Tuban – Menjelang Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Republik Indonesia, suasana kemerdekaan mulai terasa di berbagai sudut Kabupaten Tuban, Jawa Timur. Sejumlah penjual bendera merah putih musiman mulai bermunculan, menawarkan beragam perlengkapan perayaan kemerdekaan.
Tidak hanya bendera, para pedagang juga menjajakan umbul-umbul, pernak-pernik Agustusan, hingga hiasan jalan yang siap mempercantik suasana. Lokasi penjual paling mudah ditemui di pusat kota, seperti di Jalan Basuki Rakhmat dan area Pasar Baru Tuban.
Penjual Bendera Dadakan, Tradisi Tahunan Menjelang Agustusan
Salah satu pedagang bendera, Agus, mengaku telah menjadi penjual bendera musiman sejak 2010. Warga asal Bandung, Jawa Barat ini sudah lebih dari dua pekan membuka lapak di Tuban.
“Sudah dua mingguan saya mulai menjual bendera. Ini sudah laku sekitar 23 buah bendera,” kata Agus, Minggu (10/08/2025).
Menurutnya, meskipun hanya berjualan setahun sekali, omzet dari penjualan bendera bisa cukup menguntungkan, terutama menjelang puncak perayaan 17 Agustus.
Beragam Ukuran dan Harga Bendera Merah Putih
Pedagang lain, Abdul Rashit, menjelaskan bahwa ia menyediakan bendera dengan berbagai ukuran dan jenis kain. Bendera ukuran 60×90 cm dijual dengan harga Rp15.000 sedangkan untuk Bendera ukuran 80×120 cm harga Rp20.000. Harga tersebut menyesuaikan bahan kain yang digunakan. Selain bendera, Abdul juga menjual umbul-umbul. Untuk umbul-umbul ukutan Panjang 4 meter harga Rp55.000–Rp60.000 dan Panjang 5 meter sekitar Rp80.000an.
Abdul mengaku hanya berjualan bendera saat Agustusan. Tahun ini, ia mulai berjualan sejak 21 Juli 2025, buka dari pukul 06.00 hingga 14.00 WIB. Di luar musim kemerdekaan, ia menjual mainan anak dan alat tulis.
Puncak Penjualan Saat Himbauan Pemerintah Keluar
Menurut para pedagang, puncak penjualan biasanya terjadi setelah pemerintah daerah mengeluarkan himbauan resmi untuk mengibarkan bendera di setiap rumah.
“Kalau sudah ada pengumuman dari kabupaten, penjualan langsung meningkat. Masyarakat akan berbondong-bondong membeli bendera dan memasangnya di halaman rumah,” ujar Abdul.
Salah satu pembeli, Rina (34), warga Kelurahan Sendangharjo, mengaku membeli bendera baru untuk dipasang di depan rumahnya. Menurutnya, membeli langsung di lapak pinggir jalan terasa lebih seru karena bisa memilih ukuran dan bahan sesuai kebutuhan. “Kalau beli di sini bisa sambil lihat-lihat, pegang bahannya, terus tawar-menawar sama penjual. Rasanya lebih berkesan daripada beli online,” ujarnya sambil tersenyum.
Tradisi yang Memupuk Semangat Nasionalisme
Fenomena penjual bendera musiman bukan sekadar bisnis, tetapi juga menjadi bagian dari tradisi yang memupuk rasa nasionalisme. Setiap tahunnya, keberadaan mereka membantu masyarakat mempersiapkan perayaan kemerdekaan dengan penuh semangat.(Az)
Editor : Kief












