Tuban – Dalam debat publik perdana yang digelar oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Tuban, Minggu malam (20/10/2024), Pasangan Calon (Paslon) nomor urut 01, Riyadi-Wafi, tampil kompak dengan mengenakan udeng dan selempang batik gedog khas Tuban.
Penampilan ini menegaskan komitmen mereka terhadap pelestarian dan promosi potensi lokal Kabupaten Tuban.
Riyadi mengungkapkan kebanggaannya terhadap batik gedog yang merupakan warisan budaya Tuban. Ia berharap batik ini dapat dikenal lebih luas dan dimanfaatkan secara maksimal.
“Jangan sampai batik ini hanya bisa diproduksi, tapi tidak bisa dijual. Semua dinas dan investor, baik kecil maupun besar, harus memakai batik gedog Tuban selama satu minggu,” ujar Riyadi setelah debat, ditulis Senin (21/10/2024).
Lebih lanjut, Riyadi menekankan bahwa langkah ini juga untuk menjaga inflasi di Tuban, karena inflasi sangat terkait dengan ketersediaan dan kecukupan stok barang.
Sementara itu, Gus Wafi, pasangannya, menambahkan bahwa ekonomi kreatif di Tuban memiliki potensi besar untuk dikembangkan, terutama batik gedog. “Setiap kecamatan di Tuban memiliki potensi ekonomi kreatif, termasuk batik di Kerek. Ini peluang besar yang perlu kita kembangkan,” jelas Wafi.
Ia menegaskan bahwa jika terpilih, mereka berkomitmen untuk melibatkan semua elemen pemerintahan yang berkaitan dengan ekonomi kreatif guna mendukung pengembangan sektor ini di Tuban.
Dalam debat publik tersebut, Paslon Riyadi-Wafi berhasil memaparkan visi dan misi mereka dengan lancar. Riyadi menilai bahwa debat ini adalah ajang untuk beradu gagasan demi menjadi pemimpin yang mampu membawa Tuban ke arah yang lebih baik.
“Kami berharap apa yang kami sampaikan ini bisa menjadi awal dari diskusi yang lebih mendalam di kesempatan lain,” tutup Riyadi.
Editor : Silvy












