Terabaikan Selama Puluhan Tahun, Kali Avour di Tuban: Banjir Saat Hujan, Kering Ketika Kemarau

- Reporter

Senin, 7 Juli 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kali Avour di Desa Sugihan Merakurak yang mengalami pendangkalan belum pernah di normalisasi sejak puluhan tahun, (Assayid Annazili/Liputansatu.id).

Kali Avour di Desa Sugihan Merakurak yang mengalami pendangkalan belum pernah di normalisasi sejak puluhan tahun, (Assayid Annazili/Liputansatu.id).

Tuban – Warga Desa Sugihan, Kecamatan Merakurak, Kabupaten Tuban, mengeluhkan kondisi Kali Avour yang tak kunjung dinormalisasi sejak puluhan tahun silam. Saluran irigasi yang seharusnya berfungsi untuk pengairan dan pencegah banjir tersebut kini penuh lumpur, ilalang, dan nyaris tak berfungsi.

Warga Merasa Diabaikan: “Sejak Kecil Belum Pernah Dinormalisasi”

Swasto, warga setempat, mengaku kecewa dengan kondisi saluran yang disebutnya “tidak berguna” karena tak pernah tersentuh program normalisasi. Menurutnya, saat musim hujan, air meluber ke lahan pertanian hingga menyebabkan gagal panen, sementara di musim kemarau tidak ada aliran air sama sekali.

“Kali apur (avour) kayak tidak ada gunanya. Sejak saya kecil, belum pernah ada normalisasi sama sekali,” keluh Swasto, Senin (07/07/2025).

Hal senada disampaikan Afan, petani lain di desa tersebut. Ia mengatakan air banjir dari Kali Avour bahkan kerap meluber hingga ke desa lain karena kondisi saluran yang dangkal dan tertutup tanaman liar.

Kades Sugihan: Pernah Diajukan, Tapi Dilempar ke Provinsi

Kepala Desa Sugihan, Zito Warsito, menyebut bahwa pihaknya rutin mengusulkan normalisasi Kali Avour setiap kali musyawarah rencana pembangunan (Musrenbang) di tingkat kecamatan. Namun, hingga saat ini belum ada tindak lanjut dari pemerintah daerah.

“Saat Musren selalu dilempar, katanya itu wewenang Pemprov,” ujar Zito.

Ia mengungkapkan, satu-satunya normalisasi yang pernah terjadi dilakukan 15 tahun lalu, bukan oleh pemerintah, melainkan oleh PT Semen Indonesia Group (SIG) melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR).

“Itu pun dari usulan kami ke SIG, bukan inisiatif pemerintah,” tambahnya.

Dinas PUPR Tuban: Anggaran 700 Juta Sudah Disiapkan di APBD 2025

Kepala Dinas PUPR-PRKP Kabupaten Tuban, Agung Supriyadi, saat dikonfirmasi menyatakan bahwa pihaknya sudah menyiapkan anggaran untuk normalisasi Kali Avour di tahun anggaran 2025. Proyek tersebut kini dalam tahap pelelangan.

“Sudah dianggarkan di APBD 2025, senilai 700 juta rupiah,” ungkap Agung.

Namun, tidak dijelaskan secara rinci kapan proyek tersebut akan mulai dikerjakan dan apakah mencakup keseluruhan jalur Kali Avour atau hanya titik-titik tertentu saja.

DPRD Tuban Turun Tangan: Normalisasi Akan Dilakukan di 3 Titik Merakurak

Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Tuban, Suratmin, juga menanggapi persoalan ini. Ia mengatakan telah berkoordinasi dengan pihak Dinas Sumber Daya Air (SDA) Provinsi Jawa Timur. Hasil koordinasi itu menyebutkan bahwa normalisasi direncanakan dilakukan di tiga titik di Kecamatan Merakurak, serta satu titik di Kali Kening, Kecamatan Bangilan.
Namun, Suratmin belum bisa memastikan apakah Desa Sugihan termasuk dalam salah satu dari tiga titik tersebut.

“Untuk yang Desa Sugihan, coba saya cek dulu,” katanya.

Warga berharap proyek normalisasi tidak sekadar menjadi wacana atau janji tahunan dalam Musrenbang. Mengingat pentingnya fungsi Kali Avour sebagai irigasi pertanian dan pengendali banjir, mereka mendesak agar proyek tersebut benar-benar direalisasikan pada tahun 2025.(Az)

Editor : Mukhyidin Khifdhi

Berita Terkait

Jalan Rusak di Pantura Tuban Kembali Makan Korban, Pengendara Tewas Usai Hindari Lubang
Dugaan Penyelewengan BBM Bersubsidi di SPBU Sukolilo Bancar, Tuban
Dua Nelayan Tuban yang Hilang Berhasil Ditemukan Selamat
Desakan Transparansi Aliran Dana Dugaan Korupsi Kuota Haji Menguat
Kalah Dari Pasuruan United, Langkah Persatu Tuban Terhenti Dibabak 32 Besar Liga 4 Jatim 2026
Update Penemuan Mayat di Sungai Sampean Lama: Korban Dipastikan Perempuan
Pembalakan Liar Marak di Tuban, 11 Batang Kayu Jati Diamankan di KPH Jatirogo
Kasus Burung Cendet Baluran: Kakek Masir Bebas Setelah 5 Bulan 20 Hari Ditahan

Berita Terkait

Minggu, 11 Januari 2026 - 18:42 WIB

Jalan Rusak di Pantura Tuban Kembali Makan Korban, Pengendara Tewas Usai Hindari Lubang

Sabtu, 10 Januari 2026 - 23:55 WIB

Dugaan Penyelewengan BBM Bersubsidi di SPBU Sukolilo Bancar, Tuban

Sabtu, 10 Januari 2026 - 21:49 WIB

Dua Nelayan Tuban yang Hilang Berhasil Ditemukan Selamat

Sabtu, 10 Januari 2026 - 13:03 WIB

Desakan Transparansi Aliran Dana Dugaan Korupsi Kuota Haji Menguat

Sabtu, 10 Januari 2026 - 07:54 WIB

Kalah Dari Pasuruan United, Langkah Persatu Tuban Terhenti Dibabak 32 Besar Liga 4 Jatim 2026

Berita Terbaru

Pembeli solar bersubsidi menggunakan drum 200 liter diduga tanpa surat rekom dan abaikan konsumen kendaraan pribadi, (Assayid Annazili/Liputansatu.id).

Hukum Kriminal

Dugaan Penyelewengan BBM Bersubsidi di SPBU Sukolilo Bancar, Tuban

Sabtu, 10 Jan 2026 - 23:55 WIB

Rekan dan keluarga nelayan Tuban yang berhasil diselamatkan setelah dilaporkan hilang, (Assayid Annazili/Liputansatu.id).

Peristiwa

Dua Nelayan Tuban yang Hilang Berhasil Ditemukan Selamat

Sabtu, 10 Jan 2026 - 21:49 WIB

Advertisement
Promo Shopee