di Masjid Nurul Islam Nanga Pinoh

Berita Terbaru