Promo
Selamat Menunaikan Ibadah Puasa Ramadan 1447 H 2026 M Pemerintah Kabupaten Tuban

Warga Kepohagung Laporkan Dugaan Penyelewengan Dana Desa Rp1,1 M ke Inspektorat Tuban

- Reporter

Senin, 4 Agustus 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua BPD Kepohagung, Listya Dwi Winarko saat ditemui usai menyerahkan laporan dugaan penyelewengan dana desa oleh Kades,(Aji Swasto/Liputansatu.id).

Ketua BPD Kepohagung, Listya Dwi Winarko saat ditemui usai menyerahkan laporan dugaan penyelewengan dana desa oleh Kades,(Aji Swasto/Liputansatu.id).

Tuban – Setelah sebelumnya melakukan penyegelan kantor desa, puluhan warga Desa Kepohagung, Kecamatan Plumpang, Kabupaten Tuban, kembali mengambil langkah serius dengan melaporkan Kepala Desa mereka, Dono Samuri, ke Inspektorat Kabupaten Tuban. Laporan ini berkaitan dengan dugaan penyelewengan dana desa senilai Rp1,1 miliar.

Didampingi BPD, Warga Desak Tindak Lanjut Dugaan Korupsi

Pada Senin siang (04/08/2025), sejumlah warga mendatangi Kantor Inspektorat Tuban bersama Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Kepohagung, Listya Dwi Winarko. Mereka menyerahkan laporan resmi terkait dugaan penyalahgunaan dana kas desa dan dana investor yang digunakan untuk operasional Himpunan Petani Pemakai Air (HIPPA).
Salah satu perwakilan warga, Khoirul, menyatakan bahwa kedatangannya untuk mengawal proses laporan agar ditindaklanjuti secara serius oleh pemerintah.
“Intinya saya hanya mewakili warga, mengawal agar masalah ini ditindaklanjuti saja, Mas,” ujar Khoirul usai pertemuan di Kantor Inspektorat.

BPD Kepohagung Serahkan Laporan Resmi

Ketua BPD Kepohagung, Listya Dwi Winarko, menyebutkan bahwa langkah ini merupakan tindak lanjut dari desakan masyarakat. Menurutnya, laporan disusun atas dasar masukan dari pihak kecamatan agar proses penanganan bisa berjalan melalui jalur resmi.
“Laporan kami sudah diterima oleh Inspektorat. Untuk langkah selanjutnya, kami masih menunggu arahan sambil tetap berkoordinasi dengan warga, anggota BPD, serta pihak terkait lainnya,” ungkap Listya.

Wabup Dorong Penanganan Transparan oleh Inspektorat

Menanggapi laporan warga, Wakil Bupati Tuban, Joko Sarwono, menyatakan bahwa Pemerintah Kabupaten mendukung langkah pelaporan tersebut. Ia menekankan pentingnya peran Inspektorat dalam menindaklanjuti dugaan penyimpangan agar tidak menimbulkan konflik berkepanjangan di masyarakat.
“Kami mendorong agar kasus ini segera ditangani melalui Inspektorat. Ini penting untuk objektivitas proses klarifikasi dan investigasi,” ujar Wabup.

Upaya Konfirmasi ke Inspektorat Belum Berhasil

Hingga berita ini diturunkan, pihak Inspektorat Kabupaten Tuban belum memberikan keterangan resmi. Pewarta yang mencoba mengonfirmasi kehadiran Irban V, Bambang Suhaji, diarahkan oleh pegawai bernama Nizar Maulana untuk menunggu. Namun, beberapa menit kemudian, Nizar menyampaikan bahwa pejabat tersebut tidak berada di tempat dan tidak mengetahui keberadaannya saat itu.
Situasi ini membuat proses klarifikasi terhadap laporan dugaan penyelewengan dana desa belum bisa dikonfirmasi lebih lanjut.

Latar Belakang: Aksi Penyegelan Kantor Desa

Sebelumnya, pada Sabtu (02/08/2025), puluhan warga Kepohagung menggeruduk Kantor Desa dan menyegel ruang kerja Kades Dono Samuri. Aksi tersebut dipicu dugaan penyalahgunaan dana desa dengan nilai mencapai Rp1,1 miliar, terdiri atas:
• Dana kas HIPPA sebesar Rp845.729.000, dan
• Dana investor pendukung operasional HIPPA senilai Rp290.000.000.
Warga mendesak agar pemerintah daerah melalui Inspektorat melakukan audit menyeluruh dan memberikan sanksi tegas jika terbukti terjadi penyimpangan anggaran.(Aj)

Editor : Mukhyidin Khifdhi

Berita Terkait

Bidan RSUD Besuki Ditemukan Tewas di Drainase Pantura Situbondo
IMM Tuban Periode 2026-2027 Resmi Dilantik, Isu Perempuan Jadi Prioritas
Meski Damai, Oknum Polisi Terduga Pemukul Badut di Tuban Tetap Diperiksa Propam
Gelombang 1,5 Meter Terjang Pesisir Tuban, Dua Kapal Nelayan Hancur Dihantam Ombak
SE Sekda Tak Digubris, Jalan Bancar–Jatirogo Masih Dipenuhi Ceceran Pasir Silika
Viral Dugaan Penganiayaan Badut Oleh Anggota Propam Tuban, Polisi Sebut Kasus Sudah Dimediasi
19 Dapur MBG Disuspend, Pemkab Situbondo Minta Disikapi Sebagai Evaluasi
Jelang Operasi Patuh Kapuas 2026, Polres Melawi Bidik Balap Liar dan Knalpot Brong

Berita Terkait

Sabtu, 6 Juni 2026 - 23:55 WIB

Bidan RSUD Besuki Ditemukan Tewas di Drainase Pantura Situbondo

Sabtu, 6 Juni 2026 - 21:48 WIB

IMM Tuban Periode 2026-2027 Resmi Dilantik, Isu Perempuan Jadi Prioritas

Sabtu, 6 Juni 2026 - 21:36 WIB

Meski Damai, Oknum Polisi Terduga Pemukul Badut di Tuban Tetap Diperiksa Propam

Sabtu, 6 Juni 2026 - 20:07 WIB

Gelombang 1,5 Meter Terjang Pesisir Tuban, Dua Kapal Nelayan Hancur Dihantam Ombak

Sabtu, 6 Juni 2026 - 19:33 WIB

SE Sekda Tak Digubris, Jalan Bancar–Jatirogo Masih Dipenuhi Ceceran Pasir Silika

Berita Terbaru

Petugas mengevakuasi jenazah Murtafia Rafika Devi (34), seorang bidan RSUD Besuki yang ditemukan meninggal dunia di saluran drainase Jalur Pantura Desa Kalianget, Kecamatan Banyuglugur, Situbondo, Sabtu (06/06/2026) malam, (Fia Rahma/Liputansatu.id).

Hukum Kriminal

Bidan RSUD Besuki Ditemukan Tewas di Drainase Pantura Situbondo

Sabtu, 6 Jun 2026 - 23:55 WIB

Advertisement
Promo Shopee
Berita Terbaru Hari Ini LiputanSatu.id
Ilustrasi LiputanSatu
Berita Tuban Terkini LiputanSatu.id
Gambar Berita LiputanSatu
Kabar Tuban Hari Ini - Klik Selengkapnya di LiputanSatu.id