Tak Disapa, Pria di Tuban Aniaya Ayah Kandung hingga Luka Parah

- Reporter

Sabtu, 10 Mei 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

DI (32), warga Desa Padasan, Kecamatan Kerek, Kabupaten Tuban, diamankan jajaran Polres Tuban setelah melakukan penganiayaan terhadap ayah kandungnya sendiri,(Assayid Annazili/Liputansatu.id).

DI (32), warga Desa Padasan, Kecamatan Kerek, Kabupaten Tuban, diamankan jajaran Polres Tuban setelah melakukan penganiayaan terhadap ayah kandungnya sendiri,(Assayid Annazili/Liputansatu.id).

Warga Desa Padasan Diamankan Polisi Usai Lakukan Penganiayaan

Tuban – Seorang pria berinisial DI (32), warga Desa Padasan, Kecamatan Kerek, Kabupaten Tuban, diamankan jajaran Polres Tuban setelah melakukan penganiayaan terhadap ayah kandungnya sendiri, M (59). Insiden yang mengejutkan warga setempat ini terjadi karena pelaku tersulut emosi hanya karena tidak disapa oleh sang ayah saat berkunjung ke rumah orang tuanya.

Emosi Tak Terkendali Berujung Kekerasan

Menurut keterangan dari Kasat Reskrim Polres Tuban, AKP Dimas Robin Alexander, peristiwa ini terjadi saat DI datang ke rumah orang tuanya pada awal pekan lalu. Di sana, terjadi perselisihan antara ayah dan anak tersebut. DI yang emosi kemudian mengambil batu dan memukul kepala korban tanpa berpikir panjang.

“Pelaku naik pitam dan langsung memukul korban dengan batu. Akibatnya, korban mengalami luka terbuka cukup parah di bagian pelipis. Saat ini korban masih menjalani perawatan medis,” ujar AKP Dimas pada Sabtu sore (10/05/2025).

Datang untuk Silaturahmi, Berakhir di Tahanan

Dari hasil pemeriksaan, DI mengaku awalnya berniat baik untuk bersilaturahmi setelah mendapat kabar bahwa ibunya sedang dalam kondisi kurang sehat. Namun, ia merasa tersinggung karena sang ayah yang melintas di hadapannya tidak menyapa. Hal tersebut memicu amarahnya hingga akhirnya berujung pada aksi kekerasan.

“Saya datang mau nengok ibu saya yang sedang sakit. Tapi waktu ayah lewat kok enggak nyapa, saya jadi emosi. Langsung saya pukul,” ungkap DI kepada awak media saat dimintai keterangan.

Polisi: Tak Ada Alasan Membenarkan Kekerasan

Pihak kepolisian menegaskan bahwa apapun alasannya, tindak kekerasan, apalagi terhadap orang tua, tidak bisa dibenarkan. Kasus ini menjadi peringatan penting agar masyarakat lebih mampu mengendalikan emosi dan menyelesaikan konflik secara damai.
Pelaku kini harus mempertanggungjawabkan perbuatannya di hadapan hukum. Ia dijerat dengan Pasal 351 ayat (2) Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) tentang penganiayaan berat yang menyebabkan luka serius.

“Ancaman hukuman maksimalnya adalah 5 tahun penjara,” tegas AKP Dimas.

Warga Harap Kasus Ini Jadi Pembelajaran

Kasus kekerasan dalam keluarga seperti ini mendapat sorotan masyarakat setempat. Beberapa warga menyayangkan tindakan DI yang dianggap tidak menghormati orang tuanya.

“Semoga ini bisa jadi pelajaran, jangan sampai emosi sesaat menghancurkan hubungan keluarga,” ujar salah satu warga Kerek.(Az)

Editor : Mukhyidin Khifdhi

Berita Terkait

Jalan Rusak di Pantura Tuban Kembali Makan Korban, Pengendara Tewas Usai Hindari Lubang
Dugaan Penyelewengan BBM Bersubsidi di SPBU Sukolilo Bancar, Tuban
Dua Nelayan Tuban yang Hilang Berhasil Ditemukan Selamat
Desakan Transparansi Aliran Dana Dugaan Korupsi Kuota Haji Menguat
Kalah Dari Pasuruan United, Langkah Persatu Tuban Terhenti Dibabak 32 Besar Liga 4 Jatim 2026
Update Penemuan Mayat di Sungai Sampean Lama: Korban Dipastikan Perempuan
Pembalakan Liar Marak di Tuban, 11 Batang Kayu Jati Diamankan di KPH Jatirogo
Kasus Burung Cendet Baluran: Kakek Masir Bebas Setelah 5 Bulan 20 Hari Ditahan

Berita Terkait

Minggu, 11 Januari 2026 - 18:42 WIB

Jalan Rusak di Pantura Tuban Kembali Makan Korban, Pengendara Tewas Usai Hindari Lubang

Sabtu, 10 Januari 2026 - 23:55 WIB

Dugaan Penyelewengan BBM Bersubsidi di SPBU Sukolilo Bancar, Tuban

Sabtu, 10 Januari 2026 - 21:49 WIB

Dua Nelayan Tuban yang Hilang Berhasil Ditemukan Selamat

Sabtu, 10 Januari 2026 - 13:03 WIB

Desakan Transparansi Aliran Dana Dugaan Korupsi Kuota Haji Menguat

Sabtu, 10 Januari 2026 - 07:54 WIB

Kalah Dari Pasuruan United, Langkah Persatu Tuban Terhenti Dibabak 32 Besar Liga 4 Jatim 2026

Berita Terbaru

Pembeli solar bersubsidi menggunakan drum 200 liter diduga tanpa surat rekom dan abaikan konsumen kendaraan pribadi, (Assayid Annazili/Liputansatu.id).

Hukum Kriminal

Dugaan Penyelewengan BBM Bersubsidi di SPBU Sukolilo Bancar, Tuban

Sabtu, 10 Jan 2026 - 23:55 WIB

Rekan dan keluarga nelayan Tuban yang berhasil diselamatkan setelah dilaporkan hilang, (Assayid Annazili/Liputansatu.id).

Peristiwa

Dua Nelayan Tuban yang Hilang Berhasil Ditemukan Selamat

Sabtu, 10 Jan 2026 - 21:49 WIB

Advertisement
Promo Shopee