Situbondo – Menjelang Hari Raya Idul Adha 2025, penjualan sapi Madura di Kabupaten Situbondo mengalami peningkatan tajam. Banyak masyarakat yang mulai memburu sapi Madura sebagai hewan kurban karena dagingnya yang dikenal lebih empuk, segar, dan memiliki warna merah muda yang khas. Tren ini terlihat jelas di area karantina hewan Pelabuhan Kalbut, Kecamatan Mangaran, Situbondo, Selasa (27/5/2025).
Serbuan Pembeli di Lokasi Karantina Kalbut
Area karantina hewan di Pelabuhan Kalbut menjadi pusat aktivitas jual beli sapi menjelang hari raya kurban. Para pembeli berdatangan dari berbagai wilayah di Situbondo dan sekitarnya. Mereka secara khusus memburu sapi Madura yang dikirim langsung dari Pulau Sapudi dan Raas, dua daerah penghasil sapi unggulan di wilayah Madura.
Sapi-sapi tersebut terlebih dahulu dikarantina untuk memastikan kesehatannya sebelum dijual ke masyarakat. Keberadaan tempat karantina ini juga memberikan rasa aman bagi para pembeli, bahwa sapi yang mereka beli terbebas dari penyakit, termasuk PMK (penyakit mulut dan kuku) yang sempat merebak beberapa tahun lalu.
Sapi Madura Diminati karena Kualitas Dagingnya
Tingginya permintaan terhadap sapi Madura bukan tanpa alasan. Salah satu pembeli, Mansuri, mengaku selalu memilih sapi Madura setiap tahun karena kualitas dagingnya yang lebih baik dibanding sapi dari daerah lain.
Daging sapi Madura dianggap lebih lembut, berwarna merah muda, dan kalau disimpan di kulkas selama beberapa hari pun tetap empuk saat dimasak.
“Pernah saya coba beli sapi jenis lain, tapi rasanya tetap beda. Makanya tiap tahun saya pasti cari sapi Madura,” tutur Mansuri sambil memeriksa kondisi fisik sapi pilihannya.
Menurutnya, daging sapi Madura juga lebih cepat empuk saat dimasak dan tidak mengeluarkan bau menyengat, membuatnya cocok untuk diolah menjadi berbagai jenis masakan khas Idul Adha.
Penjualan Melonjak, Peternak dan Pedagang Sumringah
Suaid, seorang pedagang sapi di lokasi karantina Kalbut, mengatakan bahwa penjualan tahun ini meningkat signifikan dibanding tahun-tahun sebelumnya, terutama sejak masa pandemi dan merebaknya PMK.
“Tahun ini penjualan sangat bagus. Dari minggu lalu sampai sekarang, 50 persen sapi sudah terjual,” jelas Suaid.
Kalau dibanding waktu masih ada PMK, sangat sepi sekali, apalagi aturan masuk Situbondo juga ketat. Skarang pembeli sudah mulai ramai lagi.
Kondisi ini tentu membawa angin segar bagi para pedagang dan peternak sapi, yang sempat terpukul akibat pembatasan dan kekhawatiran masyarakat akan penyebaran penyakit ternak.
Harga Sapi Madura dan Fasilitas Penitipan
Harga sapi Madura di Situbondo bervariasi tergantung pada ukuran, usia, dan bobotnya. Saat ini, harga dibanderol mulai dari Rp7 juta hingga Rp26 juta per ekor. Menurut Suaid, sapi dengan harga tertinggi biasanya memiliki postur besar dan sehat, sehingga menjadi incaran bagi pembeli yang ingin menyumbangkan hewan kurban dalam jumlah besar atau atas nama lembaga.
“Kami juga menyediakan fasilitas penitipan sapi. Jadi kalau ada pembeli dari luar kota atau belum sempat membawa pulang sapinya, bisa dititipkan di kandang karantina. Nanti bisa diambil menjelang hari H Idul Adha,” tambahnya.
Fasilitas ini tentu sangat membantu pembeli, terutama mereka yang menginginkan kenyamanan dan keamanan dalam proses pembelian hewan kurban.
Pergeseran Tren Pilihan Hewan Kurban
Meningkatnya minat terhadap sapi Madura juga menunjukkan adanya pergeseran tren dalam pemilihan hewan kurban. Jika sebelumnya pembeli hanya mempertimbangkan harga dan ukuran, kini banyak yang lebih selektif berdasarkan kualitas daging, keturunan sapi, dan proses pemeliharaannya.
“Orang sekarang lebih pintar. Mereka tidak hanya lihat besar sapinya, tapi juga bagaimana kualitas dagingnya. Sapi Madura punya nilai lebih karena pola makannya alami dan lingkungan hidupnya juga masih tradisional,” ujar Suaid menutup pembicaraan.
Dengan keunggulan dagingnya yang lebih empuk dan segar, serta sistem karantina yang menjamin kesehatan ternak, sapi Madura kini menjadi primadona baru di tengah masyarakat.
Jika Anda ingin membeli sapi kurban berkualitas, sapi Madura dari Kalbut, Situbondo, bisa menjadi pilihan terbaik tahun ini.(Fia)
Editor : Mukhyidin Khifdhi












